Arsip untuk Juni 22, 2009

Eddy Santana Ajak Cintai Palembang.

PALEMBANG, SRIPO “I Love Palembang.” Itulah salah satu ajakan Pemerintah Kota Palembang dalam memeringati Hari Jadi Kota Palembang ke – 1326, hari ini (17/6). Ajakan Walikota Palembang Ir H Eddy Santana Putera MT ini disebarkan dalam bentuk surat edaran kepada masyarakat melalui badan, dinas, kecamatan, kelurahan, BUMN, BUMD, swasta, perhotelan, penginapan dan restoran.

Surat edaran dengan nomor 25/SE/2009 tertanggal 28 Mei 2009 itu berisikan tema Hari Jadi Kota Palembang yang mengajak masyarakat untuk berpartisipasi mewujudkan ‘Palembang kota internasional, sejahtera dan berbudaya sebagai kota yang bersih, hijau dan biru.’

“Dengan Hari Jadi Kota Palembang yang ke – 1326, kita gelorakan semangat, tekad dan kebersamaan membangun Kota Palembang yang lebih maju, mandiri dan terdepan,” ungkap Eddy Santana seraya menegaskan melalui Hari Jadi Kota Palembang ini, Pemkot mengajak masyarakat untuk memasyarakatkan program “I Love Palembang.”

“Gerakan I Love Palembang ini maksudnya, mengajak warga agar mencintai Palembang secara menyeluruh, mencintai produknya, menjaga dan merawat kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah dan ikut peduli dengan kondisi lingkungan sekitar,” urai Eddy Santana, seraya menambahkan bahwa ajakan gerakan cinta Palembang ini akan dibacakan pada sambutannya di Puncak HUT Kota Palembang, pada acara resepsi HUT, Rabu (17/6) di BKB.

Menurutnya, pemerintah telah berusaha semaksimal mungkin dan akan terus berbuat untuk pembangunan Palembang, sehingga jika hal itu tidak ikut didukung masyarakat maka tidak ada artinya. “Saya sangat terharu ketika Palembang berhasil meraih Piala Adipura tahun 2007 lalu dan sampai 2009 ini masih dapat Adipura. Saya merasakan begitu sulitnya mengubah Palembang ini menjadi seperti sekarang, tetapi dengan kemauan dan niat baik serta didukung masyarakat semua itu bisa kita wujud.” paparnya seraya menegaskan.

Festival Sriwijaya

Sementara pembukaan Festival Sriwijaya ke – 18 dan Sriwijaya Expo IX berlangsung meriah. Ribuan pengunjung memadati Komplek Dekranasda, Jakabaring, Selasa (16/6) malam.

Rangkaian acara berdurasi sekitar tiga jam itu dibuka pukul 19.30 dengan tembang Kabile-bile dan Ya Samman, dilanjutkan dengan parade kebudayaan 15 kabupaten kota se-Sumsel. Parade menampilkan kesenian dan legenda khas daerah masing-masing. Dimulai dengan Musi Banyuasin. Palembang sendiri tampil di urutan ke – 13 dengan menampilkan Tarian Pengantin Sunat.

Usai parade, kisah Kerajaan Sriwijaya masa lampau kembali menjadi perhatian terutama saat cerita tentang masuknya Budaya Buddha ke Bumi Sriwijaya. Cerita ini diwakilkan dengan Tari Seribu Tangan yang melambangkan umat Buddha menyembah Dewi yang memiliki seribu tangan.

Tarian diiringi musik khas Tionghoa. Para penonton langsung terpaku terutama mereka yang berada tepat lurus di depan penari seribu tangan. Permainan tangan para penari yang ada di belakang penari terdepan, terlihat seperti seseorang yang menari-nari dengan seribu tangan.

Setelah melalu deretan panjang parade budaya, tepat pukul 21.45 Gubernur Ir H Alex Noerdin SH membunyikan sirene tanda dibukanya Festival Sriwijaya XVIII dan Sriwijaya Expo ke IX.

Sebelum meresmikan acara Alex sendiri mendapatkan piagam penghargaan dari BKKI (Badan Koordinasi Kesenian Indonesia) berupa plakat tanda pembina seni budaya dan pariwisata daerah. (cr3/cr2)

Sriwijaya Post — 17 Juni 2009.

Tinggalkan sebuah Komentar

  • Arsip

  • Meta

  • Komentar Spam.

  • RSS LEMABANG 2009.

  • RSS IWAN LEMABANG 2008.

  • RSS IWAN LEMABANG 2008-2009.

  • RSS IWAN LEMABANG 2009.

  • SocialVibe


  • http://lemabang.files.wordpress.com/2009/07/4mb0d8i.png
    http://lemabang.files.wordpress.com/2009/07/logo40.png