Marhaban Yaa Ramadhan.


KH Drs Ahmad Mudatsir AM

KAMI semua telah siap menyambutmu karena kau dikirim Allah untuk menyenangkan kami, engkau dikirim Allah untuk menentramkan hati kami. Kami bangga menyambut kehadiranmu, disamping bawaanmu yang begitu banyak menguntungkan kami. Karena kami juga menyambut ungkapan jujungan kami sang kekasih agung Muhammad Rasulullah SAW, beliau menyatakan: “Barang siapa merasa senang dengan kehadiran Ramadhan, maka Allah mengharamkan jasadnya buat api neraka.”

Memang sebelum itu Allah SWT, telah mendeklarasikan tentang kehadiran Ramadhan yang dipateri dalam QS.2.185. “Adalah bulan Ramadhan, yang didalamnya telah diturunkan Al-Qur’an (yang berfungsi) sebagai petunjuk bagi sekalian manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu, dan pembela (antara yang hak dan yang bathil) karena itu barang siapa di antara kamu mengetahui kehadirannya, berpuasalah…..”

Ramadhan memang fenomenal. Saking fenomenalnya seantero dunia yang muslim maupun non-muslim sangat diuntungkan. Bahkan secara materi selalu non-muslim yang lebih cekatan mengambil keuntungan dan itu sikap yang membedakan antara muslim dan non-muslim, karena mereka hanya berpikir sesaat untuk “menikmati kenikmatan.”

Sebagai pengikut setia ajaran Rasulullah SAW, keuntungan akhirat adalah lebiu urgen, karena kita sadar sesadar-sadarnya bahwa keuntungan dunia sifatnya sangat sementara dan kenikmatan dunia pun bersifat angan-angan. Dalam bahasa sehari-hari “seakan-akan kita kaya” artinya bagaimana orang melihatnya, buktinya betapa bahagianya Mas Kunto, yang hidup di kolong jembatan tanpa disampingnya tumpukan harta, dan merekapun dengan sukacita mampu menyambut Ramadhan dengan segala kesibukannya, masjid, mushala, dan tempat-tempat mengabdi kepada Allah semuanya berbenah diri, bukan materi yang mereka harapkan, tetapi ketentraman hati bersama Ramadhan yang mulia mereka bersukacita.

Maka para ahli hikmah menyatakan, ada tiga bulan yang berurutan yaitu Rajab, Sya’ban dan Ramadhan, ketiganya banyak membawa keberuntungan bagi umat manusia yang beriman, Rajab untuk banyak beristighfar pada Allah dari segala dosa yang melekat di badan, Sya’ban untuk memperbaiki hati yang kotor dengan kerak-kerak maksiat. Sedang Ramadhan untuk memancarkan cahaya hati yang menyinari perjalanan ummat manusia menuju ke pangkuan Allah SWT dalam rengkuhan ridha-Nya.

Yang menjadi masalah sekarang adalah benarkah kita mampu melaksanakan puasa dengan sebenar-benarnya puasa. Benarkah puasa kita akan benar-benar mampu membawa perubahan kebaikan, benarkah puasa kita tidak hanya sekedar tidak makan, tidak minum dan tidak banyak omong ngawur, tetapi benarkah puasa kita benar-benar mampu untuk “tidak” ribut, tidak menggunjing, tidak curang, tidak rakus dan berbagai macam tidak, yang jelas puasa kita benar-benar tidak membiarkan pelampiasan hawa nafsu.

Marhaban Yaa Ramadhan, Yaa Syahrusshobri, Yaa Syahrussyukri, Yaa Syahrul Maghfirah, Yaa Syahrur Rahmah, wa Yaa Syahrul Barokah.

(Penulis adalah pengasuh Pesantren Al-Azhar Indonesia Sungai Lilin, Muba)

Sumatera Ekspres, Sabtu, 22 Agustus 2009.

1 Ramadhan 1430 H

About Iwan Lemabang
aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

One Response to Marhaban Yaa Ramadhan.

  1. JezNick says:

    Selamat Menjalankan Ibadah Puasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s