Hisab, Idul Adha 27 November.


Tertutup Awan, Hilal tak Terlihat

PALEMBANG Lebaran Idul Adha tahun ini tampaknya tak ada berbedaan di kalangan umat Islam. Baik warga Nahdlatul Ummat (NU) maupun Muhammadiyah sepertinya sepakat tanggal 27 November mendatang. “Biasanya, kalau Idul Fitri sudah sama, maka Idul Adha juga tidak akan ada perbedaan,” kata Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama (Kakanwil Depag) Sumsel Drs H Najib Haitami MM di kantornya, kemarin.

Perkiraan tersebut mengacu pada perhitungan awal bulan Dzulhijjah 1430 H. Kata Najib, tejadi ijtima’ (konjungsi) dimana bulan, bumi dan matahari berada dalam satu garis pada selasa (17/11) pukul 02.15 57′ 55″ WIB atau 19.15 57′ 55″ GMT.

Hal itu berarti kemungkinan besar 1 Dzulhijjah jatuh pada hari ini (18/11). Nah, dari perhitungan sistem komtemporer, ketinggian hilal berada pada 5 derajat 3 menit 47,03 detik dengan arah hilal -24 derajat 32 menit 16,24 detik atau 245 derajat 36 menit 43,7 detik selatan titik barat.

Posisi hilal pada -5 derajat 13 menit 33,23 detik sebelah selatan azimut matahari. Hilal dalam keadaan telentang (agak condong ke selatan). Saat itu, matahari terbenam pada pukul 17.54 menit 37,07 detik WIB dengan arah matahari -19 derajat 9 menit 43,01 detik atau 250 derajat 50 menit 16,9 detik selatan titik barat. “Lama hilal berdasarkan perhitungan 24 menit 38,77 detik,” ujar Kakanwil Depag lagi.

Lanjutnya, hilal terbenam sekitar pukul 18.00 19 menit 15,84 detik WIB dengan arah terbenam hilal pada posisi -24 derajat 34 menit 43,34 detik atau 16,6 detik selatan titik barat. “Berdasarkan perhitungan itu, maja kemungkinan besar Idul Adha akan tepat jatuh pada 27 November. Tapi semua masih menunggu sidang isbat Depag pusat,” tukasnya.

Kemarin, sekitar pukul 18.20 WIB, tim Kanwil Depag Sumsel, Pengadilan Tinggi Agama, Masjid Agung, Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), Muhammadiyah, NU, IAIN dan tim peserta pelatihan hisab dan rukiyat se-Sumbagsel melakukan rukyat dari atas puncak tertinggi Hotel Aryaduta Palembang. Menggunakan alat theodolit dan teleskop, bulan tidak dapat dilihat karena faktor tertutup awan mendung dan kabut asap.

Menurut Zulkifli, tim Kanwil Depag Sumsel hasil rukyat langsung di-faks ke Jakarta. “Keputusan akhir pada sidang isbat pusat,” tukasnya.

Terpisah, Ketua Pengurus Wilayah (PW) Muhammadiyah Sumsel, Drs H Nofrizal Nawawi, Lc mengatakan, penetapan Idul Adha 2009 pada 27 November berdasarkan hisab yang dilakukan majelis tarjih di pusat. “Hisab sendiri sebetulnya sudah dilakukan di penghujung Ramadhan lalu, dimana hari ini, Selasa ditetapkan awal hilal 1 Dzulhijjah. Hilal terlihat sudah di atas wukuf dengan ketinggi 5 derajat 49 menit,” urai Nofrizal. (22/46/mg44)

Sumatera Ekspres, Rabu, 18 November 2009.

About Iwan Lemabang
aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s