MERDEKA – Wali Kota Palembang, H Eddy Santana Putra, memperbolehkan para pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang untuk menerima bingkisan atau parsel Lebaran tahun ini. Hal ini menurutnya hanyalah untuk memeriahkan Hari Raya Idul Fitri.
“Sepanjang masih dalam batas kewajaran seperti parsel yang berisi 5 sampai 10 bungkus, buah-buahan dan kartu ucapan selamat Lebaran, saya kira tidak apa-apa bagi jajaran di dinas instansi Pemkot Palembang. Silakan saja, yang penting tidak berlebihan,” bilang Eddy belum lama ini.
Saling memberi bingkisan menjelang hari raya juga menurutnya lazim dilakukan oleh siapa saja. Dan juga dewasa ini sudah menjadi semacam tradisi sebagai tanda mata di hari Lebaran.
“Kan pejabat pemerintah juga manusia biasa. Dan juga pejabat pemerintah kan sebagian merayakan hari Lebaran juga,” ungkap Eddy. Meski demikian, terkadang hal ini menuai kritik dari masyarakat. Karena parcel yang diberikan kepada pejabat rata-rata berisikan barang-barang yang tergolong mahal atau juga sebagian tak rasional.
Akan hal ini, Eddy melarang dengan tegas kepada jajarannya untuk menerima parcel yang diluar kewajaran. Seperti bingkisan Lebaran yang berupa sepeda motor atau mobil. Karena pemberian parcel berupa barang-barang yang disebutnya barusan dapat menimbulkan perspektif yang negatif di kalangan masyarakat.
Meski tak ada peraturan yang melarang pemberian parcel, tapi pihak yang menerima juga menurutnya harus dapat merasakan apakah parsel tersebut memiliki muatan kepentingan tertentu atau tidak. “Kalau memberi jangan mengharap balasan. Memberi dengan hati yang ikhlas untuk mempererat tali silaturrahmi, itu yang paling penting,” pungkas Eddy. (mg15)
Sumatera Ekspres, Senin, 31 Agustus 2009.













