Arsip untuk Juli 10, 2009

Wali Kota : Penghijauan Kampung Perlu Ditambah.

TRIKORA Walikota Palembang, Ir H Eddy Santana Putra MT, menilai perlu adanya penambahan penghijauan pada Kampung Ramah Lingkungan. Pernyataan disampaikan ketika berkunjung ke juara III Kampung Ramah Lingkungan Tingkat Kota Palembang di Jl Swakarya, Kelurahan Demang Lebar Daun, Kecamatan Ilir Barat I, kemarin (9/8).

“Kampung ini sudah cukup hijau. Saya berharap bisa lebih dihijaukan lagi,” tukasnya kepada Ketua RT 09, Kelurahan Demang Lebar Daun, PW Aritonang di pengujung tinjauannya ke kampung tersebut. Kampung seperti ini, kata Eddy, seharusnya mampu menjadi panutan bagi kampung lainnya yang tersebar di metropolis. Sehingga, perwujudan Kota Palembang internasional dapat segera dicapai. “Yah kita harapkan ke depan makin banyak kampung ramah lingkungan lainnya bermunculan,” katanya.

Ketua RT 09, PW Aritong mengatakan kunjungan Wali Kota ini merupakan sebuah penghormatan bagi warga setempat. Usaha penghijauan tersebut, lanjut dia, telah dirintis warga sejak beberapa tahun terakhir. “Kami juga melakukan pengembangbiakan tanaman hias,” tukasnya. Menurut dia, semua dilakukan tanpa pamrih. Semata-mata warga menganggap lingkungan yang asri dan bersih mutlak dibutuhkan. Makanya, ia berjanji ke depan tetap akan melestarikan kampung hijau yang telah dibinanya bersama warga.

Sementara Camat IB I, Drs M Sadruddin Hadjar MSi, mengaku cukup bangga dengan kunjungan Wali Kota Palembang. Dan hadirnya Eddy di tengah-tengah masyarakat Swakarya menunjukkan bahwa Wali Kota pun peduli terhadap kampung hijau yang telah dibina oleh warganya. “Pak Wali juga di sini dapat melihat secara langsung indikator-indikator keberhasilan kampung kita. Seperti penataan tanaman penghijauan, pengomposan yang baik bahkan saluran pembuangan air yang berjalan lancar,” ungkapnya seraya menambahkan di kampung tersebut juga terdapat tanaman obat keluarga (Toga). (mg15)

Sumatera Ekspres, 10 Juli 2009.

Tinggalkan sebuah Komentar

Depag Segera Bagikan Beasiswa.

Rp 18,9 M untuk Siswa Miskin

PALEMBANG Kantor Departemen Agama (Kanwil Depag) Provinsi Sumsel bakal membagikan beasiswa kepada 32.001 siswa madrasah. Adapun total biaya yang dibagikan pada Agustus mendatang sebesar Rp 18,9 M.

Kepala Kanwil Depag Sumsel, H Najib Haitami melalui Kabid Mapenda Kanwil Depag Sumsel, Drs Hm Ridwan MM mengatakan, beasiswa akan diperuntukan bagi 32.001 siswa madrasaha, dengan rincian madrasah ibtidaiyah (MI) 12.378 orang, madrasah tsanawiyah (MTs) 11.071 orang dan madrasah aliyah (MA) 8.552 orang. “Setiap siswa akan menerima MI Rp360 ribu, MTs Rp720 ribu dan MA Rp760 ribu,” ujar Ridwan kemarin (9/7).

Dikatakannya, pendistribusian dana akan dilakukan di kantor pos. Setiap siswa yang menerima dana tersebut dapat langsung mengambilnya melalui kantor pos di kabupaten/kota di Sumsel, sekitar minggu pertama dan minggu kedua Agustus. “Siswa nantinya akan diberikan bukti pengambilan yang akan diserahkan langsung ke Madrasahnya masing-masing,” tuturnya.

Kriteria siswa yang bakal menerima bantuan beasiswa, siswa tidak mampu seperti orang tuanya tidak memiliki pekerjaan tetap, buruh, petani penggarap, dan lainnya. Hal itu dibuktikan surat keterangan tidak mampu dari kades atau lurah tempat siswa berdomisili. Data tersebut selanjutnya diusulkan oleh madrasah, kemudian disampaikan kandepag kabupaten/kota, lalu ke Kanwil Depag Provinsi Sumsel untuk direkapitulasi dan diusulkan ke pusat.

Dalam memperkuat data siswa, Kanwil Depag sedang memproses pencairan dengan mengumpulkan semua persyaratan dimaksudkan. Misalnya, surat keterangan tidak mampu siswa, termasuk sebelumnya sudah dilakukan penandatanganan perjanjian antara kakanwil Depag dan kasi Mapenda kabupaten/kota beserta kepala madrasah untuk bertanggung jawab atas kebenaran data yang disampaikan. (mg21)

Sumatera Ekspres, 10 Juli 2009.

Tinggalkan sebuah Komentar

Teliti Identitas Anggota.

Terkait Maraknya Rampok dengan Modus Penilangan

JAKABARING Maraknya kasus perampokan motor dengan modus berpura-pura sebagai polisi, meresahkan masyarakat. Kapoltabes Palembang Kombes Pol Drs Luki Hermawan MSi melalui Kasat Lantas AKP Adi Ferdian Saputra SIk MH mengimbau masyarakat agar lebih waspada lagi terhadap tindakan penilangan yang dilakukan petugas di jalanan. “Teliti baik-baik identitas anggota. Bila perlu tanyakan tanyakan bertugas dimana, minta dia untuk memperlihatkan kartu anggotanya (KTA) terlebih dahulu,” ungkapnya kepada wartawan koran ini di ruang kerjanya kemarin.

Soal prosedur penilangan kata dia yang berhak melakukannya adalah polisi lalu lintas. “Pastikan saat menilang, anggota mengenakan seragam Polantas. Memang ada pengecualian untuk anggota Patroli Samapta ada yang diperbolehkan menilang, tapi harus diteliti dulu identitasnya, ini guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” papar Adi.

Lebih lanjut pria asli Palembang ini menjelaskan, kepada masyarakat jika memang ditilang untuk minta tanda bukti penilangan. Selain itu jangan mau disuruh pulang untuk mengambil surat kendaraan. “Karena risikonya sangat cukup besar,” tukasnya.

Soal kewenangan anggota untuk menahan kendaraan, dikatakan Adi memang anggota berhak untuk melakukan penahanan kendaraan. “Penahanan dilakukan jika masyarakat telah melakukan pelanggaran, selain itu kendaraan tersebut juga tidak dilengkapi surat-surat kendaraan,” ujar Adi.

Terakhir Kasat Lantas juga mengimbau kepada masyarakat, agar tidak memberi peluang kepada anggota untuk bernegosiasi terkait pelanggaran lalu lintas. “Jangan beri peluang kepada anggota untuk melakukan damai di tempat. Ikuti saja proses hukumnya,” tuntasnya. (mg18)

Sumatera Ekspres, 10 Juli 2009.

Tinggalkan sebuah Komentar

Sumeks Group, Sediakan Buku Murah.

PALEMBANG Ini solusi untuk memperoleh pendidikan yang layak bagi masyarakat menengah ke bawah. Sekarang sudah dicanangkan program Masal Buku Murah lewat buku teks pelajaran yang hak ciptanya menjadi milik Departemen Pendidikan RI.

Tercatat tak kurang 407 judul buku tersedia di situs Depdiknas yang diberi nama situs buku sekolah elektronik (BSE) atau e-book. Buku-buku tersebut dapat digandakan, dicetak, dan/atau diperdagangkan oleh perseorangan, kelompok orang, dan/atau badan hukum dalam rangka menjamin akses dan harga buku yang terjangkau oleh masyarakat.

Tak hanya itu, masyarakat dapat mengunduh (download) langsung dari internet. Juga menyimpan file buku teks pelajaran tersebut. “Buku-buku ini sudah dinilai kelayakan pakainya oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Memenuhi standar kelayakan untuk digunakan dalam pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas). Untuk penggandaan yang bersifat komersial, harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan olei pemerintah,” ungkap Menteri Pendidikan Nasional RI, Bambang Sudibyo dalam situs resminya.

Sementara itu, Jawa Pos Group yang digawangi JP Books sukses menggandakan buku-buku murah, BSE. “Kami siap dengan stok buku-buku BSE yang dijual dengan harga relatif terjangkau dan kompetitif. Mari kita sukseskan program pemerintah, dengan membeli buku murah produk JP Books yang pemasaran di Palembang melalui Sumeks Group,” ungkap Direktur Utama PT Temprina JP Books, Misbahul Huda didampingi Operasional Manager, Chichi saat bertandang ke Graha Pena, kantor Sumeks Group, kemarin.

Kata Huda, ia optimis omzet pemasaran di Sumsel terutama Palembang bakal melebihi target. “Mengingat nama besar Sumeks Group di samping kebutuhan masyarakat terhadap buku murah di Sumsel cukup tinggi,” pungkasnya. (ipl/jpnn)

Sumatera Ekspres, 10 Juli 2009.

Tinggalkan sebuah Komentar

BI Luncurkan Pecahan Rp 2.000

Uang Pecahan Rp 2.000
http://lemabang.files.wordpress.com/2009/07/foto1007.jpg

PALEMBANG, SRIPO Bank Indonesia (BI) secara resmi meluncurkan uang pecahan Rp 2.000 sebagai alat pembayaran sah di Indonesia. Peluncuran uang baru yang didominasi warna abu-abu ini dilakukan oleh Pjs Gubernur Bank Indonesia, Miranda S Goeltom, didampingi Deputi Gubernur Bank Indonesia bidang pengedaran uang, S Budi Rochadi, Gubernur Kaltim Rudy Ariffin, dan Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang di Banjarmasin, Kamis (9/7).

Dalam siaran pers No 11/19/PSHM/Humas yang dikirim Kepala Biro Hubungan Masyarakat Bank Indonesia Didy Laksmono R, penerbitan uang kertas edisi baru tersebut merupakan implementasi kebijakan BI di bidang pengedaran uang. Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan uang rupiah dalam jumlah nominal yang cukup, jenis pecahan yang sesuai, tepat waktu dan dalam kondisi yang layak edar.

Uang pecahan baru ini bergambar Pangeran Antasari (Pahlawan Nasional asal Banjarmasin, Kalimatan Selatan) dengan gambar bagian belakang Tarian Adat Dayak. Uang ini akan berlaku sebagai alat pembayaran mulai 10 Juli 2009.

Dijelaskan Miranda, pemilihan gambar pada uang tersebut mengacu kepada desain uang kertas sebelumnya yang bertemakan Pahlawan Nasional.

“Hal ini sebagai bentuk apresiasi kepada para pahlawan serta melestarikan budaya bangsa,” tegas Miranda.

Uang kertas baru ini memakai benang pengaman yang tertanam di kertas uang dan bertuliskan BI2000.

Uang kertas pecahan baru ini mengakomodasi kebutuhan kaum tunanetra dengan menyediakan kode tertentu (blind code) di samping kanan bagian muka uang. Yaitu berupa kotak persegi panjang yang dicetak secara intaglio.

Seperti saat mengeluarkan uang kertas baru pecahan Rp 100.000 dan Rp 20.000, tahun emisi 2004, serta Rp 50.000 dan Rp 10.000 tahun emisi 2005, BI juga mengeluarkan Uncut Banknotes Rp 2.000 (uang khusus yang belum dipotong/uang bersambung) sebanyak 4.700 lembar dengan jenis uang bersambung masing-masing berisi 2 bilyet, 4 bilyet dan 50 bilyet.

“Sebagai benda koleksi, Uncut Banknotes ini lazim dikeluarkan di berbagai negara sebagai penerbit uang khusus,” jelasnya. (sep/rel)

Sriwijaya Post — 10 Juli 2009.

Tinggalkan sebuah Komentar

  • Arsip

  • Meta

  • Komentar Spam.

  • RSS LEMABANG 2009.

  • RSS IWAN LEMABANG 2008.

  • RSS IWAN LEMABANG 2008-2009.

  • RSS IWAN LEMABANG 2009.

  • SocialVibe


  • http://lemabang.files.wordpress.com/2009/07/4mb0d8i.png
    http://lemabang.files.wordpress.com/2009/07/logo40.png