Khawatir Golput Meningkat.
5 July 2009 Leave a comment
Ingat, Cukup Contreng Sekali
PEMILIHAN presiden dan wakil presiden tanggal 8 Juli tinggal empat hari lagi. Berbagai persiapan final dilakukan oleh jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) termasuk KPUD Sumsel. Salah satunya, gencar mensosialisasikan tata cara pemilihan.
Nah, pada pilpres kali ini, jauh lebih mudah dibandingkan dengan pemilu legislatif (pileg), 9 April lalu. Salah satu alasannya, karena yang dipilih hanya ada tiga calon pasangan presiden dan wapres. Dampaknya, surat suara jadi sangat kecil dan mudah dibuka, tidak seperti lebarnya surat suara ketika pileg lalu.
KPUD Sumsel dan jajaran KPUD kabupaten/kota di 15 daerah telah mensosialisasikan cara memilih yang benar. “Pilpres berbeda dengan pileg. Kali ini relatif lebih sederhana. Selain calonnya lebih sedikit, masyarakat juga cukup memahami tata cara pemilihan dengan mencontreng. Kami cukup optimis pilpres lebih sukses,” kata anggota KPUD Sumsel bidang sosialisasi, Ong Berlian, kemarin. Dijelaskannya, pemilihan cukup mencontreng satu kali pada surat suara yang nantinya dibagikan petugas tempat pemungutan suara (TPS). Bisa pada nama, nomor urut atau pada foto capres dan cawapres.
“Kita optimis pilpres kali ini sukses. Sosialisasi juga telah dilakukan baik melalui media cetak, elektronik maupun dengan spanduk dan baliho,” jelas Ong. Meski telah berpengalaman dan diyakini mengetahui tata cara mencontreng yang benar, terselip kekhawatiran akan semakin tingginya angka golongan putih (golput, red). Salah satunya dipicu kejenuhan masyarakat terhadap banyaknya pemilihan yang berlangsung di Indonesia.
KPUD Sumsel mencatat, angka golput di Sumsel pada pileg lalu mencapai 24 persen. Sementara tingkat partisipasi politik 76 persen. “Sepanjang tahun masyarakat dihadapkan dengan 529 pemilu dan pilkada yang digelar di Indonesia. Kejenuhan ini harus disikapi dengan terus melakukan pendidikan politik,” tutur Ong lagi.
Sementara, jumlah mata pilih dalam dalam daftar pemilih tetap (DPT) pilpres 8 Juli di Sumsel ada 5.320.892 orang atau bertambah sekitar 2,5 persen dari DPT pileg lalu yang jumlahnya 5.192.693 orang. Untuk di Palembang, angka golput pada pileg lalu mencapai 30 persen. Untuk itu, KPUD kota Palembang sejak jauh hari telah melakukan sosialisasi dan mengimbau masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya.
Anggota KPUD Kota Palembang bidang sosialisasi, Yudha Mahrom Saputra, mengatakan, masalah golput tak terlalu mengkhawatirkan karena pihaknya sudah menyiapkan formulir A7 (hingga H-1) bagi mereka yang ingin pindah TPS. “Jadi, meski libur ke luar kota, pemilih tetap bisa menggunakan hak pilih,” katanya.
Formulir A7 dapat diambil pemilih di KPPS pada kelurahan dimana pemilih berdomisili. Cukup dengan menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP). Selanjutnya pemilih membawa formulir A7 tersebut ke TPS dimana ia akan memilih. Cukup dengan menunjukan KTP, maka pemilih dapat memilih di sana.
Khusus bagi penyandang cacat khususnya tunanetra, telah disiapkan alat bantu berupa tulisan braile di tiap TPS. KPUD Kota Palembang menyiapkan 4 alat bantu tunanetra. Pihaknya juga menyiapkan formulir A5 (formulir pendamping) bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan fisik dalam menentukan pilihannya. “Jadi mereka masih tetap bisa memilih dengan didampingi keluarga atau orang terdekat.” bebernya. (mg16)
Sumatera Ekspres, Minggu, 5 Juli 2009.








Komentar: