Pasrah, Ijazah dan Berkas Lamaran Ikut Terbakar.


PANDANGAN mata Reza terus mengarah pada puing rumah yang selama ini menjadi tempat tinggal dia bersama keluarga lainnya. “Habis semua, Kak. Nyaris sama sekali tak ada barang yang bisa diselamatkan dari jilatan api,” tutur Reza seolah masih tak percaya dengan musibah kebakaran yang dialaminya bersama ratusan warga lain.

Badan bersimbah peluh dengan satu-satunya pakaian yang melekat di tubuh, Reza sepertinya tak putus harapan. Ia bersama tetangganya terus mengais dan mengutak-atik bongkahan tanah yang telah menghitam di lokasi rumahnya yang terbakar. “Ijazah dan berkas lamaran untuk tes kehakiman yang baru saya buat turut terbakar. Saya berharap masih bisa menemukan, meskipun itu sangat tidak mungkin. Lihat sendiri kan. Sudah jadi arang semua,” katanya sembari mengangkat puing gas dan beberapa perabotan dapur yang sudah gosong.

Soal penyebab kebakaran di lorong sekolahan RT 30, Kelurahan Ogan Baru itu, Reza yang baru menamatkan pendidikan pada Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Palembang itu mengaku tidak tahu pasti. Hanya, ia menduga sumber api dari korsleting listrik. Dugaan ini sama dengan yang disampaikan oleh Camat Kertapati, Zaini Rivai SSos. “Saya kira korsleting listrik berasal dari rumah yang dihuni keluarga Athun. Letak rumahnya persis berdampingan dengan rumah saya,” tutur pemuda 19 tahun ini sembari rumah dimaksud.

Dikatakan, saat kejadian Athum sedang kuliah. Sedangkan, anaknya yang berusia satu tahun ia titipkan dengan keluarga. “Tapi, sejak kejadian hingga kini Bu Athun dan keluarganya sama sekali tak terlihat,” beber Reza diiyakan sejumlah korban kebakaran yang lain.

Reza, yang anak ketua RT 30 bernama Pasmi menambahkan, sehari-harinya Athun sebagai PNS guru yang mengajar di Ogan Ilir (OI). Sedangkan, suaminya bekerja di bengkel yang sejak kejadian hingga sekarang juga menghilang. “Kini hampir semua warga yang rumahnya terbakar meminta pertanggungjawaban di (Bu Athun, red). Mengapa mereka meninggalkan rumah dalam kondisi seperti itu? Kalau soal ikhlas menerima musibah ini kita ikhlas,” kata Reza diiyakan warga lain bernama Syarifuddin.

Sementara, posko kebakaran Sungki yang dipusatkan di Kantor Lurah Ogan Baru tampak penuh dengan bantuan. Mulai dari sembako, pakaian layak pakai, selimut hingga perabotan dapur seperti panci dan wajan. Disini lain pihak Palang Merah Indonesi (PMI) Kota Palembang membuka posko pengobatan secara cuma-cuma. “Korban pasti membutuhkan layanan kesehatan,” ujar seorang perawat. (22)

1. 700 Warga Hilang Tempat Tinggal
2. Tata Ulang Akses Perkampungan
3. Pasrah, Ijazah dan Berkas Lamaran Ikut Terbakar

Sumatera Ekspres, Jumat, 2 Oktober 2009.

About Iwan Lemabang
aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s