PALEMBANG – Proyek besar untuk memacu pertumbuhan ekonomi dikembangkan pemerintah kota ini. Namanya, terminal multi-moda dengan lahan seluas 47,6 hektare. Terminal terpadu dengan satu managemen tersebut, fungsinya sebagai terminal barang, stasiun kereta api (KA), dermaga sungai, pengudangan, dan prasarana lingkungan. “Rencana asli dari pemkot. Kita minta bantuan Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) untuk studi kelayakan,” ungkap Wali Kota Palembang, Ir H Eddy Santana Putra MT kemarin (10/7).
Lokasi terminal moda dimulai dari Terminal Tipe A Karya Jaya yang luasnya mencapai 11 hektar. Terminal penumpang yang sudah beroperasi sejak lima tahun terakhir akan menjadi salah satu bagian moda.
Nah, di belakang Terminal Karya Jaya nanti dibangun terminal barang dengan luas 10 hektare. Fungsinya sebagai titik transfer barang dari luar ke dalam kota dengan angkutan darat. Di sebelahnya, area gudang seluas 12,6 hektare untuk mendukung aktivitas terminal multi-moda di Keramasan Kertapati. Kemudian stasiun KA lengkap bersama relnya, dengan lahan 2,5 hektare melayani penumpang dari KA ke angkutan sungai maupun angkutan darat. Di sela-sela stasiun KA dan terminal barang nantinya di bangun jalan tembus dari kawasan Musi II.
Terakhir dermaga di pinggir sungai Keramasan seluas 1,5 hektare. Nantinya, akan menjadi tempat perpindahan moda transportasi darat ke angkutan sungai atau sebaliknya. “Untuk melakukan perencanaan (feasibility study) secara tuntas kita minta bantuan ADB (Asian Development Bank) melalui Bappenas. Dari ADB butuh 700 ribu US dollars atau Rp7 M. Hasil perencanaan untuk pembangunan ditawarkan ke swasta,” tandas Eddy.
Direktur Pengembangan Kerja Sama Pemerintah-Swasta, Bastary P Indra mengatakan, jika studi kelayakan selesai, maka total dana pembangunan proyek ini mencapai Rp 200 M. Proyek inilah yang akan diserahkan kepada investor yang akan dicarikan oleh Bappenas. “Bisa saja, swasta nanti meminjam dana dari ADB. Yang pasti, proyek ini dapat bermanfaat membangun ekonomi daerah serta dapat menguntungkan swasta yang berinvestasi,” ungkapnya.
Selain itu, Bastary sedikit mengomentari masalah bus Trans Musi. Menurutnya, masalah jalan perlu diperhatikan Pemkot. “Busway itu perlu jalan khusus. Nah, apakah Palembang bisa mengakomodir jalan tersebut,” unkapnya. Selain bus, menurutnya Palembang dapat lebih mengembangkan transportasi angkutan sungai. “Bisa saja nanti Bappenas ikut membantu pengembangan angkutan sungai,” tandasnya. (mg17)
Sumatera Ekspres, 11 Juli 2009.























