Tata Ulang Akses Perkampungan.


PALEMBANG Wali Kota Palembang, Ir H Eddy Santana Putra MT meminta masyarakat tidak lalai hingga menyebabkan terjadinya kebakaran. Apalagi, saat ini musim kemarau dan suhu udara masih ekstrem.

Ke depan, Eddy juga berjanji akan menata dan membuat akses jalan keluar masuk yang nyaman di pemukiman masyarakat. Khusus penataan pemukiman padat, kemungkinan diatasi dengan membangun rumah susun, rusunawa, ataupun rumah murah. “Yang jelas akses di perkampungan kita tata,” ujar Eddy kepada wartawan, kemarin.

Khusus korban kebakaran dua RT di Sungki, Kertapati berjumlah 95 KK atau 363 jiwa, akan mendapatkan bantuan materi. “Ada 78 rumah yang dilalap sijago merah. Kita akan urus dengan baik. Bantuan materi segera menyusul,” janji Eddy.

Malam kejadian, 30 September, Eddy bersama Wawako Romi Herton dan Ketua DPRD Harnojoyo telah meninjau lokasi kebakaran. “Kita langsung melakukan pengendalian di sana. Membuat posko di Kelurahan Ogan Baru dan tempat penampungan sementara di tiga masjid. Juga mendirikan dapur umum di kelurahan.”

Setidaknya, Pemkot Palembang langsung membelikan 1.000 nasi bungkus pada malam kebakaran terjadi. Kemarin, kembali Pemkot memberikan 1.000 nasi bungkus. “Pemkot juga mengirimkan 1 ton beras bagi korban kebakaran,” jelasnya.

Eddy juga berharap masyarakat yang kena musibah dapat tenang dan tawwakal. Dari jajaran Pemkot akan berusaha membantu terutama dari segi makanan dan kesehatan.

Sementara, Wakil Gubernur Sumsel, H Eddy Yusuf SH MM didampingi Kadinsos Dra Hj Ratnawati meninjau langsung lokasi kebakaran di Kelurahan Ogan Baru, Kertapati. Secara simbolis Wagub menyerahkan bantuan Pemprov kepada para korban kebakaran.

Bantuan berupa 1 ton beras, 100 dus mi instan, 25 dus Sardencis, 150 buah baju kaos, 150 buah daster, 300 buah kain sarung, 200 buah kain panjang, 50 pakaian SD untuk siswa laki-laki, 50 pakaian SD siswa perempuan, 100 wajan, 100 panci, 100 teko, 100 tempat nasi, 100 centong nasi, 50 kid ware dan 1.200 buah piring. “Bantuan ini mungkin tak mencukupi, namun kita bersama Pemkot akan terus mengupayakan membantu kesusahan korban kebakaran ini,” kata Eddy.

Kadinsos Sumsel, Dra Hj Ratnawati didampingi Kabid Banjamsos Drs MS Sumarwan mengatakan, pihaknya melakukan segala upaya untuk membantu korban kebakaran di Kertapati. “Kita dirikan pula dua unit tenda penampungan yang dilengkapi dengan 20 palbed untuk warga istirahat,” jelasnya.

Camat Kertapati, Zaini Rivai SSos mengatakan, korban kebakaran merupakan warga dua RT yang berbeda lorong namun saling berdekatan. Yakni RT 30/05 ada 51 kepala keluarga (KK) atau 194 jiwa yang kehilangan 46 tempat tinggal. Sedang di RT 58/05, ada 44 KK atau 169 jiwa yang kehilangan tempat tinggal dalam kebakaran itu. “Di antara yang menjadi korban, mereka masih sekolah dan kuliah. Mereka juga butuh bantuan peralatan sekolah,” katanya. Jumlahnya 65 orang, terdiri 33 orang siswa SD, 17 siswa SMP, 11 siswa SMA dan 4 orang mahasiswa. (46/22/mg27/mg35)

1. 700 Warga Hilang Tempat tinggal

2. Tata Ulang Akses Perkampungan

3. Pasrah, Ijazah dan Berkas Lamaran Ikut Terbakar

Sumatera Ekspres, Jumat, 2 Oktober 2009.

About Iwan Lemabang
aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s