Waktu Yang Takkan Kembali
3 August 2009 Leave a comment
OLEH : Ustzh. NURJANNAH
Demi masa sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan menepati kesabaran (Al-Asr).
Allah SWT telah bersumpah dengan masa atau waktu yaitu, kesempatan yang tersedia untuk mencapai kebahagian bagi orang-orang mukmin dan kesempatan yang di sia-siakan oleh orang-orang terlena.
Dalam perjalanan waktu terdapat perjalanan dan suri tauladan bagi orang-orang yang memiliki mata hati, oleh karena itu tidak ada yang lebih mahal dari pada umur yang diberikan kepada manusia. Dengan waktu menjadi suatu pertanda bahwa manusia sangat akrab dengan keburukan, malapetaka, oleh karena terlena, sikap menyia-nyiakan waktu yang ada dalam diri manusia.
Rasulullah SAW dalam sabdanya : “Pergunakanlah waktu untuk mendapat keuntungan lima perkara sebelum datang lima perkara, yaitu masa mudam sebelum datang masa tuamu. Masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu. Masa kayamu sebelum datang masa miskinmu. Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu. Dan masa hidupmu sebelum datang masa matimu.” Kebanyakan orang tidak mempergunakan masa sehat, waktu luang mereka untuk hal-hal yang berguna, sebaliknya mereka kalah dengan diri mereka sendiri dengan menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak berguna. Dan jika waktu dipergunakan dengan semestinya, tentu akibatnya akan lebih baik.
Adakah waktu senggang bagi seorang muslim? Setiap saat bagi seorang muslim diperintahkan untu berbuat sesuatu yang bermakna sebagaimana firman Allah SWT : “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.” Jika telah selesai dari urusan dengan manusia, dengan alam, dengan dunia lainnya, maka hendaklah memutuskan hati secara total kepada Yang Masa Kuasa untuk bersungguh-sungguh beribadah, berharap dan pasrah kepada-Nya.
Hari demi hari silih berganti tahun akan segera berganti, malam siang saling mengikuti, begitu seterusnya. Jika kita sadari sebenarnya manusia adalah musafir yang sedang menelusuri perjalanan yang ditemani waktu hingga kita akan sampai pada titik akhir perjalanan. Setiap manusia adalah bagian dari kafilah ummat manusia yang terus berjalan silih berganti dari generasi ke generasi dan berakhir pada satu tempat, surga atau neraka.
Jika kehidupan dunia bukan tempat tinggal yang terjamin, maka hanya ada dua pilihan. Bersikap seperti orang asing yang tinggal di negeri asing, pikiran hanya tercurah untuk membekali diri mempersiapkan diri untuk kembali lagi. Atau seperti pengembara seorang diri yang tidak bermukim sama sekali. Perputaran zaman terlalu mahal untuk di sia-siakan meskipun hanya sekejap. Wahai anak Adam, Anda sedang berada dalam dua kendaraan yaitu dari malam ke siang dan dari siang ke malam hingga keduanya menyelamatkan Anda di akhirat. Jika satu hari pergi berlalu, maka sebagian dari kita telah pergi bersama waktu. Karena waktu tidak akan pernah kembali lagi.








Komentar: