November, Bus Trans Musi Operasi.
19 August 2009 Leave a comment
PALEMBANG – Bus rapid transit (BRT) Trans Musi akan mulai beroperasi November tahun ini. Karena jumlahnya masih terbatas, tahap pertama ini baru dioperasikan 10 unit. Rencana itu diungkapkan Wali Kota Palembang, Ir H Eddy Santana Putra MT, kemarin (18/8). “Insya Allah November bisa operasional. Sementara, bantuan 20 bus dari APBN masih kita ragukan kapan datangnya,” kata Eddy.
Untuk tahap pertama, Pemkot Palembang melalui Dinas Perhubungan Kota baru menyiapkan dua koridor. Yakni jalur Sako–Kambang Iwak (KI) dan Terminal Alang-Alang Lebar (AAL)–Ampera. Sementara, jalur Bandara SMB II–PIM yang masuk rencana tahap I terpaksa ditunda. “Trans Musi ini tidak ribet. Menghubungkan utara-selatan, timur-barat. Berputar-putar di sana saja, jadi bisa meminimalisir tingkat kemacetan,” bebernya.
Sengaja tidak dibuat tiga koridor, karena kondisinya tidak memungkinkan. Jika dipaksakan tiga koridor, maka jarak antarbus bisa 15 menit, belum lagi macet. Terlalu jauh dan terlalu jauh dan terlalu lama penumpang menunggu. Kalau begitu penumpang malah naik angkot lagi. “Kita harapkan kalau jumlah bus banyak, bisa 5 menit sekali bus datang,” tambah lanjut Kadishub Kota Palembang, H Edi Nursalam.
Alasan lain, jalur bandara masih sepi, makanya belum jadi prioritas. Untuk menunjang dua koridor ini akan dibangun 74 titik halte di sepanjang koridor tersebut. Anggaran yang diperlukan membangun tiap halte Rp 60-70 juta. “Sejumlah 56 dibiayai APBD dan 18 dari pihak swasta,” ujarnya. Dishub juga akan membangun halte transit di simpang Polda karena simpang ini pertemuan antara dua koridor.
Jadi, kalau penumpang dari Sako mau ke AAL, turun di halte transit simpang Polda, tinggal naik BRT Trans Musi jurusan AAL. Tidak perlu bayar lagi selama penumpang tersebut tidak keluar dari halte,” katanya. Halte-halte tersebut sedang dalam proses pembangunan. Untuk ongkos akan menggunakan Smart Card, semacam kartu prabayar seperti beli pulsa. Sekali naik bayar Rp3 ribu. Pemkot akan mengembangkan itu. Namun, jika teknologi ini belum ada, maka pembayaran secara manual, bisa tiket kertas atau tiket plastik.
“Kita juga sudah tawarkan pengelola BRT Trans Musi kepada swasta. Ada sekitar 15 perusahaan bus (PO) di Palembang dan yang aktif 6 PO,” tukasnya. Dengan catatan, bus Trans Musi harus AC, mengangkut dan menurunkan penumpang di halte, dan sopir digaji. Sejauh ini belum ada yang berminat, karena operasional bus kota PO masih banyak. Perlahan-lahan, semua penumpang akan dialihkan ke Trans Musi.
Dishub tidak lagi memperpanjang trayek buskota yang habis masa. Sekarang tinggal 560 bus, mungkin nanti hanya 300 bisa. “Kita pastikan September bus sudah siap uji coba dan siap operasional,” tukasnya. Saat ini ada 320 orang yang berminat jadi kondektur, akan diambil 70 orang. Setelah mengantongi sertifakat pengemudi angkutan umum (SPAU) langsung diterjunkan. Tahap pertama baru 70 kondektur, dengan pembagian dua shift dan jam operasional pukul 06.00-20.00 WIB. (mg29)
Sumatera Ekspres, Rabu, 19 Agustus 2009.








Komentar: