Proyek TAA Dipecah.
17 November 2009 1 Comment
Tambah Jalur Darat Khusus dan Jalur Kanal
PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sepertinya tak mau pengerjaan proyek pembangunan Tanjung Api-Api (TAA) terganjal oleh studi kelayakan (feasibility study) yang membutuhkan waktu lama. Jalan pintas pun ditempuh. Megaproyek tersebut dipecah menjadi lima. Yakni kawasan industri, pelabuhan TAA, double track KA, jalan darat ke TAA dan kanal ke TAA. Kebijakan tersebut diambil dalam rapat terbatas tertutup di ruang rapat Gubernur kemarin. “Proyek TAA ini jdi lima. Mana saja yang jalan dulu, terserah. Tapi, saya prediksi kawasan industri dan pelabuhan laut bakal lebih dulu jadi,” ujar Alex usai rapat.
Hadir, Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Ir H Eddy Hermanto SH MM, Kepala Bappeda Sumsel Yohanes H Toruan, Kepala Badan Penanaman Modal Daerah (PMD) Sumsel Ir Permana MMA, Kadisperindag Sumsel Drs H Eppy Mirza, Kadistamben Ir Akhmad Bakhtiar Amin MSC, dan jajaran Dishubkominfo Sumsel.
Menurut Alex, untuk kawasan industri TAA ada Nalco dari India yang siap membangun pabrik alumumium terbesar kedua di dunia. Sedangkan bagian infrastruktur jalan dipecah menjadi tiga bagian. Yakni double track KA 270 km, jalan darat khusus untuk mobil angkutan batu bara dan jalur sungai melalui kanal.
Jalan darat khusus ini mulai dikerjakan. Salah satunya oleh PT Servo yang hampir selesai melakukan pembebasan lahan secara keseluruhan. Sedang sistem kanal meniru apa yang direncanakan dan dilakukan Pelindo untuk mencoba mengeluarkan potensi batu bara Sumsel.
“Sulit kalau kelima proyek itu diborong satu investor, makanya dipecah,” cetusnya. Nah, untuk penyelesaian pembangunan pelabuhan, semula sempat terkendala karena menerobos hutan lindung. Namun, kendala itu teratasi dengan adanya pembebasan lahan dan ditukar dengan areal daerah lain.
“Sedangkan lahan di bawahnya 6.000 hektare tidak ada masalah. Tapi, mungkin juga akan dipakai reklamasi seperti rencana semula. Kita serahkan kepada investor,” tuturnya. Yang jelas, dua opsi semula tetap akan dijalankan. Semua diserahkan kepada investor yang berminat. Kepala Badan PMD Ir Permana mengisyaratkan, adanya investor khusus untuk kelima proyek itu.
“Ya seperti itulah, satu proyek satu investor. Karena nilai total keseluruhan proyek TAA ini hampir Rp 100 triliun,” katanya singkat. Sementara, Kepala Bappeda Sumsel Yohanes H Toruan tidak bersedia memberikan keterangan terkait rapat kemarin. “Semua menjadi otoritas Gubernur untuk menjelaskan apa-apa seputar TAA,” tegasnya.
Diketahui, upaya percepatan pembangunan TAA terkendala karena rencana memilih investor ala beauty contest gagal dilakukan. Pasalnya, untuk memulai ini, Pemprov harus mengantongi pra-FS (feasibility study) terbaru. Ini diatur dalam Perpres No 67/2005 tentang Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infastrutur Sedang yang dimiliki Bethel tahun 1973 dan Frengkle 1997 yang tidak up to date lagi. (46)
Sumatera Ekspres, Selasa, 17 November 2009.








Ide Cemerlang dari Pak Alek,Semogah pelabuhan Tanjung Api-api,bisa membuat kota Palembang sumatera selatan mengejar ketertinggalannya dari Propinsi lain di Indonesia,Kususnya Pulau Jawa,Majulah Sumsel ku.!