PALEMBANG – Sistem Pendidikan Nasional menyatakan tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. “Keimanan dan ketakwaan siswa merupakan tujuan pendidikan nasional. Untuk mencapai tujuan tersebut, lembaga pendidikan sekolah yang efektif dinilai merupakan salah satu wahana yang sangat efektif untuk mencapai tujuan pendidikan. Dengan alasan, melalui proses pendidikan di sekolah peserta didik tidak hanya akan memperoleh aspek pengetahuan dan keterampilan, tapi juga sikap,” ujar Kepala SDN 115 Palembang, Maulina SPd MM, Selasa (14/7).
Dalam rangka peningkatan keimanan dan ketakwaan siswa melalui lembaga pendidikan sekolah yang dikepalainya, Maulina mengembangkan lima strategi. Adapun di antaranya, optimalisasi pelaksanaan pendidikan agama Islam, integrasi iptek dan imtak dalam proses pembelajaran, pelaksanaan kegiatan ekstakurikuler berwawasan imtak, penciptaan situasi yang kondusif dalam kehidupan sosial di sekolah, dan melaksanakan kerja sama antara sekolah dengan orang tua dan masyarakat.
Di SD ini, mulai dari siswa kelas 1 hingga kelas 6 telah diberi sentuhan pendekatan iman dan takwa. Seperti sebelum siswa memulai pelajaran selalu membaca ayat-ayat Al-Qur’an, hafalan ayat-ayat pendek, ayat Kursi, shalat berjemaah yang rutin setiap harinya. Khusus untuk hari Jumat, siswa mengenakan pakaian muslim.
“Pendekatan imtak sangat perlu untuk ditanamkan dari usia sedini mungkin. Dengan demikian, para siswa sudah terbiasa dan terbentuk menjadi sosok pelajar yang berakhlak Islami,” terangnya.
Contoh lainnya seperti SMPN 10 Palembang. Pada hari Jumat dilakukan taushiyah yang diikuti seluruh murid dan guru. Pelaksanaan pukul 06.30 WIB – 07.30 WIB. Sementara, hari biasa, masuk pukul 07.00 WIB pada 15 menit awal dilakukan pembacaan ayat suci Al-Qur’an.
“Program tersebut dilakukan untuk membentuk akhlak siswa menjadi lebih baik dan kenakalan mereka berkurang. Hal itu sudah berjalan selama tiga tahun,” ujar Kepala SMPN 10, Juma’ani SPd, kemarin (13/7). Pada pelaksanaan taushiyah, dipanggil dai dari IAIN dan lembaga relevan, di antaranya Solihin Hasibuan dan Tantowi Rahman. (mg40)
Sumatera Ekspres, Kamis, 16 Juli 2009.