Arsip untuk Juli, 2009

MEMELIHARA AMAL.

http://iwandj.files.wordpress.com/2009/04/bismillah.gif

“Dan janganlah kalian seperti seorang perempuan yang menguraikan kembali benang yang sudah dipintal dengan kuat menjadi cerai berai….” (QS. An-Nahl : 92)

AYAT tersebut diatas menggambarkan perbuatan seorang wanita yang telah memintal benang menjadi kain dengan susah payah, hingga pada akhirnya pekerjaan itu menjadi sia-sia disebabkan karena hasil pekerjaannya tersebut diurai kembali, pekerjaan yang dilakukan berhari-hari bahkan berminggu-minggu rusak hanya dalam waktu sekejap saja. Demikian juga halnya amal perbuatan yang akan kita lakukan selama bulan Ramadhan (berpuasa, Tilawatil Qur’an dan Qiyamullail), semuanya akan menjadi sia-sia dan tidak bernilai apabila pada pasca Ramadhan nanti tidak kita jaga dan pelihara dengan sebaik-baiknya.

Perbuatan yang baik harus tetap kita lakukan setelah Ramadhan, sehingga kita dapat memetik manisnya buah Ramadhan. Nabi SAW berpesan : “Ada tiga macam akhlak/budi pekerti yang mulia yang tinggi nilainya disisi Allah SWT yaitu :
1. Memberikan maaf kepada orang yang menganiaya dirimu.
2. Membantu seseorang yang telah memutuskan pemberiannya kepadamu, dan
3. Membina hubungan baik dengan seseorang yang telah memutuskan hubungan.” (HR. Al-Khatib)

Pertama : Memberi maaf merupakan suatu perbuatan yang mulia, sebab perbuatan ini sangat berat untuk dilakukan. Tatkala seseorang itu disakiti oleh orang lain yang akan lahir adalah sakit hati dan dendam. Lalu dari dua sifat ini akan melahirkan permusuhan, dan akibat dari permusuhan inilah maka dapat menimbulkan rusaknya tatanan kehidupan.

Dendam itu laksana api yang akan membakar apapun, dan tidak akan berhenti apabila yang dibakarnya itu belum habis musnah. Karena besarnya akibat yang ditimbulkan oleh api kemarahan dan dendam, maka Allah berjanji kepada orang-orang yang mampu menahan amarah dan suka memberi maaf dengan janji syurga. Sebagaimana diterangkan dalam Al-Qur’an Surat Ali Imron ; 133-134 yang artinya : “Syurga itu diperuntukkan bagi orang-orang yang bertaqwa, yaitu mereka yang berinfaq dikala lapang dan sempit, mereka yang menahan marah dan mereka yang pemaaf dengan sesama manusia, dan Allah suka terhadap orang-orang yang gemar berbuat kebaikan.”

Sekiranya ummat Islam mampu mengaktualisasikan nilai-nilai tersebut, niscaya kehidupan ini akan menjadi damai. Dan sebenarnya ruh atau nilai inti daripada puasa adalah kemampuan menahan diri dari sifat amarah dan membangun sifat pemaaf. Sesungguhnya Allah akan memberikan kemulian kepada orang-orang yang pemaaf. Dalam sebuah hadits disebutkan yang artinya : “Tidaklah seseorang yang selalu suka memaafkan itu melainkan Allah akan menambah kemuliannya.” (HR. Muslim)

Dapat kita simpulkan bahwa memaafkan orang yang memusuhi kita, (tatkala) ketika kita mampu untuk membalasnya adalah suatu perbuatan yang sangat baik dan bernilai sangat tinggi disisi Tuhan dan bahkan menambah tingginya martabat dan derajat kita dalam pandangan manusia.

Kedua : Kebanyakan orang, hanya memberi kepada orang-orang yang telah berjasa kepadanya. Sementara bagi orang yang tidak punya jasa maka kemungkinan besar jauh dari jangkauan pemberian atau pertolongannya, karena inilah maka lahirlah istilah ada jasa maka ada harganya. Apabila tradisi ini yang ditumbuh suburkan maka bisa dipastikan akan hilanglah suatu pemberian atau pertolongan yang didasarkan kepada Allah SWT. Maka hilanglah pula suatu pemberian yang didasarkan pada kasih sayang, hanya orang-orang yang dermawanlah yang mereka memberi tanpa pamrih untuk mendapat balasan dari pemberian, selain mengharap keridhoan dari Allah SWT.

Kedermawanan adalah salah satu sifat Allah Ta’ala, mak barang siapa yang mengutamakan orang lain adalah setinggi-tinggi kedermawanan. Sifat mementingkan orang lain dan mengalahkan diri sendiri juga dimiliki oleh para sahabat Nabi SAW. Maka Allah memuji mereka sebagaimana firman-Nya : “Mereka (sahabat-sahabat Nabi) itu mengalahkan diri mereka sendiri sekalipun mereka itu dalam keadaan kekurangan.” (QS. Al-Hasyr : 9)

Dari sini dapat disimpulkan bahwa manifestasi orang yang menganut agama Islam akan tampak dalam kehidupan, oleh sikap bermurah hati dan berakhlak baik, umat Islam diharapkan menjaga dan memelihara kedua sikap hidup itu dan selalu berusaha meningkatkannya.

Ketiga : Silaturrahmi adalah merupakan alat untuk membentuk persaudaraan yang didasarkan pada nilai-nilai Islam, maka siapa saja yang berusaha menghidupkannya berarti mereka adalah orang-orang yang menghidupkan dan membangun ajaran Islam.
LANJUT –>

Komentar (2)

Sambut Ramadhan Sekolah Libur 3 Hari.

PALEMBANG, SRIPO Menyambut bulan Ramadhan 1430 Hijriah, Disdikpora Palembang menerbitkan edaran tentang mekanisme belajar dan libur. Sekolah diwajibkan meliburkan siswa selama tiga hari. Satu hari sebelum puasa dan dua hari pasca puasa.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Palembang, H Hatta Wazol melalui Kabid Pembinaan SMA/SM, Drs Riza Fahlevi mengatakan aturan dibuat sesuai surat edaran Kepala Dinas yang mengacu pada rambu-rambu penyusunan kalender pendidikan. Ia mengatakan himbauan itu masih sebatas teknis pelaksanaan semata. Sementara kapan tanggal kepastian jatuhnya bulan Ramadhan masih menunggu keputusan dari Depag. “Pokoknya saat Depag memutuskan tanggal berapa puasa, berarti siswa sudah libur satu hari sebelum puasa dan dua hari sesudah, totalnya tiga hari,” kata Riza kepada wartawan, kamis (30/7) di ruang kerjanya.

Khusus untuk libur Syawal atau lebaran, kata Riza, ditentukan enam hari sebelum lebaran dan enam hari sesudahnya. Sementara untuk jadwal sekolah akan dikurangi 10 menit tiap pelajaran. Misal satu jam pelajaran menghabiskan 45 menit berarti selama puasa satu jam diperpendek menjadi 35 menit. Waktu istirahat juga akan dikurangi. Dalam kondisi normal dua kali istirahat maka selama puasa juga dipersingkat satu kali istirahat. “Dengan ini, berarti siswa pulangnya lebih cepat dari hari biasa,” kata Riza.

Sedangkan untuk pelajaran, dia menambahkan, kegiatan yang bersifat fisik seperti olahraga agar diganti dengan teori dalam ruangan serta memperbanyak kegiatan yang bersifat keagamaan, untuk mempertebal nilai keimanan seperti pengajian, zakat, shodaqoh dan lainnya. “Saya himbau agar kegiatan difokuskan kepada peningkatan imtaq dengan tetap menjaga toleransi antar siswa yang berlainan agama saat menjalankan ibadah selama bulan Ramadhan,” ujarnya.

Selama bulan Ramadhan, lanjut Riza, dihimbau agar sekolah mengedepankan kegiatan keagamaan, seperti tadarus yang bertujuaan untuk peningkatan iman dan taqwa. Sedang untuk kegiatan yang bersifat muhasabbah atau renungan suci agar selektif dipakai. Artinya jika tak penting-penting sebaiknya dihindari. “Silakan muhasabah, namun jangan sampai tujuan baik, malah terjadi hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Sriwijaya Post — 30 Juli 2009.

Tinggalkan sebuah Komentar

Pemkot Palembang Gelar Festival Layang-Layang di BKB.

PALEMBANG Merayakan HUT RI ke-64, Dinas Pariwisata Kota Palembang bekerjasama dengan MPP Production Palembang menggelar Festival Layang-layang Tingkat Nasional di Plaza Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang 1-2 Agustus 2009. Ajang ini merebutkan tropi Walikota Palembang.

Ketua Pelaksana Nirmala Dewi kepada Sripo, Kamis (30/7) pagi mengatakan festival layang-layang ini jenis pertandingannya layang-layang dua dan tiga dimensi dan layang-layang aduan. Peserta 17 tahun ke atas, membawa layang-layang sendiri. Sebelum lomba perserta mendaftar ke panitia dan tidak dipungut bayaran alias gratis. Lomba diadakan dua hari Sabtu dan Minggu.

Festival layang-layang ini akan dibuka Walikota Palembang Ir H Eddy Santana Putra, Sabtu (1/8) pagi pukul 10.00. Acara festival layang-layang ini kata Dewi dimeriahkan hiburan tradisional dan live musik serta hiburan lainnya. Tujuan acara selain memperingati HUT RI ke-64 juga untuk meningkatkan kunjungan wisata baik lokal maupun internasional ke Kota Palembang serta melestarikan budaya leluhur. Kontak person 0812-7825906.

Sriwijaya Post — 30 Juli 2009.

Komentar (1)

Disdipora Sangkal tak Serahkan Data.

Terkait Pencairan Dana Sharing Sekolah Gratis

PALEMBANG Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang, Hatta Wazol, menyangkal belum menyerahkan data dana sekolah gratis ke Pemprov Sumsel. “Data sudah diserahkan bahkan sudah ditandatangani langsung oleh saya (Kadin Disdikpora, red), kemudian kepala bidang (kabid) menyerahkan ke Disdik Sumsel,” ujar Hatta, kemarin.

Seperti pernah diberitakan sebelumnya, Palembang tidak termasuk daftar kota yang menerima pencairan dana sekolah gratis. Alasannya, Disdikpora Kota belum menyerahkan data secara lengkap. Dijelaskan Hatta, data sekolah gratis sudah diserahkan ke Disdik Sumsel sejak 8 Juli lalu, yang langsung diterima oleh pegawai Disdik Sumsel, data tersebut mulai dari tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK negeri/swasta.

Dikatakannya, sesuai data yang tercatat, SD sebanyak 195.382 siswa, SMP 80.470 siswa, SMA 75.031 siswa dan SMK 25.620 siswa. Memang diakui ungkap Hatta, sampai saat ini dana sharing sekolah gratis belum diterima, tapi mengenai adanya berkas ditolak maupun dikembalikan, ia belum mendapat laporan dari Disdik Sumsel. “Tidak ada pengembalian berkas,” tegas dia.

Disinggung apakah ada kendala bagi sekolah, sehubungan belum cairnya dana sekolah gratis, Hatta menjawab belum ada keluhan. “Kita berharap sekolah tetap berjalan sebaik mungkin. Meski tanpa dana sharing sekolah gratis, kalau pun ada akan dicarikan jalan keluar,” tuturnya.

Menurut dia, Pemkot Palembang tetap mendukung sekolah gratis. Semua kepala sekolah khususnya negeri rata-rata semuanya takut mengambil pungutan dari siswa. Karena ketakutkan tersebut banyak program yang distop.

Misalnya SMAN 13, sejak empat tahun terakhir sudah memberlakukan kelas holistic dimana semua siswa yang masuk kelas ini mesti pulang pukul 16.00 WIB. Karena pihak sekolah merasa takut memungut iuran terpaksa proram ini dibatalkan semua siswa dipulangkan pukul 13.00 WIB.

Selama ini, semua siswa ikut program ini diberi makan siang, belajar lebih efektif dan ekstra karena keterbatasan dana pihak sekolah enggan mengambil pungutan terpaksa program tersebut batal,” tandasnya. (mg21)

Sumatera Ekspres, Kamis, 30 Juli 2009.

Tinggalkan sebuah Komentar

Ajak Siswa Lestarikan Cerita Rakyat.

LETKOL ISKANDAR Minimnya perhatian siswa terhadap pelestarian mengundang keprihatinan berbagai pihak, tidak terkecuali Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel. Bertempat di Atrium Palembang Indah Mall (PIM), Disdik Sumsel menggelar lomba Tutur Cerita Rakyat tingkat siswa-siswi SMP se-Sumsel kemarin (27/7).

Selain mengajak siswa untuk melestarikan kebudayaan tradisional masyarakat terutama cerita rakyat, siswa juga diharapkan dapat melaksanakan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam cerita rakyat tersebut. “Kita juga menyayangkan, karena kurang perhatian terhadap cerita rakyat, sekitar 1.000 lebih cerita rakyat yang sudah mulai punah bersama dengan penuturnya,” ujar Drs M Akib, Kabid Pembina Non-Formal, Informal dan Kebudayaan Dinas Pendidikan Sumsel kemarin.

Karena itu, katanya agar cerita rakyat ke depannya tidak punah akan dianggarkan dana operasional bagi penutur cerita rakyat. “Selama ini penyebab punahnya kesenian tutur cerita rakyat karena kurangnya anggaran dan perhatian dari pemerintah,” terangnya. Apalagi menurutnya, banyak nilai-nilai positif yang dapat ditiru oleh semua siswa SMP sekarang ini. Seperti nilai kebijaksanaan, kerja sama, kerja keras dan mengajarkan kepada siswa untuk memiliki kepedulian kepada alam sekitarnya. “Sekarang ini nilai tersebut sudah mulai terkikis. Jadi dengan lomba ini juga, kita ingin mengingatkan kembali bahwa kesuksesan tidak datang begitu saja, tapi diperlukan juga kerja keras untuk mewujudkannya,” sambungnya.

Sementara itu, Drs Abu Hanifah, ketua panitia mengatakan, kegiatan ini sendiri bertujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan bagi 145 siswa-siswi peserta lomba tentang nilai-nilai luhur yang terkandung dalam cerita rakyat tersebut. “Sehingga ke depan mampu membentuk kepribadian yang sesuai dengan kepribadian bangsa,” tukasnya. Masih katanya, ke depan kegiatan serupa akan terus diselenggarakan agar kecintaan generasi muda khususnya siswa SMP dapat tercipta selain menyalurkan bakat dan kemampuan siswa dalam bertutur cerita rakyat. (mg23)

Sumatera Ekspres, Selasa, 28 Juli 2009.

Tinggalkan sebuah Komentar

Tulisan yang Lebih Tua »
  • Arsip

  • Meta

  • Komentar Spam.

  • RSS LEMABANG 2009.

  • RSS IWAN LEMABANG 2008.

  • RSS IWAN LEMABANG 2008-2009.

  • RSS IWAN LEMABANG 2009.

  • SocialVibe


  • http://lemabang.files.wordpress.com/2009/07/4mb0d8i.png
    http://lemabang.files.wordpress.com/2009/07/logo40.png