Arsip untuk Juli 3, 2009

Pengumuman PSB Melalui Dua Cara.

Lewat Website dan SMS

PALEMBANG - Pengumuman pelaksanaan penerimaan siswa baru (PSB) tingkat SMPN dan SMAN, dapat diakses melalui dua cara yakni websit www.diknaspalembang.net dan short messege service (SMS) dengan cara ketik PSB (no test) kirim ke 9800 tarif Rp1.000/sms (Telkomsel, Indosat, XL, Flexi, 3, Fren, Esia).

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Kota Palembang, H Hatta Wazol SE MM melalui Kabid (Kepala Bidang) SMP/SM Drs H Reza Fahlevi MM mengatakan, materi PSB SMPN meliputi Matematika, Bahasa Indonesia, IPA dan IPS. SMAN meliputi tes Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA dan IPS. Waktu selama dua jam (120 menit, red). “Pengumuman SMPN dapat diakses pada malam 7 Juli sedangkan SMAN malam 8 Juli. Untuk di sekolah pelaksanaan tes pada 8-9 Juli,” beber Reza, kemarin (2/7).

Dikatakannya, besok (hari ini, red) total peserta PBS SMPN sebanyak 22.588, dengan daya tampung sebanyak 15.192 siswa atau 59 persen, sedangkan daya tampung SMP swasta sebanyak 10.498 siswa atau 41 persen. “Peserta PSB terbanyak terdapat pada SMPN 7, total peserta 782 orang,” ungkapnya.

Ruangan digunakan sebanyak 1.135 ruang, setiap ruangan berisi 20 peserta dengan diawasi satu orang pengawas dengan sistem silang murni. Untuk pelaksanaan tes masuk SMA/SMK dilaksanakan besok (4/7), dengan daya juga disesuaikan dengan kelulusan SMP/MTs yang berjumlah 25.027 orang. Dengan rincian daya tampung SMA/SMK negeri 8.199 siswa atau 32,76 persen, daya tampung SMA/SMK swasta 16.828 siswa atau 67,24 persen.

“Jika ditinjau secara teknis (rekap, red) daya tampung SMA/SMK tahun 2009/2010 lulusan SMP/MTS 25.027 siswa, daya tampung SMA negeri 5.419 orang atau 21,65 persen, daya tampung SMK negeri 2.780 siswa atau 11,11,” tutur Reza.

Orang tua dan siswa jangan percaya dengan hal yang dapat merugikan, yang bersifat ilegal dan tidak benar. Apalagi sampai ada orang meminta uang untuk keberhasilan anaknya. “Perlu diketahui, soal baru diambil oleh sekolah penyelenggara pada pukul 06.00 WIB pagi dengan dikawal oleh pengawas Disdikpora,” ingatnya. (mg21)

Sumatera Ekspres, Jumat, 3 Juli 2009.

Komentar (21)

Bapak-Anak, Ditelan Sungai Lematang.

Sampan Terisap Pusaran Air

MUARA ENIM - Tragis, Juwita (25), hanya bisa berteriak-teriak histeris di pinggir Sungai Lematang, menyaksikan suami dan anaknya, Hiron (30) dan Edo (9), hilang tenggelam ditelan Sungai Lematang. Sebab sampan yang ditumpangi dua beranak itu, terisap pusaran air di perairan Sungai Lematang, Kamis (2/7) sekitar pukul 08.30 WIB.

Mendengar jeritan Juwita dipinggir sungai, warga desanya, Desa Baturaja, Kampung I, Kecamatan Rambang Dangku, Kabupaten Muara Enim, langsung semburat berdatangan. Namun karena derasnya arus dan dalamnya Sungai Lematang, membuat warga kesulitan melakukan pencarian. Hingga malamnya (sekitar pukul 20.00 WIB), keberadaan kedua korban yang tenggelam itu belum berhasil ditemukan.

Sementara sampannya yang sempat tenggelam terisap pusaran air, sudah timbul kepermukaan air. “Kita (polisi, red) dan warga telah melakukan penyisiran. Hingga tadi malam, kedua korban belum ditemukan,” ujar Kapolres Muara Enim AKBP H Yohanes Soeharmanto SH SIk, melalui Kapolsek Rambang Dangku AKP Nusirwan SE, kemarin.

Dijelaskan Nusirwan, pagi itu kedua beranak itu (Hiron dan Edo), hendak pergi ke kebun karetnya di Desa Pangkalan Babat. Untuk mencapai kebunnya yang berada di seberang Sungai Lematang dari rumahnya, korban naik sampan miliknya. Istrinya (Juwita) tidak ikut ke kebun, hanya ikut mengantar sampai ke tepian Sungai Lematang.

Belum jauh kedua beranak itu mengarungi Sungai Lematang menggunakan sampannya, tiba-tiba perahunya oleng terisap pusaran air. Bahkan kuatnya pusaran air, membuat sampan dan dua penumpangnya langsung tenggelam. “Korban Hiron sempat timbul dan berusaha menarik anaknya (Edo, red). Tapi derasnya arus sungai, membuat Hiron lemas hingga tenggelam lagi bersama anaknya,” urai Nusirwan.

Sementara melihat suami dan anaknya timbul tenggelam berjuang melawan arus Sungai Lematang, Juwita yang berada di pinggir sungai hanya bisa menjerit histeris. Dia tak kuasa memberikan pertolongan. Namun teriakannya, setidaknya sudah membuat warga sekitar berdatangan dan menghubungi petugas Polsek Rambang Dangku. “Kita terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi pusaran air hingga ke bagian hilir sungai,” pungkas Nusirwan. (43)

Sumatera Ekspres, Jumat, 3 Juli 2009.

Tinggalkan sebuah Komentar

Pemimpin Menurut Islam (1/2).

http://iwandj.files.wordpress.com/2009/04/bismillah.gif

“Setiap kamu (orang) adalah pemimpin dan setiap pemimpin bertanggung jawab terhadap yang dipimpin, dia bertanggung jawab terhadap rakyatnya. Seorang laki-laki (suami) menjadi pimpinan keluarga dan dia bertanggung jawab terhadap keluarganya. Seorang wanita (istri) menjadi pimpinan dalam rumah tangganya itu. Seorang pembantu menjadi pimpinan (pemelihara) harta benda tuan/majikannya dan bertanggung jawab memeliharanya. Seorang anak menjadi pimpinan atas harta benda orang tuanya dan bertanggung jawab atas hal itu.” (HR. Bukhari & Muslim)

Dari pernyataan hadits di atas betapa Allah telah menempatkan manusia sebagai makhluk terhormat dan terpilih. Terpilih menjadi subyek/pemeran utama dalam mengatur dan mengendalikan dunia bagaimana menjadi tempat yang membawa kesejahteraan dan kedamaian. Oleh karena itulah setiap pemimpin dituntut mempertanggungjawabkan kedudukannya.

Menurut bahasa Islam pemimpin memiliki beberapa sebutan yaitu ; imam, Ro’is, Ro’in yang berarti pemimpin/pemuka. Namun Rasulullah SAW pada pihak lain mengatakan bahwa pemimpin itu adalah pengembala/pelayan sebagaimana sabdanya ; “Pemimpin suatu kelompok adalah pelayan dari kelompok tersebut.” Ini mengisyaratkan pemimpin bukan penguasa tapi pemimpin adalah seorang yang bertanggung jawab terhadap kemakmuran rakyatnya.

Sedangkan menurut istilah pemimpin adalah anggota dari suatu perkumpulan yang diberi kedudukan tertentu dan bertindak sesuai kedudukannya.

Berdasarkan pengertian tersebut diatas maka antara pemimpin dengan kelompok yang dipimpin terikat kesetiaan kepada Allah. Karena mengingat besarnya tanggungjawab menjadi pemimpin didalam lingkungan masing-masing sesuai dengan ruang lingkup dan daerah kekuasaan masing-masing, maka syariat Islam menetapkan bahwa seorang pemimpin harus memiliki sifat-sifat sebagai berikut :

1. Rendah hati (Tawadhu’)

Dalam hal ini khalifah Abu Bakar Siddiq mengatakan bahwa pada hakikatnya kedudukan pemimpin itu tidak berbeda dari pada rakyat biasa. Bukan karena ia orang istimewa, supermen. Tapi hanya sekedar orang yang didahulukan selangkah, yang mendapat kepercayaan dan bantuan orang banyak. Maka tidaklah pantas jika memiliki sifat sombong, congkak, takabur. Karena diatas pundaknya terpikul satu tanggung jawab yang besar dan berat terhadap apa yang dipimpinnya, lebih-lebih lagi terhadap Allah SWT. Untuk itulah mereka membutuhkan pikiran dan bantuan orang lain. Oleh karena itu dengan sifat rendah hati yang dimiliki mereka akan mendapat simpati dan dukungan dari orang banyak.

2. Terbuka Menerima Koreksi

Setiap pemimpin memerlukan dukungan dan partisipasi dari bawahan yang dipimpinnya. Betapapun hebatnya ilmu dan keahlian yang dimiliki mereka tidak akan bisa melaksanakan tugasnya sendiri tanpa bantuan orang lain. Oleh sebab itu seorang pemimpin harus terbuka untuk menerima kritik, sepanjang kritik itu sehat dan membangun. Rasulullah SAW menganjurkan agar berani menyampaikan kebenaran sekalipun kepada pemimpin apabila mereka berbuat dzalim. Beliau mengatakan bahwa pekerjaan tersebut adalah seutama-utama jihad.

3. Amanah Dan Jujur

Amanah adalah sifat yang dipercaya dan memelihara kepercayaan. Agama Islam mewajibkan kepada setiap muslim/muslimah agar memelihara/menjaga amanah. Jabatan/kedudukan, kekuasaan merupakan barang titipan karena itu harus ditunaikan dengan sebaik-baiknya. Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya jabatan atau kekuasaan merupakan amanah. Pada hari kiamat ia merupakan hinaan dan penyesalan bagi yang memegangnya, kecuali orang yang menerima dan menunaikan secara haq.” (HR. Muslim)

4. Berlaku Adil

Yang dimaksud dengan adil adalah meletakkan suatu urusan sesuai tempatnya atau menimbang dan memperlakukan sesuatu dengan cara yang sama dan serupa, tidak terpancing, tidak berat sebelah. Lawan daripada adil adalah dzalim yaitu bertindak sewenang-wenang. Agama Islam menempatkan urusan keadilan ini pada tempat yang amat esensial dan strategis. Firman Allah SWT yang artinya : “Sesungguhnya Allah memerintahkan menegakkan keadilan dan berbuat baik.” (QS. An-Nahl : 90)

Lanjut –>

Komentar (1)

Pemimpin Menurut Islam (2/2).

Abu Bakar As Siddiq menegaskan dalam menegakkan keadilan ini bahwa orang yang lemah harus dibela dan dilindungi, orang-orang yang kuat tidak boleh berlaku kejam dan sewenang-wenang. Sayyidina Ali r.a, setiap melantik pejabat selalu selalu memberikan nasehat ingatlah Allah selalu dalam perlakuanmu terhadap rakyat yang berada pada tingkat terbawah. Terutama mereka yang lemah tak berdaya, kaum fakir miskin dan mereka yang dipaksa oleh kebutuhan. Orang-orang yang sengsara dan penderita cacat, mereka yang meminta-minta dan yang selalu mengharapkan pemberian.

Rendahkan sayapmu bagi rakyatmu, lunakkan sikapmu untuk mereka, cerahkan wajahmu dihadapan mereka, jangan membedakan perlakuanmu terhadap mereka walaupun dalam lirikan dan pandangan mata. Sehingga orang-orang penting tidak timbul keserakahannya. Mengharap uluran tangan demi kepentingan mereka, dan kaum lemah tidak menjadi putus asa akan keadilanmu demi membela nasib mereka. Allah akan menuntut pertanggungjawabanmu atas segala perbuatanmu yang besar maupun yang kecil, yang tampak maupun yang tersembunyi.

5. Konsisten Dan Demokratis Dalam Berjuang

Dalam suatu perjuangan menegakkan cita-cita kebenaran dan keadilan pasti akan dihadapkan pada tantangan dan halangan, maka pemimpin dituntut untuk tetap istiqomah dalam beramal ma’ruf nahi munkar (menegakkan kebenaran dan mencegah kemunkaran).

Mundur dari medan juang adalah perbuatan aniaya apalagi hal ini dilakukan oleh seorang pemimpin. Sikap percaya diri dan yakin terhadap pertolongan Allah harus menjadi landasan kuat dalam dirinya. Firman Allah SWT yang artinya : “Apabila engkau telah bulat tekad, maka bertaqwalah kepada Allah karena sesunggunya Allah cinta kepada mereka yang tawakal.” (QS. Ali Imran : 59)

Kemudian didalam menjalankan tanggung jawabnya para pemimpin dituntut untuk menempatkan azas musyawarah sebagai bagian penting. Mereka haruslah mengabdikan dirinya untuk kepentingan misi rakyat yang dipercaya dipundaknya, bukan untuk mengejar ambisi memenuhi kepentingan pribadinya. Karena itu Allah SWT memerintahkan agar segala urusan itu diselesaikan dengan jalan musyawarah. Firman Allah SWT, artinya : “Dan mereka diperintah agar urusan mereka diselesaikan dengan jalan musyawarah.” (QS. As Syura : 38)

Saudara-saudaraku muslim marilah kita camkan beberapa pesan sahabat Ali Bin Abi Thalib :

Barangsiapa mengangkat dirinya sebagai pemimpin, hendaknya ia mengajari dirinya sendiri sebelum mengajari orang lain. Dan hendaknya ia mendidik dirinya sendiri dengan cara memperbaiki tingkah lakunya sebelum mendidik orang lain dengan ucapan lidahnya. Orang yang menjadi pendidik bagi dirinya sendiri lebih patut dihormati daripada mengajari orang lain.

– Bergaullah dengan cara mengundang rapat tangis-tangis orang bila kau meninggal dunia dan teriaklah simpati mereka selama kamu hidup bersama mereka.

Demikian renungan Jum’at kali ini semoga kita dapat mentauladani dalam membangun dan mewujudkan ketaqwaan umat, mari kita mewujudkan Palembang Kota Internasional Sejahtera Berbudaya 2013.

<– Sebelum

BULETIN JUM’AT
EDISI I TAHUN I/12 RAJAB 1430 H/03 JULI 2009 M
Diterbitkan oleh Pemerintah Kota Palembang
Bekerjasama dengan MUI Kota Palembang.

Tinggalkan sebuah Komentar

  • Arsip

  • Meta

  • Komentar Spam.

  • RSS LEMABANG 2009.

  • RSS IWAN LEMABANG 2008.

  • RSS IWAN LEMABANG 2008-2009.

  • RSS IWAN LEMABANG 2009.

  • SocialVibe


  • http://lemabang.files.wordpress.com/2009/07/4mb0d8i.png
    http://lemabang.files.wordpress.com/2009/07/logo40.png