Contoh Keberhasilan Palembang.
30 June 2009 Leave a comment
SU II – Balai Diklat Keagamaan Semarang, melakukan studi banding ke Depag Palembang. Peserta yang terdiri 40 pimpinan eselon IV itu tertarik dengan sejumlah hal. “Mulai histori Kota Palembang hingga keberhasilan yang diraih MAN 2 kota ini,” kata Kepala Diklat Balai Keagamaan Semarang, Drs H Yusuf Hidayat MH kemarin.
Menurut Yusuf, Palembang dipilih sebagai kota untuk studi banding karena secara sejarah Palembang kota paling tua yang berusia 1326 di bawah Kerajaan Sriwijaya, sebelum kerajaan nusantara dan Majapahit. Sehingga ia ingin para peserta ini memiliki wawasan Nusantara. Jadi, mereka paham kebangsaan dan nasionalisme. “Sebab, pegawai negeri sipil (PNS) merupakan sebuah elemen dalam masyarakat yang berfungsi sebagai perekat kesatuan dan persatuan bangsa,” jelasnya.
Di samping itu, pihaknya ingin melihat tentang pendidikan tingkat madrasaha negeri (MAN) di lingkungan Depag Kota Palembang. Tentu kaitannya dengan masalah Wajib Belajar (Wajar) 9 Tahun di Palembang. “Karena, keberadaan seperti MAN 2 dengan kapasitas tingkat kebersihannya dapat terealisasi di Depag Kota Semarang,” ujarnya.
Ia, berharap agar kunjungan ke Kantor Depag Kota Palembang menjadi pembelajaran. “Kalau ada yang kurang. Kita harus segera berbenah diri. Sehingga studi banding ini bermanfaat bagi para peserta, dan membawa perubahan yang lebih baik di lingkungan Depag Semarang,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Agama Kota Palembang Drs H Rosyidin Hasan MPdI mengatakan, keberhasilan kinerja Depag Kota Palembang, tidak terlepas atas dukungan Pemkot Palembang dan Kanwil Depag Sumsel. “Kunjungan ini mereka dapat melihat dengan jelas aktivitas Depag Kota Palembang, dengan prioritas tiga fokus bidang yakni Kepegawaian, Quraish, Mapenda,” pungkasnya. (mg26)
Sumatera Ekspres, Selasa, 30 Juni 2009.








Komentar: