TURUN TANGAN: Pemadaman listrik total di Kota Palembang kemarin menyebabkan traffic light (lampu merah) padam. Polisi lalu lintas terpaksa harus berjaga lebih ekstra di persimpangan yang menjadi titik rawan macet, seperti di bawah fly over ini.
Foto : Kris Samiaji/Sumeks
Wako : PLN Memalukan !
PALEMBANG – Seluruh pelanggan PLN di kota pempek ini berjumlah sekitar 40 ribuan, kemarin (9/11) merasakan listrik byar pet, kadang mati dan kadang hidup. Penyebabnya, SUTT (saluran udara tegangan tinggi) 150 kilovolt (kV) antara Prabumulih ke simpang tiga Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tertimpa pohon yang tumbang akibat hujan deras.
Tak hanya pelanggan rumah tangga, tapi juga perkantoran, pusat perbelanjaan dan gedung pemerintahan padam total. Bahkan, byar pet listrik mulai pukul 14.25 WIB itu, membuat Wali Kota Palembang, Ir H Eddy Santana Putra MT yang hadir pada acara seminar transportasi di DPRD Kota Palembang, geram.
Ia langsung menghubungi GM PLN wilayah Sumsel, Jambi dan Bengkulu (S2JB), Amir Rosyidin. Wako Eddy minta aliran listrik ke Pemkot Palembang dihidupkan. “Kita kedatangan tamu dari luar, malu kita. Tolong pak Amir bagaimana carany?” ujar Wako di telepon. Karena lama tak kunjung hidup, Wako sempat meminta stafnya merelokasi tempat seminar ke Hotel Swarna Dwipa.
Sekitar satu jam kemudian, listrik kembali menyala dan relokasi tempat seminar batal dilakukan. Namun, kedongkolan masih saja menyisa. “PLN ini sudah keterlaluan. Harusnya merasa malu lah. Masak perusahaan sebesar itu tidak bisa melayani masyarakat dengan baik,” cetus Eddy.
Ia heran mengapa PLN tidak bisa membangun powerlen secara cepat untuk mengatasi kendala yang ada selama ini. Menurutnya, semua kendala terjadi karena birokrasi PLN terlalu rumit. “Pemkot sendiri sebenarnya telah mempersiapkan genset, tapi kecil tidb tertarik. Malu kita ada tamu dari luar negeri, Wali Kota Bogota. PLN buat malu, memalukan,” ucapnya.
Kepala PLN Cabang Palembang Ir Rahimuddin meminta maaf kepada seluruh pelanggan PLN atas pemadaman total yang dialami pelanggan PLN di Palembang. Ia mengakui suplai aliran listrik ke Kota Palembang terhambat sejak pukul 14.25 WIB. Setelah dilakukan penelusuran oleh UUP dan UPT, Tambah dia, ternyata ada pohon yang menimpa kabel SUTT 150 kV antara Prabumulih dan simpang tiga OKI. Untuk menormalkan aliran listrik, diperlukan pengaturan kembali.
Menurut Amir, pemulihan secara bertahap sudah dilakukan. Termasuk mengatasi gangguan di titik yang bermasalah. Hingga pukul 19.00 WIB tadi malam, jaringan listrik sudah 90 persen normal. “Kita belum tahu berapa lama pemulihan akan selesai karena ini merupakan gangguan alam. Tim kita juga masih mencari di mana lagi jaringan distribusi yang tertimpa pohon,” ujarnya.
Saat ini, PLN berupaya mengoptimalan pembangkit yang ada. Mulai dari pembangkit Sungai Juaro, Kramasan, Borang, PLTMG Musi dan lainnya untuk mengcover wilayah masing-masing. “Defisit akibat pemadaman yang terjadi sekitar 5-10 MW.”
Dikatakan, PLN Cabang Kota Palembang juga melakukan one day service bagi pelanggan yang ingin menambah daya sampai 6.600. Pelaksanaan tersebut dikhususkan pelanggan dalam kota. “Kita lakukan ini karena ini transparansi antara pelanggan dan PLN dan tidak ada unsur percaloan,” kata Rahimuddin lagi.
Syarat yang diperlukan, pelanggan cukup datang sendiri ke PLN dengan membawa rekening listrik terakhir. Penambahan daya bisa dilaksanakan jika trafo yang ada pada tiap daerah memenuhi daya yang ada alias tidak overload. “Namun hanya pada level tarif yang sama. Misalnya R1 dengan daya antara 450-2.200 watt, lalu pada R2 2.200-4.400 watt. Apabila lewat bukan pada level tarif yang sama. Nanti juga dijelaskan apa hak dan kewajiban pelanggan. Satu hari selesai dalam penambahan daya tersebut,” pungkasnya. (mg44/mg29)
Sumatera Ekspres, Selasa, 10 November 2009.














dan berkata
hari pahlawan… banyak korban jiwa waktu itu… padam… padam listriknya…