Giliran Kabut Radiasi Mengancam.


Garuda Tujuan Jambi Divert di SMB II

SUDIRMAN Turunnya hujan lokal di beberapa daerah di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menyebabkan jumlah hot sport berkurang. Sehingga kabut asap tidak tampak lagi menyelimuti wilayah Palembang dan daerah lainnya. Namun perubahan musim ini menimbulkan ancaman baru, yakni adanya kabut radiasi.

Seperti yang terjadi pada sore hingga keesokan harinya atau pada Selasa (22/9) hingga kemarin. Kabut radiasi terjadi mulai pukul 18.00-07.00 WIB. Ini akibat hujan lokal pada siang hari yang membentuk penguapan dan kabut radiasi pada pagi hari. Kondisi ini berlangsung hanya setengah jam hingga satu jam lebih.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) SMB II Palembang, Agus Santosa, menjelaskan, kabut asap di beberapa titik mulai berkurang. Tapi digantikan kabut radiasi yang timbul karena perubahan musim dari kemarau ke penghujan. “Kondisi sekarang ini didominasi kabut radiasi. Sebab akan memasuki musim pancaroba. Kondisi normal pada bulan Oktober memasuki musim penghujan dengan kelembaban 98 derajat,” beber Agus.

Hal yang sama dikatakan Sekretaris Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pengendalian Kebakaran Hutan Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Sumsel, Ahmad Taufik. “Sekarang hot spot sudah stabil di beberapa daerah. Sebab, di beberapa daerah diguyur hujan beberapa hari terakhir,” katanya.

Sementara itu, pesawat Garuda Indonesia rute Jakarta-Jambi mengalihkan pendaratan (divert) di Bandara SMB II Palembang, kemarin (23/9) pukul 08.22 WIB. Pesawat jenis Boieng 737-300 yang membawa penumpang 51 terpaksa divert akibat kabut asap di Bandara Sultan Taha Saifudin, Jambi. “Akibat kabut asap di Kota Jambi, pesawat rute Jakarta-Jambi mengankut 51 penumpang terpaksa mendarat di Bandara SMB II Palembang sekitar pukul 08.22 WIB, kembali ke Jambi pukul 09.43 WIB. Alasannya karena kabut, akibatnya penumpang menunggu dan sekalian mengisi bahan bakar,” beber Kepala Stasiun Garuda Indonesia di Bandara SMB II, Yunarto, kemarin. (mg27)

Sumatera Ekspres, Kamis, 24 September 2009.

About Iwan Lemabang
aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s