Eddy : Kawah Tengkurep Harus Dipugar.
17 June 2009 1 Comment
3 ILIR – Kondisi situs sejarah Makam Kawah Tengkurep saat ini mendesak untuk diperbaiki. Hal ini mengingat kondisi makam raja-raja dari Kesultanan Palembang Darussalam sudah sangat memprihatinkan, pagar dan atap sudah tidak layak lagi dan perlu dilakukan pemugaran. Hal ini ditegaskan Walikota Palembang Ir H Eddy Santana Putra MT saat melakukan ziarah ke Makam Kawah Tengkurep, kemarin (16/).
“Kita merasa sangat prihatin melihat kondisi Makam Kawah Tengkurep sekarang, dimana kawasan tersebut telah dijadikan aset sejarah yang perlu diperhatikan oleh semua pihak, khususnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palembang. Tapi kenyataan dilapangan genteng (atap, red) di salah satu bangunan makam sudah rusak dan bocor saat hujan,” ujarnya.
Apalagi, Makam Kawah Tengkurep telah menjadi salah satu kunjungan wisata rohani dan wisata sejarah. Dan bila tidak segera dilakukan perbaikan, dikhawatirkan akan merusak bentuk asli dari Makam Kawah Tengkurep. “Kita berharap, agar saat dilakukan perbaikan dapat mengembalikan bentuk asli Kawah Tengkurep,” harapnya.
Sehingga, sambungnya makam yang didalamnya terdapat makam raja-raja Kesultanan Palembang Darussalam seperti, Sultan Jamaludin atau Sultan Ratu Abdurrahman Khalifatul Sayydul Mukminin, Sultan Mas Mansyur, Sultan Mahmud Badaruddin I Jaya wikromo, Sultan Ahmad Najamudin, Sultan Mahmud Badaruddin II, Sultan Ahmad Najamudin II dapat terus dilestarikan. “Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan melestarikan aset budaya dan sejarah ini?” bebernya.
Ir HRM Mahmud badarrudin ketua Himpunan Zuriat Kesultanan Palembang Darussalam (HZKPD) mengucapkan terima kasih atas perhatian yang ditujukkan Pemerintah Kota Palembang yang akan melakukan pemugaran terhadap Makam Kawah Tengkurep. “Diharapkan rencana baik itu dapat terlaksana dan makin menempatkan tempat ini sebagai situs sejarah yang dilindungi keberadaannya oleh pemerintah,” tukasnya. (mg23)
Sumatera Ekspres, Rabu, 17 Juni 2009.












setuju, bila semua makam peninggalan kesultanan di renovasi, tapi pak wali tolong dong renovasi dulu kedudukan Ketua HZKPD tersebut, kok mengaku2 sebagai sultan kepada masyarakat indonesia sedangkan yang kita ketahui sultan itu berdasarkan garis nasab, jelaskan dulul nasab bapak Iskandar Harun Tersebut, jangan senak-enaknya ganti nama yang pada akhirnya mencoreng muka kota palembang