Arsip untuk Juli 11, 2009

Dikembangkan, Terminal Multi – Moda.

PALEMBANG Proyek besar untuk memacu pertumbuhan ekonomi dikembangkan pemerintah kota ini. Namanya, terminal multi-moda dengan lahan seluas 47,6 hektare. Terminal terpadu dengan satu managemen tersebut, fungsinya sebagai terminal barang, stasiun kereta api (KA), dermaga sungai, pengudangan, dan prasarana lingkungan. “Rencana asli dari pemkot. Kita minta bantuan Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) untuk studi kelayakan,” ungkap Wali Kota Palembang, Ir H Eddy Santana Putra MT kemarin (10/7).

Lokasi terminal moda dimulai dari Terminal Tipe A Karya Jaya yang luasnya mencapai 11 hektar. Terminal penumpang yang sudah beroperasi sejak lima tahun terakhir akan menjadi salah satu bagian moda.

Nah, di belakang Terminal Karya Jaya nanti dibangun terminal barang dengan luas 10 hektare. Fungsinya sebagai titik transfer barang dari luar ke dalam kota dengan angkutan darat. Di sebelahnya, area gudang seluas 12,6 hektare untuk mendukung aktivitas terminal multi-moda di Keramasan Kertapati. Kemudian stasiun KA lengkap bersama relnya, dengan lahan 2,5 hektare melayani penumpang dari KA ke angkutan sungai maupun angkutan darat. Di sela-sela stasiun KA dan terminal barang nantinya di bangun jalan tembus dari kawasan Musi II.

Terakhir dermaga di pinggir sungai Keramasan seluas 1,5 hektare. Nantinya, akan menjadi tempat perpindahan moda transportasi darat ke angkutan sungai atau sebaliknya. “Untuk melakukan perencanaan (feasibility study) secara tuntas kita minta bantuan ADB (Asian Development Bank) melalui Bappenas. Dari ADB butuh 700 ribu US dollars atau Rp7 M. Hasil perencanaan untuk pembangunan ditawarkan ke swasta,” tandas Eddy.

Direktur Pengembangan Kerja Sama Pemerintah-Swasta, Bastary P Indra mengatakan, jika studi kelayakan selesai, maka total dana pembangunan proyek ini mencapai Rp 200 M. Proyek inilah yang akan diserahkan kepada investor yang akan dicarikan oleh Bappenas. “Bisa saja, swasta nanti meminjam dana dari ADB. Yang pasti, proyek ini dapat bermanfaat membangun ekonomi daerah serta dapat menguntungkan swasta yang berinvestasi,” ungkapnya.

Selain itu, Bastary sedikit mengomentari masalah bus Trans Musi. Menurutnya, masalah jalan perlu diperhatikan Pemkot. “Busway itu perlu jalan khusus. Nah, apakah Palembang bisa mengakomodir jalan tersebut,” unkapnya. Selain bus, menurutnya Palembang dapat lebih mengembangkan transportasi angkutan sungai. “Bisa saja nanti Bappenas ikut membantu pengembangan angkutan sungai,” tandasnya. (mg17)

Sumatera Ekspres, 11 Juli 2009.

Tinggalkan sebuah Komentar

Wallpaper Islami (34).

  • LEMABANG 2008
  • http://lemabang35.files.wordpress.com/2009/07/15-1.jpg

    http://lemabang35.files.wordpress.com/2009/07/239-1.jpghttp://lemabang35.files.wordpress.com/2009/07/38.gif

    http://lemabang35.files.wordpress.com/2009/07/3-1.jpg

  • Al-Khabir
  • http://lemabang35.files.wordpress.com/2009/07/4-1.jpg

  • Al-’Alim
  • http://lemabang35.files.wordpress.com/2009/07/2-1.jpg

  • Al-Fatah
  • http://lemabang35.files.wordpress.com/2009/07/217-1.jpg

    http://lemabang35.files.wordpress.com/2009/07/muhhabat.gif

    http://lemabang35.files.wordpress.com/2009/07/239-1.jpg

    http://lemabang35.files.wordpress.com/2009/07/14-1.jpg

    http://lemabang35.files.wordpress.com/2009/07/51-1.jpg

    Tinggalkan sebuah Komentar

    Janji Proses Pengeroyokan Kameramen PALTV.

    KAPOLDA Sumsel, Irjen Pol Sisno Adiwinoto, angkat bicara ketika dikonfirmasi terkait tindak pengeroyokan terhadap kameramen Palembang Televisi (PALTV), Yudi Saputra (25) yang sedang melakukan peliputan di RSI Siti Khadijah, Palembang. Aksi pengeroyokan diduga dilakukan oleh keluarga korban tabrak lari.

    Kapolda sangat menyesalkan kejadian itu dan berjanji jajarannya akan menindaklanjuti laporan korban kepada polisi. “Pada prinsipnya, penganiayaan apalagi memukul tetap akan diproses, karena korban sudah melaporkan kejadian tersebut ke pihak polisi (Poltabes Palembang, red) dan pasti akan ditindaklanjuti,” ujar Kapolda, usah shalat jum’at di Mapolda Sumsel, kemarin.

    Sebab, untuk kasus pengeroyokan, pelakunya bisa ditahan karena ancaman hukumannya di atas lima tahun penjara. “Kalau memang terbukti melakukan pengeroyokan, akan kita proses,” tegas Kapolda. Sementara di tempat terpisah, General Manager PALTV Syafik Gani dan staffnya termasuk Yudi Saputra, pagi kemarin juga mendatangi Poltabes Palembang bertemu dengan Kapoltabes Palembang, Kombes Pol Drs Luki Hermawan MSi.

    Pertemuan berlangsung di ruang kerja Kapoltabes Palembang, yang juga dihadiri para kepala satuan (Kasat) di jajaran Poltabes Palembang. Intinya, Syafik Gani berharap pihak kepolisian segera memproses pengaduan korban dan berharap masyarakat awan tidak asal main pukul terhadap insan pers yang melakukan tugas jurnalistiknya. Sementara, Kapoltabes juga berjanji pihaknya akan menindaklanjuti pengaduan korban, sesuai dengan prosedur dan hukum yang berlaku.

    Diwartakan sebelumnya, Yudi Saputra, pada Kamis (9/7) sekitar pukul 11.00 WIB, sedang meliput korban tabrak lari yang dilarikan ke IRD RSI Siti Khadijah Palembang. Yaitu mengambil gambar korban Mukmin (50) warga Jl Kamboja, Lr Delima, No 1161, Kecamatan IT I, Palembang. Awal mengambil gambar liputan, semua berjalan lancar. Tak lama datanglah keluarga korban, yang meminta Yudi menghentikan mengambil gambar. Sempat terjadi selisih paham, begitu keluar ruang IRD, Yudi diikuti pelaku. Dipukul dengan helm dan dipukul pakai tangan kosong oleh dua pelaku, kejadian itu lalu dilerai oleh sekuriti RSI Siti Khadijah. (mg10)

    Sumatera Ekspres, 11 Juli 2009.

    Tinggalkan sebuah Komentar

  • Arsip

  • Meta

  • Komentar Spam.

  • RSS LEMABANG 2009.

  • RSS IWAN LEMABANG 2008.

  • RSS IWAN LEMABANG 2008-2009.

  • RSS IWAN LEMABANG 2009.

  • SocialVibe


  • http://lemabang.files.wordpress.com/2009/07/4mb0d8i.png
    http://lemabang.files.wordpress.com/2009/07/logo40.png