Tak Kejar Adipura, Terpenting Tambah Motivasi.
7 June 2009 Leave a comment
DIARAK: Mobil pembawa piala Adipura yang untuk ketiga kalinya diraih Kota Palembang diarak keliling kota, kemarin.
foto: Budiman/sumeks
Di OKU Timur, Macet hingga 2 Jam
PALEMBANG – Wali Kota (Wako) Palembang H Eddy Santana Putra MT membuka sedikit “bocoran” sesaat sebelum menerima piala Adipura kali ketiga dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Negara, Jumat (5/6) lalu. Orang nomor satu di metropolis ini mengaku sebetulnya Kota Palembang berada di peringkat pertama dengan nilai tertinggi untuk kategori kota metropolis di atas Jakarta Pusat yang akhirnya justru ditempatkan di peringkat pertama. “Saat melewati pintu metal detactor sebelum masuk ke Istana saya dibisiki salah seorang staf Kementerian Lingkungan Hidup. Katanya saya nanti duduk di kursi nomor urut 14, seharusnya di kursi ke – 13, yang akhirnya ditempati Jakarta Pusat sebagai peraih nilai tertinggi,” ungkap Eddy saat ditemui di Plaza Benteng Kuto Besak (BKB), kemarin (6/6).
Ditambahkan Eddy, dirinya dipercaya mendampingi Menteri Lingkungan Hidup saat jumpa pers dengan media mewakili penerima Adipura usai penyerahan dari Presiden SBY. Saat ditanya salah seorang wartawan, Eddy mengaku, sebetulnya piala Adipura bukanlah menjadi satu-satunya target dirinya. Tapi paling tidak dengan meraih Adipura bisa menjadi pemacu semangat bagi bagi warga Palembang untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan mereka masing-masing. “Cara-cara hidup sehat dan bersih harus tetap dipertahankan, kalau perlu lebih ditingkatkan. Kita tak kejar Adipura, yang terpenting berbuat yang terbaik untuk menggalang terwujudnya Kota Palembang yang bersih,” tegas dia.
Pernyataan Eddy ini didukung Kepala Dinas Kebersihan dan Pemakaman (DKP) Kota Palembang. H Zulfikri Simin SH. Zulfikri mengaku dirinya melihat langsung sebetulnya untuk masalah kebersihan, Palembang lebih bersih dibandingkan Jakarta Pusat. “Saya lihat sendiri kondisinya, masih jauh lebih bersih kita. Tapi mungkin ada pertimbangan lain yang pada gilirannya menempatkan Jakarta Pusat sebagai peringkat pertama, kita harus puas di peringkat kedua,” unkap Zulfikri saat dibincangi di sela-sela penyambutan arak-arakan piala Adipura serta plakat penghargaan hutan kota terbaik di pelataran plaza Benteng Kuto Besak (BKB), kemarin (6/6).
Sementara itu, acara arak-arakan piala Adipura dan plakat penghargaan hutan kota terbaik dengan mengelilingi sejumlah ruas jalan protokol di metropolis dilepas oleh Wakil Wali Kota (Wawako) H Romi Herton. Acara ini diikuti sejumlah pejabat di antaranya Kadis PU Bina Marga Ir Kira Tarigan, Kadin DKP H Zulfikri Simin, serta Kadiknas H Hatta Wazol dengan rute melalui Jl Merdeka – Jl Tasik, menuju ke Jl Kapten Rivai, Jl Angkatan 45, Demang Lebar Daun. Lalu, ke Jl Basuki Rahmat, terus ke Sako Kenten, keluar Jl A Rozak dan masuk ke Jl RE Martadinata, Pasar Lemabang, Jl Perintis Kemerdekaan, Jl Sudirman masuk Jembatan Ampera, serta menyempatkan diri beristirahat di Masjid Al-Fathul Akbar, simpang Jakabaring.
Setelah itu, konvoi berlanjut ke arah ke Plaju, langsung ke Kertapati hingga ke tugu perbatasan Palembang – Ogan Ilir, lalu berputar kembali ke arah Keramasan Musi II, Jl Parameswara, Bukit, Simpang Bukit, Jl Merdeka, hingga berakhir di plaza BKB. Pantauan koran ini kemarin, meski tak seramai konvoi arak-arakan piala double winner yang direbut Sriwijaya Football Club (SFC) pada 2008 lalu, namun antusias warga masyarakat untuk melihat terlihat di sepanjang ruas jalan protokol yang dilewati.
Arak-arakan, 2 Jam Macet
Arak-arakan piala Adipura di Kota Martapura, OKU Timur, berlangsung meriah. Arak-arakan keliling kota, kemarin (6/6), menyebabkan sejumlah ruas jalan protokol dipadati kendaraan dinas milik Pemkab OKUT, baik roda dua maupun roda empat. Tak pelak, sekitar dua jam lebih terjadi kemacetan di sejumlah titik. Ratusan warga membaur bersama pelajar menyambut arak-arakan piala Adipura. Pantauan koran ini, penumpukan kendaraan terjadi di Jalan Merdeka, Jalan Sudirman, Jalan Lintas Tengah Sumatera, Jalan Lingkar Martapura, Jalan Jalur Komering, Jalan Raya Martapura – Muaradua.
“Kita sudah rancang untuk mengatasi kemacetan ini, dan tidak ada pengguna jalan yang mengeluh. Apalagi, momen ini sangat jarang terjadi,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) OKU Timur, Ir Syafri Pringga Yudha, kemarin. Sementara itu, Kepala Bapedalda Kabupaten OKUT Nursiwan Amin SH MHum meminta peran masyarakat dalam rangka menjaga kebersihan lingkungan kota. “Ini merupakan hasil perjuangan selama ini. Dan kita tidak boleh lengah. Karena piala Adipura akan terus kita pertahankan,” tukas Nursiwan. (22/45)
Sumeks, Jumat, 7 Juni 2009.












Komentar: