Pendatang Wajib Lapor.
25 September 2009 Leave a comment
Pasca Lebaran
SUKARAMI – Tewasnya gembong teroris nomor wahid, Noordin M Top, di Solo, Jawa Tengah bukan akhir dari teror di Indonesia. Sebaliknya kewaspadaan tetap terus ditingkatkan di masing-masing lingkungan masyarakat. Khususnya bagi pendatang baru yang membanjiri metropolis pasca-arus balik Lebaran.
Nah, antisipasi tersebut telah diambil pihak kecamatan, kelurahan dengan berkoordinasi bersama tokoh masyarakat dan RT dilingkungan pemukiman. Salah satunya yakni mendata kembali pendatang baru di tempat indekosan, penginapan, maupun pemukiman padat penduduk.
Sekretaris Camat Sukarami, Agus Riyal AP MSi, mengatakan, sesuai Surat Edaran Wali Kota Palembang agar pendatang yang tinggal di pemukiman warga lebih dari 24 jam untuk melapor. Bahkan langkah ini, bakal dilanjutkan untuk kembali mendata pendatang musiman usai Lebaran.
“Pasti ada pendatang baru dari daerah maupun luar Kota Palembang yang mengadu nasib. Sehingga mereka memilih untuk tinggal bersama saudaranya yang sebelumnya telah menjadi warga tetap. Namun, alangkah baiknya, pendatang baru melapor ke ketua RT setempat,” kata Agus.
Selain itu, pihaknya berharap pengamanan di lingkungan pemukiman masyarakat tetap dijalankan. Yakni mengaktifkan siskamling, tamu yang menginap di lingkungan warga wajib lapor 24 jam. “Lha, siapa tahu, jaringan Noordin larinya ke Sukarami. Mereka menyusup melalui topeng kepulangan arus balik,” beber Agus tersenyum.
Sementara itu, beberapa waktu lalu petugas Kecamatan Alang-Alang Lebar (AAL) berkoordinasi bersama Polsek Sukarami telah melakukan pendataan KTP warga pendatang di beberapa indekosan di wilayahnya. Hasilnya, beberapa warga pendatang memiliki tiga identitas KTP sekaligus.
Camat AAL, Drs Kgs Sulaiman Amin, menjelaskan, pendatang musiman pasca-Lebaran memang menjadi tradisi tahunan. “Saudara yang sukses di sini, membawa sanak saudaranya untuk mengadu nasib. Alhasil, warga pendatang baru tersebut, tidak melaporkan kedatangannya ke ketua RT setempat,” imbuhnya. (mg27)
Sumatera Ekspres, Jumat, 25 September 2009.








Komentar: