Ekspansi Pasar Modern Distop.
7 August 2009 Leave a comment
PALEMBANG – Pemerintah kota ini memilih membatasi ruang ekspansi pasar modern dari luar. Kebijakan tersebut semata-mata untuk memberi peluang kepada pelaku lokal yang akan membangun pasar modern berskala kecil seperti minimarket.
“Kita tahan dulu sementara ini, misalkan ada pasar modern dari luar yang ingin membuka cabang di metropolis,” kata Wali Kota Palembang, Eddy Santana Putra usai bersilaturahmi dengan perwakilan PT Carrefour Indonesia, kemarin (6/8).
Eddy menyebutkan, saat ini Alpamart telah mengajukan perizinan. Hanya saja, Pemkot belum menyetujui. “Ruang yang tepat ‘kan belum ada. Saat ini mall juga sudah cukup, belum ada penambahan. Barangkali nanti di Talang Kelapa,” ujarnya.
Lanjut Wako, dalam pandangannya di kota yang dipimpinnya ini keberadaan pasar modern sudah lebih dari cukup. Ada Makro, Diamond, Hypermart, dan Carrefour. “Jika Carrefour misalkan mau buka minimarket ritel nanti dulu, kita tahan sementara. Kita tetap prioritas dulu kepada pelaku industri lokal.”
Diakuinya, kedatangan Carrefour semata untuk memperkenalkan dan menceritakan soal usaha kecil dan menengah (UKM). “Carrefour mengaku banyak menyerap tenaga kerja. Selain itu, juga sebagai pasar petami buah, sayur, dan ikan. Jadi, kehadiran Carrefour juga memiliki manfaat yang besar untuk perekonomian Palembang.”
Hanya saja, tambah Eddy, ia meminta ada pembinaan ke depannya sehingga manfaat keberadaan Carrefour lebih terasa ke UKM. “Saya kira itu dulu yang perlu dipikirkan,” ujarnya lagi.
Menurut Eddy, ia tidak menutup mata bahwa awalnya Carrefour yang menggerakkan Palembang Square (PS) Mall sehingga manjadi ramai dan Palembang semakin bagus. “Kendati sempat didemo, saya tidak pernah melihat Carrefour memonopoli. Sebab, di Palembang banyak pasar modern lain yang juga bertaraf besar.” (mg29)
Sumatera Ekspres, Jumat, 7 Agustus 2009.








Komentar: