WALI KOTA Eddy Santana Putra beberapa kali menegaskan bahwa slogan Kota Palembang ke depan, clear, green, and blue. Bagaimana dengan ikon Palembang Kota BARI (bersih, aman, rapi, dan indah)? Apakah sudah dianggap tidak relevan dengan visi dan misi kota internasional yang dicanangkan Wako Eddy dan Wawako Romi Herton?
“Clear, green, and blue hanya sebatas tema lingkungan nasional. Khusus untuk peringatan HUT Palembang. Kalau mau mengubah slogan kota BARI, itu terlalu dini. Apalagi, sudah ada peraturan daerah (perda)-nya,” ungkap Wawako Romi Herton tadi malam. Menurut Romi, meskipun Kota Palembang akan mengarah ke kota internasional, namun slogan BARI di usianya yang ke – 1326 masih relevan. “Slogan itu sudah memasyarakat.”
Lain halnya dengan anggota Komisi II DPRD Kota Palembang, Taufik Hidayat. Ia menegaskan, slogan clear, green, and blue merupakan program kerja dan masuk dalam visi dan misi wali kota terpilih. “Kalau memang ingin dijadikan slogan, ya bisa koordinasi dengan DPRD. Di samping, jangan tumpang tindih slogan, kata BARI itu sudah melekat di hati masyarakat,” tukasnya.
Dimintai komentarnya terkait slogan clear, green and blue, ia menyebut baik hal itu. Menurut Taufik, kategori green (hijau) sudah mulai banyak dilakukan. Baik di Pemkot maupun masyarakat. Kategori blue pun, mulai bergerak. Terlihat dari dicanangkannya Car Free Day, penerapan bersepeda, serta penerapan Bus Trans Musi tahun ini yang ramah lingkungan menggunakan bahan bakar gas.
Namun, masalah clear (bersih) masih perlu adanya perubahan. Terutama dari gaya masyarakat Palembang. “Jangan hanya mengandalkan pasukan kuning. Masyarakat kita masih banyak yang suka buang sampah sembarangan. Sikap perilaku masyarakat ini perlu diubah,” ujar Taufik dihubungi via handphone-nya semalam.
Selain itu, dengan adanya tema atau slogan baru yang sangat baik, clear, green and blue, dinas/badan di lingkungan Pemkot harus mendukung penuh. Ketika terdapat dana APBD, dinas/badan harus dapat mengartikan dan berperan menunjang program tersebut. (mg17)
Sumatera Ekspres, Kamis, 18 Juni 2009.













