Per Bulan, Tunggakan Pelanggan PDAM Tembus Rp 1,9 M
PALEMBANG – PDAM Tirta Musi akan menyetop sementara distribusi air kepada sekitar 6.800 pelanggannya. Penyetopan tersebut lantaran ada pekerjaan penyambungan (koneksi) pipa 500 mm di Jl Yos Sudarso dan Slamet Riady. “Kita terpaksa stop aliran ke rumah-rumah pelanggan di sejumlah kawasan agar pekerjaan bisa dilakukan. Kalau tidak, koneksi terhambat dan air PDAM tak dapat mengalir ke rumah pelanggan,” ungkap Manager Teknis PDAM Tirta Musi, Ir Stevanus kepada Sumatera Ekspres, kemarin.
Kawasan Jl Yos Sudarso, tambah dia, koneksi pipanya berlangsung 15-16 November mendatang. Sementara, untuk kawasan Jl Slamet Riady, 23-24 November. “Pengerjaan itu mulai pagi, selama dua hari. Tapi di lapangan, kita akan usahakan selesai lebih cepat. Kalau bisa tidak dua hari. Kalau dua hari, kita upayakan tidak 2 x 24 jam full stopnya,” beber Stevanus lagi.
Lanjutnya, dengan pengerjaan penyambungan di kedua kawasan tersebut daerah yang terganggu di antaranya, Jl Letkol Nur Amin, Jl Perintis Kemerdekaan sebelah kiri. Kemudian, Jl Veteran, Jl Slamet Riady, Jl Kol Atmo hingga kawasan 16 Ilir dan sekitar. Stevanus mengimbau, para pelanggan yang daerahnya terkena penyetopan sementara itu untuk bisa bersiap diri. Salah satunya dengan menyiapkan bak-bak penampungan dan menyetok air bersih untuk kebutuhan selama jadwal penyambungan pipa tersebut. “Pekerjaan ini kita lakukan dalam upaya peningkatan keandalan pelayanan PDAM Tirta Musi,” tuturnya. Penyetopan sementara, tambah dia, sebagai sebuah risiko yang harus dihadapi. Karena itu, ia meminta pengertian dari para pelanggan yang akan terkena dampak penyetopan sementara distribusi air bersih akibat pekerjaan ini.
Persoalan lain, selama periode Januari-September, PDAM Tirta Musi Palembang telah memutus jaringan distribusi air PDAM sebanyak 8.932 dari total 141 ribu pelanggan. Masing -masing, 5.032 pelanggan status nunggak dan 3.900 pelanggan yang melakukan pelanggaran. “Seumpanya masalah tunggakan, kita bisa toleransi maksimal tiga bulan jatuh tempo baru kita lakukan pemutusan,” kata Ir Cik Mit, kabag Pengendalian Kehilangan Air (PKA) PDAM Tirta Musi kepada wartawan, kemarin (12/11).
Menurut Cit Mit, mayoritas yang menunggak dan diputus berasal dari pelanggan rumah tangga. Kalau pelanggan pada industri besar, biasanya PDAM selalu memberikan imbauan secara rutin setiap bulan. Untuk pelanggaran maksudnya di sini mereka yang ilegal alias pelanggan tanpa terdaftar melakukan pemasangan sendiri. “Itu akan kita tindak tegas langsung pemutusan,” ujarnya. Atau kedua sudah diputus karena belum menyelesailan tunggakan atau kewajiban, tetapi dia justru sudah sambung sendiri dengan pola bay pas (sambungan T).
Sementara itu, hingga bulan berjalan, total tunggakan pelanggan yang masih tersisa per Oktober 2009 antara Rp 1,7-Rp 1,9 miliar. Sekitar 8-9 persen pelanggan yang tidak membayar rekening air tepat waktu setiap bulan alias menunggak. “Ini sudah tergolong efisien, penagihan kita bisa menyerap 91-92 persen dari total pelanggan 141 ribu. Kalau dulu kecil cuma 65 persen,” ujarnya. Karena sistem penagihan PDAM sekarang, menggunakan sistem online berjalan dengan mesin electronic data capture (EDC).
Sebaliknya, dulu pembayaran rekening manual ke kantor atau lewat petugas. “Sekarang petugas cukup bawa alat EDC, begitu pelanggan bayar langsung online ke server PDAM sehingga kemungkinan bayar dobel bisa dihindari.”
Secara realtime pun bisa dilihat berapa omzet yang masuk ke PDAM. “Yang menunggak variasi, ada 3 bulan sampai dengan 6 bulan, bahkan ada yang sangat lama hingga 8 tahun,” tukasnya. Ada saja pelanggan PDAM yang dulunya tidak ketemu, begitu ketemu ternyata ada fisiknya. “Ini yang selalu dicari untuk diselesaikan.”
Sementara itu, PDAM Tirta Musi terus meminimalisir tingkat kebocoran air untuk pelanggan. Maksudnya, kebocoran disini, air yang tidak terekening atau terekening kecil, padahal didistribusikan. Upaya untuk menekan ini, maka PDAM Tirta Musi menargetkan penggantian meter pelanggan 25 ribu per tahun dari total 141 ribu pelanggan yang memiliki meteran air di luar pemasangan baru. Kemudian, melakukan penggantian pipa-pipa tua untuk menekan kebocoran. (mg29/46)
Pengerjaan Koneksi pipa PDAM
- Jl Yos Sudarso 15-16 November
- Jl Slamet Riady 23-24 November
- Terkena penyetopan 6800 pelanggan
- Kawasan Jl Letkol Nur Amin, Jl Perintis Kemerdekaan sebelah kiri, Jl Veteran, Jl Slamet Riady, Jl Kol Atmo hingga kawasan 16 Ilir dan sekitarnya
Sumatera Ekspres, Jumat, 13 November 2009.













