Dua Kelompok Nyaris Bentrok.
26 July 2009 Leave a comment
Pasal Rebutan Lahan
PALEMBANG – Pertumpahan darah nyaris terjadi di Jl GHA Bastari, kawasan seputar bundaran air mancur Gelora Jakabaring tepatnya RT 11, Kelurahan 8 Ulu, Kecamatan SU I, Palembang. Dua kelompok warga nyaris baku hantam, kemarin (25/7). Perseteruan ini dipicu perebutan lahan.
Untunglah, bentrok fisik yang melibatkan ratusan orang itu berhasil dicegah oleh jajaran Poltabes Palembang yang cepat datang ke lokasi kejadian. Bermula saling klaim kepemilikan tanah antara kelompok keluarga Romi dan kelompok keluarga Abul. Pemicunya, kelompok keluarga Romi dikomandoi Hasrul (anak Romi) mendatangi lokasi bersama puluhan pria yang diangkut tiga bus.
Mereka hendak mencabut pelang yang dipasang oleh keluarga Abul. Kedatangan mereka memicu amarah Abul dan keluarganya. Sempat terjadi bentrok fisik. Namun, sebelum ada yang terluka keburu jajaran Poltabes Palembang dipimpin Kabag Ops Kompol Vendra Riviyanto datang melerai.
Terlihat pula Kasat Intel Kompol Rade M Sinambela dan Kasat Samapta AKP Marupa Sagala SIk. Disinyalir, saat bentrok ada yang membawa senjata api. Hal ini diungkapkan Hasrul ketika diwawancarai wartawan. Menurutnya pelaku berasal dari kelompok Abul. “Ado yang nodongke senpi ke kami Pak, itu dari keluargo dio. Kalu dak percayo kami ado fotonyo,” cetus Hasrul.
Dikatakannya bahwa kedatangannya bersama rombongan berniat mencabut pelang yang dipasang. “Tanah ini milik bapak saya dan telah lama dihuni. Tanah mereka itu sebenarnya ada dibelakang dan sebagian telah dijual. Tapi kini mereka mengaku-ngaku kalau tanah ini tanah mereka,” cetusnya. Hasrul juga membantah kalau kelompoknya menggunakan senjata tajam dan menebar teror kepada keluarga Abul.
Komariah (60), mewakili keluarga Abul membantah jika ada anggota keluarganya yang membawa senpi dalam bentrok kemarin. “Tidak benar Pak kami pake senpi. Justru dio yang pake senpi dan bawa rombongan preman make parang untuk ngusir kami. Terus terang bae tiap malem nian kami ni diteror Pak, diagang-agangi pake preman, supayo lari. Tapi kareno meraso bener kami dak takut, walaupun cuman sedikit,” ungkapnya.
Kapoltabes Palembang Kombes Pol Drs Luki Hermawan Msi melalui Kabag Ops Kompol Vendra Riviyanto SIk mengatakan, pihaknya bertindak cepat setelah mendapat informasi akan adanya bentrok dua kelompok yang bersengketa masalah lahan. “Kita terjunkan personel mencegah terjadinya bentrok. Permasalahannya sendiri bermula dari sengketa lahan dan laporannya sendiri terkait penyerobotan lahan sudah dilaporkan ke Poltabes,” jelas Vendra.
Di lokasi kejadian, polisi menemukan berbagai barang bukti seperti sajam dan pentungan, tapi belum jelas milik siapa. Soal senpi belum berhasil ditemukan dan kasusnya sedang dalam penyelidikan. “Kita imbau masing-masing pihak menyelesaikan persoalan dengan jalan damai,” pungkasnya. (mg18)
Sumatera Ekspres, Minggu, 26 Juli 2009.








Komentar: