SUDIRMAN – Tiga aspek pokok memaknai peringatan Hari Sumpah Pemuda sebagai salah satu tonggak utama sejarah nasional. Pemuda dituntuk berani memperkokoh pilar persatuan dan kesatuan bangsa. Serta memiliki visi kebangsaan dan mampu membebaskan diri dari penindasan.
Memperingati Hari Sumpah Pemuda merupakan wujud penghormatan dan penghargaan terhadap pendahulu dan semua pahlawan kusuma bangsa. Khususnya para penggagas dan deklarator, dimana nilai strategis Sumpah Pemuda sebagai salah satu tonggak utama sejarah nasional,” kata Pangdam II/Swj Mayor Jendral TNI Mochammad Sochib SE MBA selaku inspektur upacara di Lapangan Apel Makodam II/Swj.
Wujud memperkokoh nilai-nilai Sumpah Pemuda sebagai tonggak utama sejarah terletak dalam tiga aspek. Pertama, pemuda harus memiliki kesadaran, semangat tinggi dalam menyangga persatuan dan kesatuan.
Kedua, adanya visi kebangsaan pemuda yang tajam, cerdas untuk bersatu terbebas dari segala penindasan dan penjajahan lain.
Aspek yang terakhir, sambung Pangdam, diawali deklarasi Sumpah Pemuda, bangsa ini sudah mulai bangkit. Dalam menegakkam persatuan dan kesatuan, dengan semangat kebangsaan. Agar mampu membebaskan diri dari penindasan serta membangkitkan solidaritas perjuangan nasional.
“Hari bersejarah seperti ini senantiasa dijadikan momentum untuk melakukan refleksi historis. Agar senantiasa melakukan instrospeksi serta memetik pelajaran dan hikmah, dari setiap episode perjuangan nasional bangsa Indonesia,” jelas Pangdam di hadapan seluruh peserta upacara, kemarin (28/10). (mg27)
Sumatera Ekspres, Kamis, 29 Oktober 2009.













