Tolerir Kenaikan Harga 10-15 Persen.


SIDAK : Wako Eddy Santana Putra MT berbincang dengan pedagang daging saat sidak ke sejumlah pasar, kemarin
http://lemabang.files.wordpress.com/2009/09/lemabang1.jpg?w=630
Foto: H Dulmukti Djaja/Sumeks

Permintaan Daging Naik 100 Persen

PALEMBANG Pasar tradisional Cinde Jl Jendral Sudirman pagi kemarin (15/9) dikejutkan dengan kunjungan Wali Kota Ir H Eddy Santana Putra MT. Bersama jajaran, Wako memantau harga kebutuhan harga kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) jelang Idul Fitri.

Menggunakan pakaian hitam, Eddy tampak santai masuk ke lorong dalam pasar yang cukup becek. Dengan nada ramah, satu per satu ia menanyakan harga sembako, sayur hingga daging kepada para pedagang. “Ini berapa harganya?” ucap Eddy sembari menunjuk tumpukan daging kepada seorang pedagang

Kedatangan Eddy dimanfaatkan para ibu rumah tangga yang tengah belanja sekedar berjabatan tangan dengan pria yang telah dua periode memimpin Palembang. Bahkan, saat hendak naik ke bus menuju Pasar Lemabang, Eddy sempat ditodong beberapa pemuda dan anak kecil. Sempat berdialog, Eddy mengeluarkan lembaran uang kepada rombongan yang mengaku membutuhkan uang.

Secara umum Eddy menilai terdapat kenaikan harga. Kisarannya 10 hingga 15 persen. Namun, kenaikan itu dikatakannya masih bisa ditolerir. Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang baru bergerak ketika kenaikan mencapai 20 persen. Itupun bukan melalui pasar murah, karena tidak terlalu segnifikan membantu daya beli masyarakat. Misalkan kenaikan harga daging Rp5 ribu/kg. “Berikan saja subsidi Rp5 ribu itu kepada pedagang.” tukasnya.

Harga daging sapi kemarin berkisar Rp65 ribu. Daging Rp25 ribu/kg, telur ayam negeri Rp12.500/kg, beras selancar 20 kilonya Rp117 ribu, sebelumnya Rp114 ribu. Beras Parkit Rp145 ribu.

Harga bawang merah Rp13 ribu, bawang putih Rp16 ribu, naik dari harga sebelumnya Rp8 ribu/kg. Lonjakan mencolok terjadi pada harga cabe merah dan cabe rawit. Dari harga 20 ribu, kini tembus Rp40/kg.

Kepala Dinas (Kadin) Pertanian Perikanan dan Kehutanan (DP2K), Ir Masriadi menambahkan tingkat pemotongan hewan di RPH Gandus meningkat 100 persen lebih. Untuk memenuhi permintaan masyarakat, tiap hari RPH memotong 125 ekor sapi ukuran besar (1 sapi sekitar 200kg). Padahal, normal RPH hanya memotong 60 ekor sapi. Kebutuhan ini diperkirakan bakal meningkat tajam H-3 hingga H-1 nanti.

Dengan harga daging sapi yang mencapai Rp65 hingga Rp70 ribu saat ini, dan di perkirakan terus menanjak. Masriadi menyarankan pilihan daging beku. Harga daging import asal Australie ini lebih murah. Berkisar di angka Rp50 ribu/kg. Masalah stok, cukup banyak. Di Makro saja, mencapai 12 ton. “Stok sapi siap potong juga aman. Ada 2.500 sapi yang berada di pedagang,” tandasnya. (mg17/mg44)

Sumatera Ekspres, Rabu, 16 September 2009.

About Iwan Lemabang
aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s