Arsip untuk Agustus, 2009

Wali Kota Izinkan Parsel Lebaran.

MERDEKA Wali Kota Palembang, H Eddy Santana Putra, memperbolehkan para pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang untuk menerima bingkisan atau parsel Lebaran tahun ini. Hal ini menurutnya hanyalah untuk memeriahkan Hari Raya Idul Fitri.

“Sepanjang masih dalam batas kewajaran seperti parsel yang berisi 5 sampai 10 bungkus, buah-buahan dan kartu ucapan selamat Lebaran, saya kira tidak apa-apa bagi jajaran di dinas instansi Pemkot Palembang. Silakan saja, yang penting tidak berlebihan,” bilang Eddy belum lama ini.

Saling memberi bingkisan menjelang hari raya juga menurutnya lazim dilakukan oleh siapa saja. Dan juga dewasa ini sudah menjadi semacam tradisi sebagai tanda mata di hari Lebaran.

“Kan pejabat pemerintah juga manusia biasa. Dan juga pejabat pemerintah kan sebagian merayakan hari Lebaran juga,” ungkap Eddy. Meski demikian, terkadang hal ini menuai kritik dari masyarakat. Karena parcel yang diberikan kepada pejabat rata-rata berisikan barang-barang yang tergolong mahal atau juga sebagian tak rasional.

Akan hal ini, Eddy melarang dengan tegas kepada jajarannya untuk menerima parcel yang diluar kewajaran. Seperti bingkisan Lebaran yang berupa sepeda motor atau mobil. Karena pemberian parcel berupa barang-barang yang disebutnya barusan dapat menimbulkan perspektif yang negatif di kalangan masyarakat.

Meski tak ada peraturan yang melarang pemberian parcel, tapi pihak yang menerima juga menurutnya harus dapat merasakan apakah parsel tersebut memiliki muatan kepentingan tertentu atau tidak. “Kalau memberi jangan mengharap balasan. Memberi dengan hati yang ikhlas untuk mempererat tali silaturrahmi, itu yang paling penting,” pungkas Eddy. (mg15)

Sumatera Ekspres, Senin, 31 Agustus 2009.

Tinggalkan sebuah Komentar

Marhaban Yaa Ramadhan.

KH Drs Ahmad Mudatsir AM

KAMI semua telah siap menyambutmu karena kau dikirim Allah untuk menyenangkan kami, engkau dikirim Allah untuk menentramkan hati kami. Kami bangga menyambut kehadiranmu, disamping bawaanmu yang begitu banyak menguntungkan kami. Karena kami juga menyambut ungkapan jujungan kami sang kekasih agung Muhammad Rasulullah SAW, beliau menyatakan: “Barang siapa merasa senang dengan kehadiran Ramadhan, maka Allah mengharamkan jasadnya buat api neraka.”

Memang sebelum itu Allah SWT, telah mendeklarasikan tentang kehadiran Ramadhan yang dipateri dalam QS.2.185. “Adalah bulan Ramadhan, yang didalamnya telah diturunkan Al-Qur’an (yang berfungsi) sebagai petunjuk bagi sekalian manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu, dan pembela (antara yang hak dan yang bathil) karena itu barang siapa di antara kamu mengetahui kehadirannya, berpuasalah…..”

Ramadhan memang fenomenal. Saking fenomenalnya seantero dunia yang muslim maupun non-muslim sangat diuntungkan. Bahkan secara materi selalu non-muslim yang lebih cekatan mengambil keuntungan dan itu sikap yang membedakan antara muslim dan non-muslim, karena mereka hanya berpikir sesaat untuk “menikmati kenikmatan.”

Sebagai pengikut setia ajaran Rasulullah SAW, keuntungan akhirat adalah lebiu urgen, karena kita sadar sesadar-sadarnya bahwa keuntungan dunia sifatnya sangat sementara dan kenikmatan dunia pun bersifat angan-angan. Dalam bahasa sehari-hari “seakan-akan kita kaya” artinya bagaimana orang melihatnya, buktinya betapa bahagianya Mas Kunto, yang hidup di kolong jembatan tanpa disampingnya tumpukan harta, dan merekapun dengan sukacita mampu menyambut Ramadhan dengan segala kesibukannya, masjid, mushala, dan tempat-tempat mengabdi kepada Allah semuanya berbenah diri, bukan materi yang mereka harapkan, tetapi ketentraman hati bersama Ramadhan yang mulia mereka bersukacita.

Maka para ahli hikmah menyatakan, ada tiga bulan yang berurutan yaitu Rajab, Sya’ban dan Ramadhan, ketiganya banyak membawa keberuntungan bagi umat manusia yang beriman, Rajab untuk banyak beristighfar pada Allah dari segala dosa yang melekat di badan, Sya’ban untuk memperbaiki hati yang kotor dengan kerak-kerak maksiat. Sedang Ramadhan untuk memancarkan cahaya hati yang menyinari perjalanan ummat manusia menuju ke pangkuan Allah SWT dalam rengkuhan ridha-Nya.

Yang menjadi masalah sekarang adalah benarkah kita mampu melaksanakan puasa dengan sebenar-benarnya puasa. Benarkah puasa kita akan benar-benar mampu membawa perubahan kebaikan, benarkah puasa kita tidak hanya sekedar tidak makan, tidak minum dan tidak banyak omong ngawur, tetapi benarkah puasa kita benar-benar mampu untuk “tidak” ribut, tidak menggunjing, tidak curang, tidak rakus dan berbagai macam tidak, yang jelas puasa kita benar-benar tidak membiarkan pelampiasan hawa nafsu.

Marhaban Yaa Ramadhan, Yaa Syahrusshobri, Yaa Syahrussyukri, Yaa Syahrul Maghfirah, Yaa Syahrur Rahmah, wa Yaa Syahrul Barokah.

(Penulis adalah pengasuh Pesantren Al-Azhar Indonesia Sungai Lilin, Muba)

Sumatera Ekspres, Sabtu, 22 Agustus 2009.

1 Ramadhan 1430 H

Komentar (1)

Ganti Hiburan Nuansa Islami.

Tutup H-2 Hingga H+3 Ramadhan

SEBULAN tutup, bukan berarti tanpa kegiatan. Pengelola sejumlah tempat hiburan sudah menyiapkan program yang diyakini lebih Islami. Apa itu? “Selama Ramadhan, kita memang turn table sejenak. Seluruh karyawan otomatis libur. Tapi, nantinya akan ada kegiatan yang bersifat sosial keagamaan. Programnya sekarang tengah dipersiapkan pihak manajemen,” ungkap Agus Sunaryo, General Manager (GM) PT Okta Pilar Abadi (OPA), pengelola tempat hiburan Centre Stage kepada Sumatera Ekspres, kemarin.

Agus, yang didampingi Public Relation (PR) PT OPA, Putri Kamila mengatakan, di antara kegiatan tersebut seperti buka puasa bersama anak panti asuhan. Pelaksanaannya dilakukan di luar ruang entertainment centre. “Itu karena kita mentaati SK Wali Kota,” ujarnya.

Kepada pihak keamanan, Agus berharap agar bersikap tegas kepada siapa pun pengelola hiburan yang berani membuka usahanya alias melanggar SK Wako tentang penutupan tempat hiburan tersebut. “Kalau dibiarkan, dapat merusak citra aparat keamanan itu sendiri. Intinya, kita minta mereka tegas dalam menjalankan aturan yang telah disepakati bersama,” sebut dia.

Hal senada diungkap oleh pengelola TJ Karaoke and Club di Hotel Jayakarta Daira yang bakal stop operasional selama sebulan penuh. “Selasa (18/8) merupakan kali terakhir lokasi hiburan di hotel ini operasional. Selama Ramadhan kegiatan akan diganti dengan memperdengarkan musik bernuansa Islami,” ujar PR Hotel The Jayakarta Daira, Hera Yulianti, tadi malam.

Selain itu, menurut Hera, pihaknya tengah memrogramkan acara bazar Ramadhan di lobby hotel yang diikuti sedikitnya 15 stan yang menjual aneka makanan, snack, dan kue. Termasuk, perlengkapan ibadah dan busana muslim. “Nanti, selain diisi pedagang lokal kita juga datangkan dari Jakarta. Soal kualitas bahan kita jamin tidak kalah dengan yang dipajang di mall dan pusat perbelanjaan modern lain,” katanya promosi.

Selain bazar, dalam menyemarakkan syiar Ramadhan, manajemen Hotel Jayakarta juga menggelar serangkaian kegiatan bakti sosial. Mulai dari buka bersama dengan anak-anak panti asuhan hingga pembagian paket Lebaran kepada warga yang kurang mampu di sekitar hotel.

Berbeda dengan Selabrity Restaurant and Karaoke. Kemarin malam merupakan operasional terakhir. “Sebagai gantinya mungkin kami bakal lebih menggencarkan promo di restoran. Terutama, menyiapkan menu khas Ramadhan dan memberikan harga spesial, meski harus diakui bakal terjadi penurunan omzet. Tapi, itu sudah menjadi risiko, ketimbang mesti berurusan dengan aparat kalau dilanggar,” tegas Dedy, akuntan manajer Selebrity Restaurant and Karaoke.

Selain promo makanan, kata Dedy, moment Ramadhan sekaligus ajang intropeksi dan perbaikan terhadap segala pelayanan yang ada. “Kita juga bakal fokus pada perbaikan manajemen dan interior di dalam, karena memang waktunya lebih sebulan,” ucapnya.

Tak jauh beda, penutupan juga dilakukan oleh Princess club and Lounge yang justru sudah memilih menutup usaha hiburan malamnya sejak 15 Agustus lalu. “Selain menghormati bulan puasa, kita juga bakal melakukan perombakan dari sisi desain interior ruangan,” ucap Arif, PR Princess, club and Lounge. (22)

Sumatera Ekspres, Kamis, 20 Agustus 2009.

Tinggalkan sebuah Komentar

Carrefour Tolak Hengkang.

PALEMBANG Perseteruan PT Carrefour Indonesia dengan PT Bayu Jaya Lestari Sukses (BJLS) kian memanas. Melalui kuasa hukumnya, Dr Amir Syamsuddin, manajemen Carrefour secara tegas menolak hengkang dari Palembang Square (PS) Mall.

Sikap tersebut tertuang dalam surat yang dilayangkan oleh PT Carrefour Indonesia kepada PT BJLS dengan nomor: 629/AS/09 tertanggal 12 Agustus 2009. Ditembuskan ke Gubernur Sumsel, Kapolda, DPRD Sumsel, Wali Kota Palembang, dan Satpol PP Palembang.

Ditegaskan bahwa Carrefour siap menempuh jalur hukum, baik secara pidana maupun perdata jika pihak PT BJLS bertindak sewenang-wenang dan tidak mengindahkan surat dari Carrefour. Dalam surat tertulis bahwa antara PT BJLS dengan Carrefour terikat hubungan hukum berdasarkan perjanjian hukum sewa-menyewa tertanggal 15 September 2003. Dengan demikian, kepenghunian Carrefour di PS Mall selaku penyewa tenant sah menurut hukum.

Selain itu, disebutkan bahwa pengakhiran secara sepihak oleh PT BJLS dengan adanya alasan adanya putusan Komisi Pemantau Persaingan Usaha (KPPU) Nomor: 02/KPPU-L/2005 merupakan alasan yang tidak relevan untuk dijadikan dasar berakhirnya perjanjian sewa menyewa. Hal tersebut didasarkan Carrefour telah memenuhi kewajiban utamanya sesuai perjanjian sewa-menyewa berupa pembayaran uang sewa dan service charge.

Tak hanya itu, putusan KPPU tidak berkaitan sewa menyewa. Carrefour juga tidak melarang mengembangkan bisnisnya di Indonesia. “Tembusan surat ini sudah kami terima,” ungkap Ketua DPRD Sumsel H Zamzami Achmad kepada wartawan, kemarin.

Dikatakan, Pemprov Sumsel harus tegas menyikapi soal PS. Sebab, tak hanya menyisakan persoalan hak tenaga kerja, namun kemelut yang terjadi dapat mengganggu iklim investasi di Sumsel. “Bila tidak segera diselesaikan, akan muncul ketidakpastian dalam iklim investasi di Sumsel. Investor akan ragu-ragu untuk menanamkan investasinya di Sumsel,” ungkapnya ditemui kemarin.

Lanjutnya, perjanjian kerja sama antara Pemprov Sumsel dengan pengelola PS Mall dalam hal ini PT BJLS perlu dicermati dan dipelajari kembali. “Nanti akan diketahui pihak mana yang benar atau yang salah dalam polemik Carrefour yang berkaitan dengan PS,” katanya. (mg16)

Sumatera Ekspres, Rabu, 19 Agustus 2009.

Tinggalkan sebuah Komentar

November, Bus Trans Musi Operasi.

PALEMBANG Bus rapid transit (BRT) Trans Musi akan mulai beroperasi November tahun ini. Karena jumlahnya masih terbatas, tahap pertama ini baru dioperasikan 10 unit. Rencana itu diungkapkan Wali Kota Palembang, Ir H Eddy Santana Putra MT, kemarin (18/8). “Insya Allah November bisa operasional. Sementara, bantuan 20 bus dari APBN masih kita ragukan kapan datangnya,” kata Eddy.

Untuk tahap pertama, Pemkot Palembang melalui Dinas Perhubungan Kota baru menyiapkan dua koridor. Yakni jalur Sako–Kambang Iwak (KI) dan Terminal Alang-Alang Lebar (AAL)–Ampera. Sementara, jalur Bandara SMB II–PIM yang masuk rencana tahap I terpaksa ditunda. “Trans Musi ini tidak ribet. Menghubungkan utara-selatan, timur-barat. Berputar-putar di sana saja, jadi bisa meminimalisir tingkat kemacetan,” bebernya.

Sengaja tidak dibuat tiga koridor, karena kondisinya tidak memungkinkan. Jika dipaksakan tiga koridor, maka jarak antarbus bisa 15 menit, belum lagi macet. Terlalu jauh dan terlalu jauh dan terlalu lama penumpang menunggu. Kalau begitu penumpang malah naik angkot lagi. “Kita harapkan kalau jumlah bus banyak, bisa 5 menit sekali bus datang,” tambah lanjut Kadishub Kota Palembang, H Edi Nursalam.

Alasan lain, jalur bandara masih sepi, makanya belum jadi prioritas. Untuk menunjang dua koridor ini akan dibangun 74 titik halte di sepanjang koridor tersebut. Anggaran yang diperlukan membangun tiap halte Rp 60-70 juta. “Sejumlah 56 dibiayai APBD dan 18 dari pihak swasta,” ujarnya. Dishub juga akan membangun halte transit di simpang Polda karena simpang ini pertemuan antara dua koridor.

Jadi, kalau penumpang dari Sako mau ke AAL, turun di halte transit simpang Polda, tinggal naik BRT Trans Musi jurusan AAL. Tidak perlu bayar lagi selama penumpang tersebut tidak keluar dari halte,” katanya. Halte-halte tersebut sedang dalam proses pembangunan. Untuk ongkos akan menggunakan Smart Card, semacam kartu prabayar seperti beli pulsa. Sekali naik bayar Rp3 ribu. Pemkot akan mengembangkan itu. Namun, jika teknologi ini belum ada, maka pembayaran secara manual, bisa tiket kertas atau tiket plastik.

“Kita juga sudah tawarkan pengelola BRT Trans Musi kepada swasta. Ada sekitar 15 perusahaan bus (PO) di Palembang dan yang aktif 6 PO,” tukasnya. Dengan catatan, bus Trans Musi harus AC, mengangkut dan menurunkan penumpang di halte, dan sopir digaji. Sejauh ini belum ada yang berminat, karena operasional bus kota PO masih banyak. Perlahan-lahan, semua penumpang akan dialihkan ke Trans Musi.

Dishub tidak lagi memperpanjang trayek buskota yang habis masa. Sekarang tinggal 560 bus, mungkin nanti hanya 300 bisa. “Kita pastikan September bus sudah siap uji coba dan siap operasional,” tukasnya. Saat ini ada 320 orang yang berminat jadi kondektur, akan diambil 70 orang. Setelah mengantongi sertifakat pengemudi angkutan umum (SPAU) langsung diterjunkan. Tahap pertama baru 70 kondektur, dengan pembagian dua shift dan jam operasional pukul 06.00-20.00 WIB. (mg29)

Sumatera Ekspres, Rabu, 19 Agustus 2009.

Tinggalkan sebuah Komentar

Tulisan yang Lebih Tua »
  • Arsip

  • Meta

  • Komentar Spam.

  • RSS LEMABANG 2009.

  • RSS IWAN LEMABANG 2008.

  • RSS IWAN LEMABANG 2008-2009.

  • RSS IWAN LEMABANG 2009.

  • SocialVibe


  • http://lemabang.files.wordpress.com/2009/07/4mb0d8i.png
    http://lemabang.files.wordpress.com/2009/07/logo40.png