Arsip untuk Juli 2, 2009

Nunggu Banyu, Anak Dikhitan Gaib.

KEJADIAN aneh mengejutkan warga di Jl Letnan Mukmin, RT 17, Lebak Ujung, Kelurahan 24 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Senin (29/6) malam. Pasalnya, Arif, bocah berusia 4,8 tahun mendadak berteriak kesakitan pada burungnya (penis, red) kala tengah bermain dengan saudaranya.

Seketika, sang ayah, Saiman, menghampiri bocah tersebut dan membuka celana Arif. Alangkah terkejutnya Saiman ketika melihat burung anaknya telah dikhitan secara misterius. “Kejadian sekitar jam setengah sembilan malam. Waktu itu saya sedang mengisi air. Saya sempat bingung lalu tanya sana-sini tentang hal ini,” tukasnya kemarin (30/6) ditemui di kediamannya.

Untuk menjawab rasa penasarannya, Saiman lantas membawa anaknya ke dukun sunat tak jauh tempat tinggalnya. Menurut Panji, sang dukun sunat. Alat vital Arif tersebut telah disunat oleh jin. Dan hal ini menurutnya juga merupakan suatu kejadian luar biasa.

“Setelah mendapatkan penjelasan dari Pak Panji, saya cukup lega dan mulai percaya bahwa anak saya telah dikhitankan secara gaib,” ungkapnya.

Namun, terkait hal ini, Saiman sama sekali tidak pernah merasakan hal yang cukup aneh dan tidak biasa ataupun bermimpi yang aneh-aneh.

Sayangnya karena keterbatasan dana, hingga kemarin Saiman belum memeriksakan kondisi anaknya ke tenaga medis atau rumah sakit. “Masih belum punya uang. Tapi kalau ada rejeki, saya akan bawa Arif ke dokter atau mantri sunat,” tutur dia.

Sementara Ketua RT 17, Ridwan menjelaskan bahwa memang ada sejumlah kejadian yang tidak biasa seperti khitan gaib yang umumnya terjadi terhadap anak kecil. Akan hal ini ia memberikan pemahaman kepada warganya untuk tetap tenang dan jangan panik. (mg15)

Sumatera Ekspres, Rabu, 1 Juli 2009.

Tinggalkan sebuah Komentar

Banyak Arah Kiblat Melenceng

YOS SUDARSO Penentuan arah kiblat di masjid dan mushalla di wilayah Kecamatan Ilir Timur (IT) II masih banyak yang melenceng. Hal ini diketahui setelah tim terpadu penentuan arah kiblat melakukan perhitungan arah kiblat. “Seperti yang berada di Langgar Nurul Iman, setelah dihitung melenceng hingga 39 derajat,” ungkap Drs H Ridwan MHI, kepala KUA Ilir Timur II ditemui koran ini di ruang kerjanya, kemarin (1/7).

Menurutnya, sebenarnya kita telah melakukan sosialisasi mengenai arah kiblat kepada pengurus masjid dan mushalla beberapa waktu lalu. Tapi sampai saat ini masih banyak yang arah kiblatnya belum sesuai.

Apalagi, sambungnya, saat tim ini mengunjungi mushalla dan masyarakat sempat terjadi penolakan terhadap tim yang akan melakukan pengukuran ulang terhadap arah kiblat. “Namun, setelah kita beri pemahaman dan alasan yang digunakan berdasarkan hukum syar’i dan ilmu pengetahuan tentang hal tersebut, akhirnya mereka bisa menerima dan bersedia untuk diukur ulang arah kiblatnya,” ujarnya.

Ridwan mengatakan, untuk mengukur arah kiblat dapat dilakukan dengan menggunakan Azimut Kiblat Kota Palembang sebesar 294,32 derajat utara, timur, barat, dan selatan (65,2 derajat dari titik utara ke barat). “Atau masyarakat bisa juga menggunakan bayang-bayang matahari ke arah kiblat yaitu pada tanggal 16 Juli 2009 pukul 16.27 WIB. Sebab pada waktu itu, arahnya pas mengarah ke arah kiblat (Ka’bah),” terangnya.

Karena masih banyak yang melenceng ini, terangnya, bagi masyarakat atau pengurus mushalla maupun masjid yang belum memahami tentang pengukuran arah kiblat, dapat mendatangi kantor KUA IT II untuk mendapatkan penjelasan secara mendetail tentang hal tersebut (pengukuran arah kiblat, red).

Berdasarkan hukum syar’i, shalat seseorang dapat dikatakan sah bila shalat tersebut dilakukan bila mengarah ke kiblat. “Tapi yang belum tahu akan terus disosialisasikan. Dan untuk yang sudah mengerti diminta secepatnya untuk mengukur ulang arah kiblatnya, sehingga arah kiblat tersebut sesuai arahnya,” tukasnya. (mg23)

Sumatera Ekspres, Kamis, 2 Juli 2009.

Komentar (2)

Dishub Minta PT ASDP Tegas.

Terkait Rusaknya Dua Armada Pelabuhan 35 Ilir

PSI LAUTAN Terkait rusaknya dua Kapal Motor Penyeberangan (KMP) kerapu dan KMP Kakap yang beroperasi di Pelabuhan 35 Ilir, Dinas Perhubungan Kota Palembang menuntut kepada PT Angkutan Sungai Dan Pelabuhan (ASDP) mengambil tindakan strategis untuk mengatasi permasalahan ini.

“Sangat riskan memberangkatkan penumpang dan mobil dengan kapal rusak,” tegas Kepala Dishub Kota Palembang, H Edi Nursalam. Karenya, pihaknya meminta dengan segera permasalahan ini cepat terselesaikan.

Diketahui, sebelumnya KMP Kakap dan Kerapu sudah tidak dapat lagi melayani penyeberangan menuju Bangka sejak Februari lalu. Rencananya, PT ASDP akan memesan mesin baru untuk dua unit kapal tersebut. Namun, tampaknya hingga kemarin (1/7) mesin baru yang dijanjikan tak kunjung datang.

Menurut Eddy, seharusnya PT ASDP mengganti kapal tersebut jika memang diperlukan. Karena, keberadaan dua kapal tersebut memang cukup mendukung armada di Pelabuhan 35 Ilir. Apalagi pada saat berlangsungnya liburan sekolah. Memang, lanjutnya, Dishub tidak memberikan deadline perbaikan ke PT ASDP. Namun, akan permasalahan ini pihaknya tidak memberikan tenggat waktu bagi PT ASDP untuk merampungkan perbaikan kapal. Karena memang permintaan penyeberangan masih bisa diatasi oleh armada yang ada. Kendati begitu, penumpukan tetap terjadi. Pantauan Sumeks menyatakan bahwa terdapat puluhan kendaraan angkutan barang yaitu truk terpaksa menginap berhari-hari di pelabuhan tersebut. (mg15)

Sumatera Ekspres, Kamis, 2 Juli 2009.

Tinggalkan sebuah Komentar

  • Arsip

  • Meta

  • Komentar Spam.

  • RSS LEMABANG 2009.

  • RSS IWAN LEMABANG 2008.

  • RSS IWAN LEMABANG 2008-2009.

  • RSS IWAN LEMABANG 2009.

  • SocialVibe


  • http://lemabang.files.wordpress.com/2009/07/4mb0d8i.png
    http://lemabang.files.wordpress.com/2009/07/logo40.png