Arsip untuk Juli 13, 2009

Benarkah Mata Obama Jelalatan?

http://http://lemabang.files.wordpress.com/2009/07/foto117.jpg
youtube.com

SEBUAH foto yang diambil dalam hajatan konferensi tingkat tinggi G-8 di Roma bisa menimbulkan salah sangka, seperti yang diberitakan sebelumnya www.sripoku.com/view/14788/Obama-Pun-Sempat-Jelalatan.

Di foto itu, Presiden Amerika, Barack Obama dan Presiden Prancis, Nicolas Sarkozy, tampak sedang ngeliatin bagian belakang seorang perempuan muda. Benarkah begitu?

Foto yang diambil tanggal 10 Juli 2009 itu memang bisa membuat orang berpikiran macam-macam. Yang paling banyak pasti akan mengira dua pemimpin negara itu sedang mengagumi (maaf) bokong perempuan muda yang kemudian diketahui sebagai Mayora Tavarez, umur 16 tahun, asal Brasil.

“Ah namanya juga laki-laki, itu natural,” bunyi komentar seorang pengunjung sebuah situs berita di Inggris. Komentar-komentar lainnya bernada serupa.

Tapi tunggu dulu, foto itu hanya merupakan bagian dari sebuah video dokumentasi salah satu agenda di acara KT tersebut, yakni pertemuan antara negara maju dengan negara berkembang. Begitu video itu diputar secara utuh, terlihat bahwa sebenarnya pandangan mata Obama tidak tertuju ke bokong Mayora. Presiden AS itu sedang memperhatikan langkah seorang peserta pertemuan itu yang akan menuruni undak-undakan panggung.

Adegan berikutnya adalah Mayora naik ke tingkat yang lebih tinggi dari panggung itu, sementara tangan Obama terulur untuk membantu peserta lainnya, yang sepertinya perwakilan dari sebuah negara di Afrika, turun ke bagian panggung yang lebih rendah. Jelas sudah, mata Obama tidak nakal.

Lalu, bagaimana dengan Sarkozy? Wah lebih baik lihat sendiri video itu di laman Youtube http://www.youtube.com/watch?v=3mlvNZnh4_U yang bisa ditemukan di bawah kata kunci Obama dan G-8, lalu simpulkan sendiri yang Anda lihat.

Sriwijaya Post — Sabtu, 11 Juli 2009 19:26 WIB

Tinggalkan sebuah Komentar

Palembang Tuan Rumah SEA Games 2011.

PALEMBANG, SRIPO Palembang akan punya gawe besar lagi. Kali ini lebih dahsyat dari PON XVI tahun 2004 lalu. Palembang dipastikan akan menjadi tuan rumah SEA Games 2011 mendatang.

Kepastian itu dinyatakan Sekretaris Umum KONI Sumsel, Dhenie Zainal di Palembang, Sumsel, Sabtu (11/7).

“Sebelumnya, KONI Sumsel mengira diperbolehkan kota atau kabupaten mana saja di Sumsel untuk menjadi tuan rumah. Tapi, berdasarkan informasi secara lisan dari pengurus KONI Pusat hal itu tidak diperkenankan. Semua pertandingan harus dilaksanakan di Kota Palembang saja,” ucap Dhenie.

Menurut dia, keputusan ini cukup mengecewakan beberapa kota/kabupaten di Sumsel, karena telah menyatakan kesediaan menjadi tuan rumah pertandingan SEA Games yang ditetapkan diselenggarakan di Provinsi Sumsel.

Sebelumnya, KONI Pusat menetapkan delapan cabang olahraga (cabor) SEA Games 2011 diselenggarakan di Provinsi Sumsel. Kedelapan cabang itu, senam, atletik, sepak bola, gulat, wushu dan panjat tebing.

“Kabupaten Musi Banyuasin yang sejak awal telah menyatakan keinginannya menjadi tuan rumah cabang olahraga renang karena memiliki fasilitas kolam renang berskala internasional. Tapi, karena petunjuk KONI Pusat ini, terpaksa dilakukan pembenahan fasilitas kolam renang di Palembang saja,” ucap Dhenie.

Dijelaskannya, untuk menyiapkan fasilitas olahraga bertaraf internasional di Kota Palembang, akan menggunakan dana APBD Sumsel dan APBN.

Beberapa fasilitas olahraga (venue) di Kota Palembang diharuskan untuk diperbaiki supaya layak dan sesuai dengan standar internasional. Namun, ada beberapa cabang olahraga yang diharuskan membangun venue baru. Pemerintah Provinsi Sumsel tidak hanya mengharapkan bantuan dari APBD dan APBN, tapi juga berencana menggandeng pihak swasta untuk membantu dalam segi pendanaan,” ucap Dhenie.

Ditambahkannya, pada 22 Juli mendatang tim KONI akan memeriksa dan melihat fasilitas di kawasan Seberang Ulu Palembang. Di Seberang Ulu akan diselenggarakan 5 cabang olahraga yakni senam, atletik, sepak bola, wushu dan panjat tebing.

“Mereka akan melihat fasilitas apa saja yang perlu diperbaiki,” ujar Dhenie.

Sementara itu pada 24 Juli tim akan meninjau fasilitas di bagian Seberang Ilir Palembang. Di wilayah ini akan diselenggarakan 3 cabang olahraga yakni, renang, angkat besi dan gulat. Sebagai gambaran mengenai fasilitas yang harus dibenahi menurut Dhenie adalah beberapa peralatan seperti adanya penambahan peralatan berstandar internasional untuk cabor senam.

“Juga rute lari 10 kilometer akan melihat kemungkinan-kemungkinan tertentu. Sebab rutenya bisa jadi akan melintasi Jembatan Ampera,” ujar Dhenie.

Meski ada beberapa kendala, menurut dia Palembang dan Sumsel sudah siap memenuhi permintaan dari pihak SEA Games. Sebab menjadi kebanggaan Sumsel dijadikan tuan rumah dengan 8 cabor.

“Intinya seperti yang disampaikan Gubernur kita siap untuk menggelar pesta olahraga se-Asia Tenggara ini,” ujar Dhenie.

Dalam hal ini menurut Dhenie pemerintah Provinsi Sumsel tidak hanya mengharapkan bantuan dari APBD dan APBN, tapi juga berencana menggandeng pihak swasta untuk membantu dalam segi pendanaan. (ndr)

Sriwijaya Post — Minggu, 12 Juli 2009 07:44 WIB

Tinggalkan sebuah Komentar

Dikembangkan, 10 Trayek Baru

PALEMBANG Setelah memperkenalkan lima trayek baru di wilayah metropolis pada 1 Januari lalu, kemarin (12/7), Dinas Perhubungan (Dishub) Palembang menyebut lima trayek tambahan. Ini menyusul kebijakan pengoperasian bus Trans Musi tahun depan.”Trayek baru itu, umumnya bersinggunangan dengan trayek Trans Musi. Sudah kita perkenalkan sejak dini, karena tahun depan akan dihapur,” ungkap Kadishub Kota Palembang, Edi Nursalam.

Lima trayek baru yang diperkenalkan sebelumnya, Bukit Besar-Makrayu, Km 5-Sako (masuk dari arah Sukabangun), Kertapati- 7 Ulu (melalui Tegal Binangun), Plaju-7 Ulu (melalui melalui jalan Lingkar Selatan dan pasar Induk Jakabaring) dan trayek Talang Betutu-Bandara Lama. Sejauh ini, dari ke-lima trayek tersebut, baru satu angkot yang beroperasi yaitu di trayek Bukit Besar-Makrayu. Empat lainnya belum ada peminat.

Nah, lima trayek baru tambahan adalah Gasing-Km 12, Gasing-Alang-Alang Lebar, Km 5-Talang Kelapa, Lemabang-Kalidoni, dan Lemabang-Perumnas Sako. “Nantinya, angkutan publik yang ada di pusat kota akan diganti dengan BRT (Bus Rapid Transit). Diharapkan, cara ini dapat mengurangi kemacetan di pusat kota,” ungkap Edi lagi.

Melihat posisi trayek baru yang ditawarkan Dishub, angkot yang ada saat ini bakal difokuskan pada kawasan pinggir kota. “Dampak positifnya, dengan sepuluh trayek baru ini akan lebih mengembangkan kawasan pinggiran,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Transportasi Jalan dan Rel KA (TJR), Dishub Kota Palembang, Agus Supriyanto menambahkan, terdapat 600 angkaot yang beroperasi pada lima trayek akan dihapuskan. Saat ini, izin trayek angkot yang akan dihapus tidak diperpanjang lagi. “Nanti langsung ditawarkan dengan sepuluh trayek baru itu.”

Diketahui, pengembangan trayek baru sesuai dengan Perwali No 1642/2008 tentang Penghentian Perpanjangan Bus Kota dan Pengalihan Rute Angkot. Pemangkasan jumlah angkot pada trayek normal ke trayek baru juga akibat dampak akan hadirnya busway atau Trans Musi.

Nah, julmah bus kota yang dihentikan operasionalnya tahun ini mencapai 80 unit. Setelah mati trayek, tidak akan diperpanjang lagi. Total bus beroperasi tinggal 472 dan 500 lebih jumlah bus normal. (mg17)

Sumatera Ekspres, Senin, 13 Juli 2009.

Tinggalkan sebuah Komentar

  • Arsip

  • Meta

  • Komentar Spam.

  • RSS LEMABANG 2009.

  • RSS IWAN LEMABANG 2008.

  • RSS IWAN LEMABANG 2008-2009.

  • RSS IWAN LEMABANG 2009.

  • SocialVibe


  • http://lemabang.files.wordpress.com/2009/07/4mb0d8i.png
    http://lemabang.files.wordpress.com/2009/07/logo40.png