ISRA’ MI’RAJ.
15 July 2009 Leave a comment
SETIAP tahun (pada bulan Rajab) kita ummat Islam memperingati peristiwa besar dalam sejarah, yaitu perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di kota Makkah menuju Marjidil Aqsha di Palestina, dan dilanjutkan naike ke langit ketujuh untuk menghadap Allah SWT di Sidrotul Muntaha. Peristiwa inilah yang disebut dengan “ISRA’ MI’RAJ”.
Peristiwa Isra’ Mi’raj ini sejak diceritakan kepada ummat manusia pada awalnya para penduduk Makkah menjadi suatu pertentangan. Apalagi orang-orang kafir, Karena menganggap Nabi Muhammad SAW menghayal, bohong dsb.
Mereka begitu karena kisah ini menurut mereka tidak masuk akal. Bagaimana, perjalanan dari Makkah ke Palestina yang biasa ditempuh para pedagang dengan naik onta selama tiga bulan, sedangkan Rasulullah SAW hanya sepertiga malam. Di tambah lagi Mi’raj Nabi ke langit ketujuh.
Memang kalau kita kaji dengan akal kita manusia, jangankan zaman dahulu, di zaman sekarang yang canggih ilmu teknologi saja masih sulit menerima. Orang baru sampai ke bulan dan planet-planet lainnya memakan waktu yang lama. Tidak mampu menempu waktu sepertiga malam seperti Rasulullah SAW.
Maka, dalam memahami Isra’ Mi’raj kita harus menggunakan iman, karena peristiwa ini diluar akal manusia dan berkenaan dengan hal gaib. Kalau kita kaji dengan iman, maka hal ini tidaklah mustahil dan aneh. Marilah kita perhatikan firman Allah SWT : “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (Kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Al-Isra : 1)
Kalau kita amati dengan teliti ayat diatas, maka kita akan mengerti dan memahami peristiwa Isra’ Mi’raj. Dalam ayat tersebut dipakai kalimat “memperjalankan” maksudnya dalam peristiwa Isra’ Mi’raj, Rasulullah SAW diperjalankan bukan jalan sendiri. Sedangkan yang menjalankan Allah SWT yang Maha Agung, Maha Suci dan Maha Besar. Maka peristiwa Isra’ Mi’raj adalah mutlak atas Kekuasaan Allah, betapa mudah bagi Allah untuk menjalankan hamba-Nya dari Makkah ke Palestina dan diangkat langsung ke Sidratul Muntaha untuk menghadap-Nya.








Komentar: