Ganti Hiburan Nuansa Islami.
20 August 2009 Leave a comment
Tutup H-2 Hingga H+3 Ramadhan
SEBULAN tutup, bukan berarti tanpa kegiatan. Pengelola sejumlah tempat hiburan sudah menyiapkan program yang diyakini lebih Islami. Apa itu? “Selama Ramadhan, kita memang turn table sejenak. Seluruh karyawan otomatis libur. Tapi, nantinya akan ada kegiatan yang bersifat sosial keagamaan. Programnya sekarang tengah dipersiapkan pihak manajemen,” ungkap Agus Sunaryo, General Manager (GM) PT Okta Pilar Abadi (OPA), pengelola tempat hiburan Centre Stage kepada Sumatera Ekspres, kemarin.
Agus, yang didampingi Public Relation (PR) PT OPA, Putri Kamila mengatakan, di antara kegiatan tersebut seperti buka puasa bersama anak panti asuhan. Pelaksanaannya dilakukan di luar ruang entertainment centre. “Itu karena kita mentaati SK Wali Kota,” ujarnya.
Kepada pihak keamanan, Agus berharap agar bersikap tegas kepada siapa pun pengelola hiburan yang berani membuka usahanya alias melanggar SK Wako tentang penutupan tempat hiburan tersebut. “Kalau dibiarkan, dapat merusak citra aparat keamanan itu sendiri. Intinya, kita minta mereka tegas dalam menjalankan aturan yang telah disepakati bersama,” sebut dia.
Hal senada diungkap oleh pengelola TJ Karaoke and Club di Hotel Jayakarta Daira yang bakal stop operasional selama sebulan penuh. “Selasa (18/8) merupakan kali terakhir lokasi hiburan di hotel ini operasional. Selama Ramadhan kegiatan akan diganti dengan memperdengarkan musik bernuansa Islami,” ujar PR Hotel The Jayakarta Daira, Hera Yulianti, tadi malam.
Selain itu, menurut Hera, pihaknya tengah memrogramkan acara bazar Ramadhan di lobby hotel yang diikuti sedikitnya 15 stan yang menjual aneka makanan, snack, dan kue. Termasuk, perlengkapan ibadah dan busana muslim. “Nanti, selain diisi pedagang lokal kita juga datangkan dari Jakarta. Soal kualitas bahan kita jamin tidak kalah dengan yang dipajang di mall dan pusat perbelanjaan modern lain,” katanya promosi.
Selain bazar, dalam menyemarakkan syiar Ramadhan, manajemen Hotel Jayakarta juga menggelar serangkaian kegiatan bakti sosial. Mulai dari buka bersama dengan anak-anak panti asuhan hingga pembagian paket Lebaran kepada warga yang kurang mampu di sekitar hotel.
Berbeda dengan Selabrity Restaurant and Karaoke. Kemarin malam merupakan operasional terakhir. “Sebagai gantinya mungkin kami bakal lebih menggencarkan promo di restoran. Terutama, menyiapkan menu khas Ramadhan dan memberikan harga spesial, meski harus diakui bakal terjadi penurunan omzet. Tapi, itu sudah menjadi risiko, ketimbang mesti berurusan dengan aparat kalau dilanggar,” tegas Dedy, akuntan manajer Selebrity Restaurant and Karaoke.
Selain promo makanan, kata Dedy, moment Ramadhan sekaligus ajang intropeksi dan perbaikan terhadap segala pelayanan yang ada. “Kita juga bakal fokus pada perbaikan manajemen dan interior di dalam, karena memang waktunya lebih sebulan,” ucapnya.
Tak jauh beda, penutupan juga dilakukan oleh Princess club and Lounge yang justru sudah memilih menutup usaha hiburan malamnya sejak 15 Agustus lalu. “Selain menghormati bulan puasa, kita juga bakal melakukan perombakan dari sisi desain interior ruangan,” ucap Arif, PR Princess, club and Lounge. (22)
Sumatera Ekspres, Kamis, 20 Agustus 2009.








Komentar: