Arsip untuk Juni 9, 2009

Tim Labfor Sisir Lokasi Kebakaran.

PERIKSA: Anggota Tim Labfor sedang menyelidiki penyebab kebakaran di Kelurahan 5 Ulu, kemarin
http://lemabang.files.wordpress.com/2009/06/foto5.jpgSaksi Kunci Edi Menghilang

PALEMBANG Kasus kebakaran di kawasan Lorong Keramat, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang, mulai diselidiki tim Poltabes Palembang dan Polsekta SU I. Kemarin (8/6), empat saksi mata sudah diperiksa. Tim juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengetahui penyebab pasti kebakaran yang mengakibatkan 687 jiwa warga di 4 RT itu, harus kehilangan tempat tinggalnya.

Olah TKP tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri Cabang Palembang berlangsung pukul 15.30 WIB. Penyidikan pihak Labfor terpusat pada titik yang diduga menjadi sumber awal api, yakni di kediaman Edi di RT 7. Setelah itu, tim Labfor mengais sisa reruntuhan yang bisa dijadikan bukti. Terutama, sisa reruntuhan rumah Edi, dan dua rumah tetangganya yakni Syamsudin dan Syaiful. Diantara barang bukti yang berupa kabel, tanah, kayu, serta sejumlah benda di tempat yang diduga sebagai ruang utama serta dapur rumah Edi.

Kasat Reskrim Poltabes Palembang Kompol Kristovo Arianto SIk dan Kapolsek SU I AKP Joko Yulianto SIk memimpin langsung olah TKP. Keduanya, kepada wartawan mengaku belum berani menyimpulkan sumber api dan penyebab kebakaran. “Kita tunggu hasil uji labfor, mungkin sekitar satu minggu lagi. Yang jelas kalau hasil uji keluar kita akan tahu sebetulnya darimana sumber api berasal, apakah benar dari rumah Edi atau rumah yang lainnya,” unkap Kristovo.

Sebelumnya Kapoltabes Palembang, Kombes Pol Drs Luki Hermawan Msi, menegaskan, pihaknya hingga saat ini masih mendalami kasus kebakaran di kawasan Lorong Keramat, SU I. Dari empat saksi yang telah diperiksa polisi, diduga api berasal dari rumah seorang warga. “Tapi rumah siapa? Ini yang masih kita cari, makanya kita lakukan terjunkan tim dari Labfor.” Yang jelas, kata dia, sumber api kemungkinan besar berasal dari lilin. “Kita juga belum menemukan saksi kunci Edi dan keluarganya yang rumahnya diduga menjadi sumber api. Yang bersangkutan masih kita cari guna dimintai keterangannya,” tukasnya.

Seperti diberitakan, sedikitnya 84 bangunan yang terdiri dari 71 rumah, 12 bedeng ratusan pintu, dan 1 mushala di empat RT di Jl KH Azhari, Lr Keramat Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan SU I, Palembang Minggu (7/6) sekitar pukul 01.00 WIB ludes terbakar. Akibatnya 176 Kepala Keluarga (KK) atau 687 penduduk kehilangan tempat tinggalnya. (mg18/mg35)

Sumatera Ekspres, Selasa, 9 Juni 2009.

Tinggalkan sebuah Komentar

Ratusan Perawat Ancam Mogok.

AKSI DAMAI: Ratusan perawat dari berbagai rumah sakit dan sekolah keperawatan sejumlah perguruan tinggi melakukan demo menuntut pengesahan Rancangan Undang Undang Keperawatan menjadi undang-undang di DPRD Sumsel, kemarin
http://lemabang.files.wordpress.com/2009/06/foto2.jpg
foto: Kris Samiaji/Sumeks

PALEMBANG — Ratusan perawat dari pelbagai rumah sakit (RS) dan sekolah keperawatan sejumlah perguruan tinggi di Provinsi Sumatera Selatan, kemarin, menggelar aksi ke DPRD Sumsel. Melalui anggota dewan Sumsel, mereka mendesak agar DPR RI segera mengesahkan Rancangan Undang Undang (RUU) Keperawatan menjadi Undang-undang (UU).
Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sumsel, Drs A Djauhari dalam olarasinya mengatakan, UU Keperawatan dibutuhkan perawat sebagai payung hukum. Terutama, bagi perawat dan para pasien yang mereka tangani di rumah sakit. “Praktik keperawatan di Indonesia belum dilindungi secara hukum. Padahal, itu sangat dibutuhkan. Selain itu, UU Keperawatan juga melindungi hak-hak pasien,” kata Djauhari lantang.

Menurut Djauhari, para perawat bakal mogok kerja jika DPR RI tidak memiliki itikad baik untuk mengesahkan RUU tersebut. “Apa boleh buat, jika RUU tetap tidak disahkan oler DPR RI, maka mogok kerja menjadi alternatif terakhir kami.” Desakan yang mereka lakukan, tambah Djauhari merupakan tindak lanjut dari aksi serupa yang dilakukan sekitar setahun lalu.

“Jangan sampai kejadian yang menimpa Prita Mulyasari terulang kembali,” kata Djauhari. Aksi sekitar pukul 10.00 WIB itu, diterima oleh Ketua DPRD Provinsi Sumsel, Zamzami Achmad dan Wakil Ketua Bihaqqi Soefyan. “Aspirasi para perawat segera kami sampaikan ke Jakarta. Kami harap tuntutan ini segera terealisasi,” tandas Zamzami. (mg16)

Sumatera Ekspres, Selasa, 9 Juni 2009.

Komentar (1)

  • Arsip

  • Meta

  • Komentar Spam.

  • RSS LEMABANG 2009.

  • RSS IWAN LEMABANG 2008.

  • RSS IWAN LEMABANG 2008-2009.

  • RSS IWAN LEMABANG 2009.

  • SocialVibe


  • http://lemabang.files.wordpress.com/2009/07/4mb0d8i.png
    http://lemabang.files.wordpress.com/2009/07/logo40.png