Arsip untuk Juli 26, 2009

Pemprov Segera Cairkan Dana Sekolah Gratis di OKUT.

MARTAPURA Program sekolah gratis di Kabupaten OKUT sejauh ini berjalan sesuai dengan harapan. Bahkan dana program sekolah gratis tersebut akan segera dicairkan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) langsung ke rekening masing-masing sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Kadisdiknas) OKU Timur, Drs Surya Bhakti MM, Minggu (26/7) mengatakan, dana alokasi program sekolah gratis di OKUT saat ini sudah ada di Kas Bank Sumsel Cabang Pembantu Martapura.

“Dua atau tiga hari kedepan dana tersebut sudah dapat dicairkan untuk kelancaran operasional sekolah sesuai dengan prosedur yang sudah ada,” ucapnya.

Sekolah langsung dapat menerima dana tersebut, melainkan tergantung dengan kesiapan Kabupaten/kota itu sendiri.

“Kabupaten OKU Timur, sebagai salah satu kabupaten yang mendukung program-program sekolah gratis patut berbangga karena dana sharing sebesar 60 persen dari APBD OKU Timur sekitar Rp 4,4 miliar untuk periode triwulan pertama, sudah dapat dicairkan,” jelasnya.

Masih menurut Surya Bhakti, total dana alokasi program sekolah gratis yang diterima OKU Timur tersebut sebesar Rp 5.556.712.050 yang diperuntukan bagi 722 sekolah negeri dan swasta. Rinciannya Rp 4.651.127.250 bagi 573 sekolah SD, SMP, SMP terbuka, SMA dan SMK.

Sedangkan Rp 905.584.800 lagi diperuntukan bagi 149 sekolah di lingkungan Departemen Agama (Depag) mulai dari tingkat MI, MTs dan MA, dengan total siswa secara keseluruhannya 131.769 orang.

Sriwijaya Post – Minggu, 26 Juli 2009 16:20 WIB

Tinggalkan sebuah Komentar

Pesta Rakyat Radar Palembang Semarak.

PALEMBANG Pesta Rakyat Merdeka 2009 Radar Palembang — Grup Sumatera Ekspres –, kemarin (25/7) resmi dibuka dan berlangsung semarak. Acara yang dihelat dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) RI ke-64 lalu, diisi dengan pelaksanaan bazar. “Wujudkan sosialisasi car freeday dan promosi Kambang Iwak (Kiwak) sebagai kawasan bisnis baru di Kota Palembang, dan objek wisata,” ujar Ketua Pelaksana Ali Syahbana, kemarin.

Menurut dia, ada lima komponen pendukung terlaksananya pesta rakyat tersebut. Yakni, Harian Radar Palembang, Universitas Bina Darma (UBD), Poltabes, Pemerintah Kota Palembang, dan pengelola Kiwak. “Semua kegiatan dipusatkan di seputaran Kiwak Jl Tasik. Berakhir 2 Agustus mendatang,” katanya lagi.

Kegiatan bazar dimeriahkan oleh grup band, pameran dan puncaknya jalan santai. Khusus bazar dimulai dari otomotif, minuman, pakaian anak, kosmetik dan lainnya. “Ada juga lomba mewarnai bagi anak TK/SD, lomba aerobic kategori Hi Pop, salsa, low impact 30 ke bawah dan low impact 30 ke atas. Khusus festival band ada 36 band indi di Palembang yang nantinya akan memperebutkan trofi plus uang pembinaan,” ungkapnya.

Acara puncak, tambah dia, diadakan jalan santai yang akan memperebutkan door prize berupa sepeda motor, kulkas, kipas angin dan hadiah menarik lainnya. “Diharapkan masyarakat Kota Palembang dapat berpartisipasi, untuk datang mengunjungi acara ini. Juga mengikuti jalan santai. Pendaftaran di Graha Pena Radar Palembang,” tuturnya.

Rektor Universitas Bina Darma (UBD) Palembang Prof Ir H Bochari Rachman MSi menegaskan, acara tersebut digelar sebagai wujud pengoptimalan otak kanan yang selama ini sering dipicu dengan kegiatan akademik. “Sekarang dengan kegiatan ini akan dioptimalkan dengan otak kiri agar lebih santai dan rileks,” pungkasnya. (mg21)

Sumatera Ekspres, Minggu, 26 Juli 2009.

Tinggalkan sebuah Komentar

Dua Kelompok Nyaris Bentrok.

Pasal Rebutan Lahan

PALEMBANG Pertumpahan darah nyaris terjadi di Jl GHA Bastari, kawasan seputar bundaran air mancur Gelora Jakabaring tepatnya RT 11, Kelurahan 8 Ulu, Kecamatan SU I, Palembang. Dua kelompok warga nyaris baku hantam, kemarin (25/7). Perseteruan ini dipicu perebutan lahan.

Untunglah, bentrok fisik yang melibatkan ratusan orang itu berhasil dicegah oleh jajaran Poltabes Palembang yang cepat datang ke lokasi kejadian. Bermula saling klaim kepemilikan tanah antara kelompok keluarga Romi dan kelompok keluarga Abul. Pemicunya, kelompok keluarga Romi dikomandoi Hasrul (anak Romi) mendatangi lokasi bersama puluhan pria yang diangkut tiga bus.

Mereka hendak mencabut pelang yang dipasang oleh keluarga Abul. Kedatangan mereka memicu amarah Abul dan keluarganya. Sempat terjadi bentrok fisik. Namun, sebelum ada yang terluka keburu jajaran Poltabes Palembang dipimpin Kabag Ops Kompol Vendra Riviyanto datang melerai.

Terlihat pula Kasat Intel Kompol Rade M Sinambela dan Kasat Samapta AKP Marupa Sagala SIk. Disinyalir, saat bentrok ada yang membawa senjata api. Hal ini diungkapkan Hasrul ketika diwawancarai wartawan. Menurutnya pelaku berasal dari kelompok Abul. “Ado yang nodongke senpi ke kami Pak, itu dari keluargo dio. Kalu dak percayo kami ado fotonyo,” cetus Hasrul.

Dikatakannya bahwa kedatangannya bersama rombongan berniat mencabut pelang yang dipasang. “Tanah ini milik bapak saya dan telah lama dihuni. Tanah mereka itu sebenarnya ada dibelakang dan sebagian telah dijual. Tapi kini mereka mengaku-ngaku kalau tanah ini tanah mereka,” cetusnya. Hasrul juga membantah kalau kelompoknya menggunakan senjata tajam dan menebar teror kepada keluarga Abul.

Komariah (60), mewakili keluarga Abul membantah jika ada anggota keluarganya yang membawa senpi dalam bentrok kemarin. “Tidak benar Pak kami pake senpi. Justru dio yang pake senpi dan bawa rombongan preman make parang untuk ngusir kami. Terus terang bae tiap malem nian kami ni diteror Pak, diagang-agangi pake preman, supayo lari. Tapi kareno meraso bener kami dak takut, walaupun cuman sedikit,” ungkapnya.

Kapoltabes Palembang Kombes Pol Drs Luki Hermawan Msi melalui Kabag Ops Kompol Vendra Riviyanto SIk mengatakan, pihaknya bertindak cepat setelah mendapat informasi akan adanya bentrok dua kelompok yang bersengketa masalah lahan. “Kita terjunkan personel mencegah terjadinya bentrok. Permasalahannya sendiri bermula dari sengketa lahan dan laporannya sendiri terkait penyerobotan lahan sudah dilaporkan ke Poltabes,” jelas Vendra.

Di lokasi kejadian, polisi menemukan berbagai barang bukti seperti sajam dan pentungan, tapi belum jelas milik siapa. Soal senpi belum berhasil ditemukan dan kasusnya sedang dalam penyelidikan. “Kita imbau masing-masing pihak menyelesaikan persoalan dengan jalan damai,” pungkasnya. (mg18)

Sumatera Ekspres, Minggu, 26 Juli 2009.

Tinggalkan sebuah Komentar

  • Arsip

  • Meta

  • Komentar Spam.

  • RSS LEMABANG 2009.

  • RSS IWAN LEMABANG 2008.

  • RSS IWAN LEMABANG 2008-2009.

  • RSS IWAN LEMABANG 2009.

  • SocialVibe


  • http://lemabang.files.wordpress.com/2009/07/4mb0d8i.png
    http://lemabang.files.wordpress.com/2009/07/logo40.png