Eddy : 60 Tahun Merdeka, Masih Byar Pet.
8 August 2009 Leave a comment
PALEMBANG – Krisis listrik yang melanda Provinsi Sumatera Selatan belakangan, mendapatkan tanggapan dari Wali Kota Palembang Ir H Eddy Santana Putra MT. “Kita sudah sampaikan kepada PLN, bulan Ramadhan diminta tidak ada pemadaman listrik. Sebab, kalau byar pet, akan mengganggu aktivitas puasa terutama saat sahur dan berbuka,” ujarnya kepada wartawan, kemarin (8/8).
Hanya saja, kata Eddy, ia menyayangkan pertemuan dengan PT PLN Cabang Palembang untuk menindaklanjuti persoalan listrik, kemarin batal. “PLN katanya menerima kunjungan siswa Lemhanas,” katanya.
Ditunda sampai kapan? Eddy mengakui masih akan dikoordinasikan lagi dengan PLN. Sebab, tambah dia, Pemkot Palembang memaklumi permasalahan yang dihadapi PLN mulai dari pembangkit rusak, defisit, kapasitas turun, musim kemarau. Tapi, setidaknya harus ada solusi yang berarti.
“Harus ada jalan keluar misalnya untuk Kota Palembang ini diberikan genset cadangan, atau apalah solusinya,” beber Eddy. Karena listrik kebutuhan dasar seperti air dan jalan bagi masyarakat, maka itu mesti jadi prioritas. “Harusnya kita malu 60 tahun merdeka tapi kondisi listrik masih seperti ini. Byar pet-nya listrik tentu sangat merugikan semua masyarakat, pengusaha, instansi seperti PDAM, dan lain sebagainya,” tandasnya.
Sementara itu, seringnya pemadaman listrik bergilir, 7 hingga 8 jam mulai menuai protes masyarakat. Kemarin, puluhan orang mengatasnamakan Masyarakat Miskin Kota (MMK) berdemo ke DPRD Provinsi Sumsel.
“Byar pet menyebabkan alat elektronik banyak yang rusak. Belum lagi, tagihan listrik bulan Juli melonjak hingga 100 persen,” ujar koordinator aksi Arifin Kalender.
Paling parah akibat pemadaman listrik PLN, tambah dia, kebakaran di kawasan 5 Ulu. “Kini, ratusan KK kehilangan tempat tinggal akibat lilin. Jelas, itu dampak pemadaman listrik dari PLN,” tukasnya.
Ramlan Holdan, sekretaris Komisi III DPRD Sumsel mengatakan, pihaknya akan memonitor kinerja PLN hingga Desember mendatang. (mg29/mg35)
Sumatera Ekspres, Sabtu, 8 Agustus 2009.








Komentar: