Sampan Terisap Pusaran Air
MUARA ENIM - Tragis, Juwita (25), hanya bisa berteriak-teriak histeris di pinggir Sungai Lematang, menyaksikan suami dan anaknya, Hiron (30) dan Edo (9), hilang tenggelam ditelan Sungai Lematang. Sebab sampan yang ditumpangi dua beranak itu, terisap pusaran air di perairan Sungai Lematang, Kamis (2/7) sekitar pukul 08.30 WIB.
Mendengar jeritan Juwita dipinggir sungai, warga desanya, Desa Baturaja, Kampung I, Kecamatan Rambang Dangku, Kabupaten Muara Enim, langsung semburat berdatangan. Namun karena derasnya arus dan dalamnya Sungai Lematang, membuat warga kesulitan melakukan pencarian. Hingga malamnya (sekitar pukul 20.00 WIB), keberadaan kedua korban yang tenggelam itu belum berhasil ditemukan.
Sementara sampannya yang sempat tenggelam terisap pusaran air, sudah timbul kepermukaan air. “Kita (polisi, red) dan warga telah melakukan penyisiran. Hingga tadi malam, kedua korban belum ditemukan,” ujar Kapolres Muara Enim AKBP H Yohanes Soeharmanto SH SIk, melalui Kapolsek Rambang Dangku AKP Nusirwan SE, kemarin.
Dijelaskan Nusirwan, pagi itu kedua beranak itu (Hiron dan Edo), hendak pergi ke kebun karetnya di Desa Pangkalan Babat. Untuk mencapai kebunnya yang berada di seberang Sungai Lematang dari rumahnya, korban naik sampan miliknya. Istrinya (Juwita) tidak ikut ke kebun, hanya ikut mengantar sampai ke tepian Sungai Lematang.
Belum jauh kedua beranak itu mengarungi Sungai Lematang menggunakan sampannya, tiba-tiba perahunya oleng terisap pusaran air. Bahkan kuatnya pusaran air, membuat sampan dan dua penumpangnya langsung tenggelam. “Korban Hiron sempat timbul dan berusaha menarik anaknya (Edo, red). Tapi derasnya arus sungai, membuat Hiron lemas hingga tenggelam lagi bersama anaknya,” urai Nusirwan.
Sementara melihat suami dan anaknya timbul tenggelam berjuang melawan arus Sungai Lematang, Juwita yang berada di pinggir sungai hanya bisa menjerit histeris. Dia tak kuasa memberikan pertolongan. Namun teriakannya, setidaknya sudah membuat warga sekitar berdatangan dan menghubungi petugas Polsek Rambang Dangku. “Kita terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi pusaran air hingga ke bagian hilir sungai,” pungkas Nusirwan. (43)
Sumatera Ekspres, Jumat, 3 Juli 2009.













