Empat Jam, Jago Merah Lumat 84 Bangunan
8 June 2009 Leave a comment

176 KK Kehilangan Tempat Tinggal
PALEMBANG – Kebakaran hebat terjadi di permukiman padat penduduk, Jl KH Azhari, Lr Keramat, Kelurahan 5 Ulu, Seberang Ulu I, Palembang, sekitar pukul 01.00 WIB, kemarin (7/6). Musibah tersebut menyebabkan 84 bangunan, 71 rumah, 12 bedeng, dan 1 mushala hangus. Sedangkan, gedung Sekolah Dasar (SD) Negeri 81 yang berada di sekitar lokasi rusak berat. Setidaknya, ada empat rukun tetangga (RT) di Kelurahan 5 Ulu yang rumahnya terbakar. Dari keempat RT tersebut, paling parah di RT 7, dimana seluruh bangunan rata dengan tanah. Akibatnya, 132 KK di RT tersebut kehilangan tempat tinggal. Di tiga RT lainnya, yakni RT 4, 5, dan 8 hanya terbakar sebagian. Di tempat itu, ada 44 KK. Dengan begitu, jumlah KK yang kehilangan tempat tinggalnya 176 KK atau 687 jiwa.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, suasana di lokasi kejadian saat kebakaran berlangsung mencekam. Warga panik. Sibuk menyelamatkan diri dan keluarganya. Sayang upaya tersebut tak berjalan maksimal. Lantaran jalan darat lokasi kebakaran persis di Lorong Keramat begitu sempit, membuat akses untuk menyelamatkan diri sangat terbatas. Akibatnya, sebagian warga menyelamatkan diri dan harta bendanya dengan menumpang perahu ketek menyeberang Sungai Musi. Mereka menuju kawasan Sekanak dan Benteng Kuto Besak.
Petugas Dinas Penanggulangan Bahaya Kebakaran (PBK) juga menemui kesulitan. Proses pemadaman pun tersendat, meski sudah pula diupayakan pemadaman lewat sungai. Hanya sebagian dari petugas yang berhasil masuk dan berusaha memadamkan api dengan selang yang dibentang sepanjang 200 meter. Sementarg warga dengan peralatan seadanya berusaha memadamkan api.
Akibatnya, api cepat menjalar. Apalagi, kondisi sebagian besar rumah warga merupakan rumah panggung terbuat dari kayu. Ditambah hembusan angin yang demikian kencang. Api baru berhasil dikendalikan empat jam setelah kejadian, atau sekitar pukul 04.00 WIB. Itu pun setelah beberapa warga berinisiatif merobohkan beberapa bangunan, termasuk dua lokal di SDN 81.
Suasana sedih dan duka terlihat siang hari. Warga tampak berdatangan menatap rumah mereka yang sudah menjadi puing-puing. Ada juga yang mengais-ngais sisa kebakaran mencari sisa barang yang dapat dimanfaatkan. Seorang warga bernama Zuhaiti (40), mengatakan bahwa malam kejadian dirinya sedang tertidur pulas di rumah. Sekitar pukul 00.30 WIB ia dibangunkan oleh Eliwati anaknya. Saat itu, api sudah berkobar hebat di rumah salah seorang tetangganya. “Anak aku bangunke, katonyo ado kebakaran. Kujingok api la besak di rumah tetanggo aku. Dak mikir lagi langsung be aku ngangkat cucung aku,” ungkapnya. Anaknya bernama Lukman, sibuk menyelamatkan harta benda mereka. “Seluruh barang langsung kami naekke ke ketek, sudah itu kami lari,” ujar Zuhaiti.
Penyebab kebakaran sendiri diduga kuat berasal dari rumah salah seorang warga di RT 7 bernama Edi. Hal itu dikemukakan beberapa warga yang menjadi korban kebakaran sekaligus saksi mata. Imron (35), ayah tiga anak itu mengaku saat kejadian dia sedang menonton TV dan rumah mereka belum terbakar. “Saya mendengar di luar ada orang teriak kebakaran. Begitu keluar saya lihat rumah Edi sudah terbakar. Rumah dialah yang pertama kali terbakar,” ujar Imron. Harta benda termasuk rumah yang ia bangun 10 tahun lalu ludes terbakar. Ia hanya sempat menyelamatkan ketiga buah hatinya, Irman Nurpadila (10), M Rizki (7), M Ilham 1,5 tahun.
Juwita (40), yang rumahnya berhadapan dengan rumah Edi menyatakan hal serupa. “Api tu mulainyo dari rumah Edi, Pak. Baru nyamber yang lain, termasuk rumah aku,” cetusnya. Soal penyebab api, pengusaha jasa pengantin ini mengatakan kemungkinan besar dari lilin. Rumah Edi, kata Juwita, saat kejadian tengah kosong ditinggal penghuninya yang menggelar hajatan pernikahan anak Edi di Kelurahan 2 Ulu, Palembang. “Sore tu mati lampu, Pak. Jadi mungkin pas mati lampu keluarganyo ngidupke lilin. Nah dio ni kali kelupoan matike lilin. Jadinyo pas lilinnyo abis api bakar rumah dio,” beber Juwita. Sebelum terjadi kebakaran, kawasan Lorong Keramat, memang terkena pemadaman bergilir pihak PLN. Listrik padam sekitar pukul 18.00 WIB dan baru menyala sekitar pukul 22.00 WIB.
Kapolsek SU I AKP Joko Yulianto SIk mengatakan pihaknya mendapat informasi diduga kebakaran dipicu lilin yang berasal dari salah satu rumah warga. “Yang bersangkutan masih dalam pemeriksaan intensif kita. Yang jelas dugaan kerena lilin mungkin saja, tapi pastinya sedang dalam penyelidikan, besok saja saya rilis,” tegas Joko.

Saat ini, korban kebakaran bingung harus tinggal dimana. Sebagian dari mereka tinggal di rumah warga yang tidak terbakar. Lainnya, tinggal di pusat posko bantuan di Masjid Nurul Hidayah dan SDN 81, serta tenda yang didirikan pihak Dinas Kesejahteraan Sosial Provinsi Sumsel. Kepala Bidang (Kabid) Bantuan dan Jaminan Sosial Dinsos Sumsel Drs MS Sumarwan, mengatakan sejak pagi sudah membentuk posko bantuan dan dan menerjunkan 50 anggota Tagana. Juga menyalurkan bantuan berupa satu ton beras, 104 dus mi instan, peralatan mandi, peralatan dapur, peralatan bayi dan tempat tidur serta membuat dapur umum.
Kawasan SU Ditata Ulang
Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra menegaskan, ke depan Pemkot Palembang akan menata kembali kawasan Seberang Ulu. “Kita akan tata kembali, harusnya dibuat lorong yang bisa masuk mobil, jangan seperti ini yang sempit dan tidak teratur,” cetusnya. Bahkan sempat pula Eddy menawarkan kepada warga agar mengontrak di Rusunawa. “Kenapa nggak ngontrak di rusunawa saja,” pungkas Eddy yang melihat langsung lokasi kebakaran sekitar pukul 09.00 WIB, kemarin. (mg18)
Sumatera Ekspres, Senin, 8 Juni 2009.












Komentar: