Nasehat Orang Tua.
24 January 2010 Leave a comment
WAHAI anak-anakku sering-seringlah mengingat maut dan memikirkan tentang keadaan yang akan enkau jumpai setelah itu. Sehingga dengan demikian ia akan mendatangi kelak dalam keadaan dirimu telah siap menerimanya dan telah mengencangkan ikat pinggangmu untuk menerimanya. Jangan sampai ia datang secara tiba-tiba sehingga membuatmu tersentak kebingungan.
Ketahuilah wahai anak-anakku, bahwa engkau diciptakan untuk kehidupan akhirat, bukan untuk dunia. Untuk kefanaan, bukan untuk kebakaan, untuk kematian bukan untuk kehidupan langgeng. Engkau kini berdiam dalam rumah sementara dengan keadaan yang hanya mencukupi kebutuhan. dan dibawa berjalan di atas jalan menuju akhirat. Dan engkau selalu dikejar oleh maut yang tidak seorangpun terlepas dari kejarannya, tidak pula mampu menghindarinya. Ia pasti mencapai mangsanya.
“Dimanapun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, sekalipun berada di dalam benteng yang tinggi dan kokoh” (QS. An-Nisa : 78)
Maka waspadalah slalu, jangan sampai ia mencapaimu ketika engkau dalam keadaan buruk. Walaupun barangkali engkau pernah membisikkan keinginan bertaubat ke dalam hati sanubarimu, namun maut yang datang cepat dapat menjadi penghalang antara engkau dan niatanmu itu. Jika demikian itu terjadi, maka sesungguhnya engkau telah menjadi penyebab kebinasaan bagi dirimu sendiri.
“Secerdik-cerdiknya manusia ialah yang terbanyak ingatannya kepada kematian serta yang terbanyak persiapannya untuk menghadapi kematian itu. Mereka itulah orang-orang yang benar-benar cerdik dan mereka akan pergi ke alam baka dengan membawa kemuliaan dunia serta kemuliaan akhirat” (HR. Ibnu Majah)
Wahai anak-anakku yakinilah seyakin-yakinnya bahwa engkau tak mungkin mencapai semua cita-citamu, melampaui ajalmu. Maka bersahajalah dalam pencaharianmu, jaga nilai-nilai kebersihan usahamu, jangan sampai engkau terjerumus ke dalam kecurangan. Jagalah dirimu dari segala perbuatan yang hina, meski ia mungkin mendatangkan sesuatu yang menjadi keinginanmu. Ketika engkau mati semuanya engkau tinggalkan kecuali amal baikmu yang akan setia mengantar dan menjagamu. (Usaid)
SUMBER :
Buletin Wasilah, edisi 08
06 Shafar 1431 H/22 Januari 2010








Komentar: