Arsip untuk Juli 16, 2009

Janji Itu Wajib Ditepati.

Drs Umar Said Ketua FUI Sumsel

“Wahai orang-orang yang beriman, tepatilah janjimu” (QS. Al-Maidah : 1)

“Tidak sempurna iman seseorang yang tidak amanah.” (HR. Ahmad)

BANGSA Indonesia baru melaksanakan hajat besar yaitu Pemilu untuk memilih dan menentukan wakil-wakil rakyat di Badan Legislatif (DPR dan DPD). Sebelum hari pemilihan itu dilaksanakan terlebih dahulu digelar kegiatan “kampanye.” Di arena kampanye inilah parpol dan para politisinya berusaha dengan segala cara dan kemampuannya untuk mempengaruhi masyarakat agar memilih dirinya dan memenangkan partainya. Visi, misi dan janji digelar di panggung kampanya.

Berbagai janji telah berlalu dan rakyat sudah memilih. Kini mereka menunggu bukti dari janji itu. Akankah rakyat tertipu kembali oleh obrolan janji para politisi. Firman Allah SWT dan sabda Rasulullah SAW di atas sengaja diangkat dalam media ini agar para politisi yang terpilih dan duduk sebagai Dewan menjadikannya sebagai referensi dan renungan dalam menyusun program kerjanya. Sehingga mereka tidak mengkhianati pemilihnya dan janji yang pernah diucapkan tidak menjadi janji palsu dan bohong. Orang-orang yang terpilih berarti memikul/mengemban amanat rakyat dan janjinya adalah hutang yang harus dibayar.

Amanah adalah kepercayaan, kesetiaan atau ketulusan hati. Amanah adalah segala hak yang dipertanggungjawabkan kepada seseorang, baik hak-hak Allah (haqqullah) maupun hak hamba (haqqul adami) baik berupa pekerjaan maupun perkataan dan kepercayaan hati. Amanah itu melengkapi segala yang dijanjikan dan dipertaruhkan, maka amanah itu harus dijaga dan dipelihara, baik itu berupa jabatan, kedudukan maupun harta. Apabila amanah sudah diterima maka si penerima harus bertanggung jawab. Tugas atau jabatan yang dipercaya (menjadi anggota DPR misalnya) penuh tanggung jawab, jangan sampai melalaikannya.

Amanah dalam pandangan agama cukup luas pengertiannya, melambangkan arti yang bermacam-macam. Tetapi semuanya tergantung pada perasaan manusia yang mendapatkan kepercayaan amanah. Maka itu agama Islam mengajarkan kepada pemeluknya agar memiliki hati kecil yang bisa melihat, bisa menjaga dan memelihara hak-hak Allah dan amal manusia dari yang berlebihan. Islam mewajibkan kaum muslimin agar berlaku jujur dan dapat dipercaya. Bahkan amanah itu mencakup syariat agama yang telah diberikan Allah SWT kepada manusia agar diamalkan dan harus kita jaga dengan mengamalkannya.

Amanah menjadi sulit dilaksanakan manakala pengemban amanah itu tidak mempunyai pengetahuan yang memadai. Kurangnya pengetahuan amat besar pengaruhnya terhadap pelaksanaan tugas yang dipercayakan kepada orang yang mampu melaksanakannya.
“Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW dan berkata: Bilakah kiamat itu akan terjadi wahai Rasulullah SAW? Rasulullah menjawab: Bila amanah (kepercayaan) diabaikan maka tunggulah kiamat itu. Kata laki-laki itu lagi: Bagaimana pula mengabaikan kepercayaan itu? Jawab Rasulullah: Apabila urusan atau pekerjaan diserahkan kepada yang tidak ahli maka tunggulah kiamat itu.” (HR Bukhari)

Mengkhianati amanah adalah bagian dari sifat orang munafik yang dapat menghancurkan martabat seseorang, keluarga, bangsa dan negara. Oleh karena itulah wajib hukumnya bagi orang yang dipilih oleh rakyat duduk sebagai anggota DPR untuk menjaga, memelihara dan melaksanakan amanah rakyat sebagai pemegang kedaulatan.

Janji dalam agama Islam adalah hutang dan hutang harus dibayar. Pengingkaran janji akan menimbulkan kerugian tidak hanya terhadap orang per orang melainkan juga lembaga bahkan bangsa dan negara. Apabila politik ingkar janji itu terus dibiarkan tumbuh bersemai dan berkembang di negeri ini maka budaya malu tidak akan pernah lahir. Dan apabila seseorang itu tidak lagi memiliki rasa malu maka mereka akan melakukan apa saja yang mereka kehendaki dan sukai. Inilah nampaknya yang kini sedang terjadi di negeri Indonesia tercinta ini.

Pemimpin adalah penggembala dan pelayan rakyak. Dipundaknyalah terwujud kemakmuran rakyat. Disiplin wajib dijaga dan dirawat sebagai bukti bangsa yang bermartabat. Imam Ali ra berkata: “Barangsiapa mengangkat dirinya sebagai pemimpin, hendaknya ia mulai mengajari dirinya sendiri sebelum mengajari orang lain. Dan hendaknya ia mendidik dirinya sendiri dengan cara memperbaiki akhlaknya sebelum mendidik orang lain dengan ucapan lidahnya. Orang menjadi pendidik bagi dirinya sendiri lebih patut dihormati daripada orang yang mengajari orang lain.”

Sriwijaya Post — Jumat, 24 April 2009.

Tinggalkan sebuah Komentar

Alex Raih Lencana Koperasi.

http://lemabang.files.wordpress.com/2009/07/foto1607.jpg
Humas Pemprov Sumsel/Untung Sarwono

PENGHARGAAN– Presiden SBY menyematkan penghargaan Satya Lencana Pembangunan Bidang Koperasi kepada Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, Rabu (15/7)

SAMARINDA, SRIPO Untuk kesekian kalinya Gubernur Sumsel H Alex Noerdin menerima penghargaan dari pemerintah pusat. Kali ini berupa Satya Lencana Pembangunan Bidang Koperasi yang disematkan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhono pada Puncak Peringatan Hari Koperasi ke 62 tingkat nasional tahun 2009 di Stadion Madya Sempaja Samarinda Kalimantan Timur, Rabu (15/7).

Bersama Gubernur Sumsel, penerima penghargaan yang sama juga Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak dan tiga pelaku koperasi lainnya. Selain itu Presiden SBY juga menyerahkan Penghargaan Pembina Koperasi terbaik di antaranya kepada Dirut PT Pusri Dadang Heru Kodri dan Satya Lencana Pembangunan Bidang Koperasi juga diserahkan secara simbolis kepada Bupati Mura Ridwan Mukti.

Sedangkan untuk penerima Penghargaan Bakti Koperasi dan UKM di antaranya adalah Bupati Lahat, Bupati Muba, Walikota Prabumulih, Wakil Bupati Banyuasin dan Wakil Bupati OKUT serta Bupati Ogan Ilir.

Menurut Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumsel H Abdul Shobur diterimanya penghargaan Satya Lencana Pembangunan oleh Gubernur Sumsel karena kepedulian Alex Noerdin terhadap Pembangunan Bidang Koperasi di Sumsel, di antaranya dibuktikan dengan meningkatnya anggaran Dinas Koperasi dan UKM hampir 100 persen dan peluncuran kredit tanpa agunan pada awal tahun 2009 yang lalu, selain itu juga karena perhatiannya terhadap ekonomi kerakyatan serta pembangunan Bidang Koperasi lainnya. “Hal itu sudah dilakukan Pak Alex Noerdin sejak menjabat Bupati Muba,” jelas Shobur. (rel)

Sriwijaya Post — Kamis, 16 Juli 2009 06:32 WIB

Tinggalkan sebuah Komentar

El Nino- La Nina Ancam Sumsel.

SMB II Badang Meteorologi dan Geofisika (BMG) Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang memprediksi gejala el nino di wilayah Sumsel ditengarai berdampak pada musim hujan mendatang. Pasalnya, dampak dari kekeringan cukup kuat dan berimbas pada gejala la nina yang menyebabkan curah hujan yang turun tidak begitu kuat.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) SMB II Palembang, Agus Santosa mengatakan, curah hujan di musim kemarau masih bisa terjadi. Hal ini terjadi karena adanya peralihan musim dari fenomena el nino yang sebelumnya netral dan sedang. Dimana permukaan Samudera Pasifik mencapai satu derajat celcius.

“Jadi di bawah normal. Kekeringan mulai berdampak pada bulan September sampai dengan Oktober di Sumsel. Sedangkan di bulan Januari mendatang, musim hujan kembali normal. Artinya memasuki musim penghujan nantinya berlangsung el nino. Yang mana curah hujan di musim hujan tersebut tidak begitu banyak atau lemah,” beber Agus.

Bila dibandingkan tahun sebelumnya atau 2008, la nina cukup lemah. Sehingga curah lebih sedikit dan sama seperti fenomena el nino. “Mudah-mudahan, sekarang fenomena el nino tidak kuat. Begitupun fenomena la nina juga lemah. Bila kedua fenomena tersebut kuat, maka di musim penghujan el nino tidak akan terasa,” tambahnya.

Sementara itu, bila dibandingkan dengan 2000 dan 2006, el nino cukup lemah. Dan diprediksi untuk saat ini, sambung Agus, el nino berlangsung cukup lama dibandingkan dengan 2008. Penyebabnya, curah hujan pada bulan November dan September dalam satu bulannya berkurang mencapai 50 mm atau 85 persen.

Menurut Agus, sampai dengan saat ini, kondisi angin belum mempengaruhi musim. Bila angin Monsun dari arah tenggara masih lemah, maka belum terjadi kekeringan di Sumsel. Sebaliknya, arah angin Monsun melintasi Sumsel, kekeringan akan terasa. (mg27)

Sumatera Ekspres, Kamis, 16 Juli 2009.

Tinggalkan sebuah Komentar

Puasa, Listrik Masih Defisit.

PALEMBANG Sebulan lagi umat muslim di seluruh dunia bakal menunaikan ibadah puasa. Pelbagag persiapan menyambut datangnya bulan suci tersebut sudah dilakukan dinas/instansi terkait.

Lazimnya, Pemerintah Kota Palembang juga mengeluarkan surat edaran (SE) kepada pengelola hotel, tempat hiburan maupun restoran terkait waktu operasional. Sepanjang belum ada kebijakan dari pemerintah daerah tersebut, hotel dan restoran yang ada di Sumsel masih berpijak pada aturan tahun lalu.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Sumsel, Iwan Setiawan mengatakan hal itu kemarin. “Belum ada rapatnya, kita tunggu kebijakan dari Pemerintah Kota Palembang,” kata dia. Pastinya, saat ini hotel dan tempat hiburan masih beroperasi sesuai jadwal yang ada. Untuk hiburan di hotel, jadwalnya mulai pukul 20.00 WIB – 01.00 WIB.

Kemudian, diskotek hingga pukul 02.00 WIB. Begitu pula untuk restoran, baik yan ada di dalam maupun di luar hotel. Mengacu pada puasa tahun lalu, hiburan di hotel paling lama tutup pukul 24.00 WIB. “Semula hasil rapatnya acara harus selesai 23.00 WIB, tapi kita minta jadi 24.00 WIB dan itu disetujui. Sepanjang belum ada kebijakan baru, itu yang akan kita pegang.”

Mengenai restoran di hotel-hotel sepanjang puasa akan tetap mempersiapkan dan menyajikan hidangan bagi pengunjung hotel yang nonmuslim. Malahan hotel-hotel bersaing mempromosikan hidangan berbuka puasa. “Yang di luar hotel punya dua pilihan, buka sebagian atau tutup sama sekali,” ucap Iwan. Terkait bulan puasa tahun ini, PLN mulai mempersiapkan diri agar tidak terjadi pemadaman.

GM PLN PS2JB, Amir Rosyidin mengatakan, pemeliharaan sejumlah pembangkit menyebabkan defisit daya listrik 170 megawatt (MW). Dan rusaknya beberapa pembangkit mengakibatkan defisit 130 MW. Total terjadi defisit daya sekarang 300 MW. “Nah, kita berharap selama puasa nanti tidak defisit. Kalaupun terpaksa ada hanya sekitar 1-2 MW saja,” ungkapnya. Defisit listrik 1-2 MW dinilai PLN sangat kecil pengaruhnya dalam kehidupan keluarga.

“Itu sedikit sekali. Kita akan atur pemadamannya,” cetus Amir. Hingga Desember mendatang, ada pembangkit yang perlu dioptimalkan. Jika ini masuk kembali ke sistem Sumatera dapat mendukung pasokan daya sekitar 150 MW. “Sampai Desember, kondisi listrik Palembang diperkirakan aman,” tukasnya. Belum lagi penerapan teknik modifikasi cuaca (TMC) temuan BPPT.

TMC akan dipergunakan untuk mendatangkan hujan dengan cara menarik awan hujan agar berkumpul jadi satu. Hasil dari TMC diprediksi akan menghasilkan tambahan sekitar 30 MW. “Yang penting, kita berusaha akan tidak ada pemadaman. Kalau ada akan seminimal mungkin,” beber Amir.

Jelang puasa, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Sumsel, Drs H Eppy Mirza belum lama ini memastikan stok sembako sangat mencukupi. Di pasaran, stok yang tersedia cukup untuk beberapa bulan ke depan. “Tidak ada masalah, karena stok kita mencukupi. Para pelaku pasar sudah paham dengan kondisi di lapangan. Stok yang mereka siapkan, bahkan bisa untuk empat bulan setelah puasa,” ungkapnya. (46)

Sumatera Ekspres, Kamis, 16 Juli 2009.

Tinggalkan sebuah Komentar

  • Arsip

  • Meta

  • Komentar Spam.

  • RSS LEMABANG 2009.

  • RSS IWAN LEMABANG 2008.

  • RSS IWAN LEMABANG 2008-2009.

  • RSS IWAN LEMABANG 2009.

  • SocialVibe


  • http://lemabang.files.wordpress.com/2009/07/4mb0d8i.png
    http://lemabang.files.wordpress.com/2009/07/logo40.png