Wawako : Ini Kota Religius.


PALEMBANG Sekitar 35 ribu pelajar SMP/MTs, SMA/SMK/MA negeri dan swasta se-Kota Palembang, kemarin, tumplek blek di Masjid Agung. Kedatangan mereka mengikuti khataman Al-Qur’an yang diselenggarakan Pemerintah Kota melalui Dinas Pendidikan Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang.

Sayangnya, siswa-siswa tersebut bukan hanya memadati balkon dan ruangan Masjid Agung, mengikuti acara khatam Al-Qur’an. Sebagian dari mereka berhamburan keluar, kongko-kongko di lapangan Masjid Agung dan naik ke teras atas.

Kabid Pemuda Disdikpora Kota Palembang, Ahmad Zulianto SPd MM mengatakan, target semula yang hadir sekitar 20 ribu siswa. Tetapi, justru yang datang tak kurang dari 35 ribu siswa dan guru, karena antusias mereka mengikuti khataman Al-Qur’an. “Dua balkon Masjid Agung ini saja kapasitasnya cuma 20 ribu siswa . Terpaksa sisanya di luar mengingat kapasitas juga terbatas,” ujarnya.

Kepala Disdikpora, Hatta Wazol mengatakan, dari total siswa/siswi SMP 80 ribu SMA 78 ribu, diputuskan masing-masing 10 ribu pelajar. “Pelaksanaannya memang betul-betul terkoordinasi dengan baik. Setiap satu sekolah diberi tugar per kelompok terdiri dari 25 siswa dan 1 guru,” ujar Hatta. Jika satu kelompok mengirim 4 kelompok berarti ada 100 siswa yng sudah khatam Al-Qur’an, ditambah 4 guru, dan 1 kepala sekolah.

Ini terstuktur dan mereka punya absen yang benar. “Makanya kita saksikan semua ruang di Masjid Agung ini terisi oleh anak-anak kita,” ujarnya. Yang hadir adalah yang sudah khatam di sekolah, karena hampir semua sekolah di Kota Palembang negeri dan swasta setiap pagi 5 hingga 15 menit membaca Al-Qur’an.

“Pak Wawako telah meminta kegiatan ini dianggarkan dalam APBD tahun depan. Karena itu, tahun depan Insya Allah khatam Al-Qur’an bukan hanya menyasar siswa SMP/SMA, tetapi juga mulai dari TPA/SD,” ujar Hatta. Kegiatan ini sendiri menelan dana sekitar Rp 30 juta berasal dari sponsor dan guru.

Wakil Wali Kota Palembang, Romi Herton mengakui kegiatan ini yang pertama kali dilakukan Disdikpora. “Ini sangat baik untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan para pelajar kita sehingga lahirlah para dai dan kiai. Di samping itu, mengindikasikan kota kita kota religius,” ujar Romi.

Ke depan, kata Romi, semua pihak harus komitmen. Kalau perlu kegiatan serupa ini patut di-backup oleh APBD. “Tak cukup hanya mengerti ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi setiap pelajar juga mesti dibekali dengan iman dan ketakwaan. Salah satunya gemar membaca Al-Qur’an. Karena Al-Qur’an juga sumber ilmu pengetahuan.”

Ustadz Drs H Solihin Hasibuan dalam taushiyahnya mengatakan, “Kalau kita hidup bersama Al-Qur’an, maka semua yang kita lakukan adalah ibadah. Kedua hidup ini akan bercahaya. Ketiga akan menjadi orang yang mulia,” lanjutnya. Yang penting sekarang bagaimana mengelola dunia ini agar dunia dapa dan akhirat juga dapat.

Sementara itu, usai taushiyah, khatam Al-Qur’an dituntaskan dengan pembacaan ayat-ayat pendek oleh pelajar yang hadir. Tapi mirisnya sebagian siswa justru masih ada saja yang kongko, nongkrong, ngobrol dan berkeliaran di sekitar Masjid Agung. (mg29)

Sumatera Ekspres, Selasa, 8 September 2009

About Iwan Lemabang
aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s