Menhut Sidak Punti Kayu.


Instruksikan Peremajaan Pepohonan

PALEMBANG Plakat rasio hutan kota terbaik di Indonesia yang disumbangkan Hutan Wisata Punti Kayu, 5 Juni lalu, menarik perhatian Menteri Kehutanan (Menhut) MS Kaban. Kemarin (26/6) sekitar pukul 17.00 WIB, secara mendadak ia melihat langsung aset wisata yang terletak di Km 6,5 tersebut.

Tanpa kawalan Pemerintah Provinsi Sumsel ataupun Pemerintah Kota Palembang, MS Kaban berdialog langsung dengan Manajer Punti Kayu dari PT Indosuma Putra Citra, Raden Azka. Hasilnya, Menhut menginstruksikan agar pengelola melakukan peremajaan pepohonan. “Pohon yang ada sekarang, kalau dilihat sudah kimaks, harus dirancang ulang. Jangan sampai, setelah dapat rasio hutan terbaik, nanti malah mati,” ungkapnya sebelum meluncur.

Punti Kayu di mata MS Ka’ban sangat menarik. Ia menilai, jarang kota besar memiliki hutan layaknya Punti Kayu. Dengan daya tarik hutan wisata yang kerap dikunjungi warga Palembang bahkan Sumsel, Kaban menginginkan adanya perkembangan lebih jauh. “Sekarang, pemasukan kurang optimal. Nanti kita pelajari dulu bagaimana cara mengembangkannya,” tandasnya masuk ke dalam mobil meninggalkan para wartawan.

Sementara Raden Azka, manajer Hutan Wisata Punti Kayu, mengaku, kedatangan Menhut terkait dengan diraihnya penghargaan oleh pemkot atas rasio hutan kota terbaik se-Indonesia. Namun, Punti Kayu, lanjut dia, merupakan aset milik Departemen Kehutanan yang juga di bawah Menhut.

Kata dia, PT Indosuma Putra Citra sendiri diberikan izin pengelolaan Pengusahaan Alam atas Punti Kayu selama 30 tahun sejak tahun 1999 lalu. Mengenai peremajaan pepohonan, pihaknya telah menerapkan penanaman bagi siswa SD/SMP/SMA di Sumsel yang datang berkunjung. Setiap kedatangan pelajar tersebut, diharapkan melakukan penanaman pepohonan untuk menggantikan pohon yang sudah memasuki usia klimaks. Pepohonan di Punti Kayu, lanjut dia, didominasi pinus, arkasia, dan mahoni.

Di singgung masalah pemasukan yang dinilai Menhut belum maksimal, Azka sedikit menyangkal. Punti Kayu ia perkirakan telah menyumbang sekitar Rp200 juta. Angka ini berasal dari 100 ribu pengunjung tahun 2008 lalu, dengan catatan tarif masuk dipatok Rp2.000. Angka tersebut, tambah dia, masuk tiga besar kategori penerimaan bukan pajak bagi pemerintah pusat, dari seluruh hutan wisata di seluruh Indonesia. (mg17)

Sumatera Ekspres, Sabtu, 27 Juni 2009.

About Iwan Lemabang
aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s