Arsip untuk Juni 5, 2009

Buka Lembaran Baru AS – Muslim.

Presiden Obama Serukan dari Mesir

KAIRO Diplomasi Presiden AS Barrack Hussein Obama untuk merangkul dunia muslim terus berlanjut. Setelah berkunjung ke Arab Saudi Rabu lalu (3/6), presiden AS berkulit hitam pertama itu kemarin melawat ke Mesir. Di Negeri Piramid tersebut, Obama melakukan serangkaian kegiatan, antara lain, bertemu Presiden Mesir Hosni Mubarak, berkunjung ke Masjid Sultan Hassan yang telah berusia 600 tahun, melancong ke piramid besar di Giza, dan berpidato di Universitas Kairo.

Di antara sekian banyak agenda di Mesir itu, pidato Obama di Universitas Kairo dinilai banyak kalangan paling bersejarah. Di hadapan 1.000 undangan dan jutaan pasang mata yang menyaksikan via televisi, Obama mengajak dimulainya babak baru hubungan Amerika dan umat Islam. Mengawali pidatonya dengan kata-kata perdamaian dan assalamu’alaikum, Obama menyebut kerja sama AS – Islam bakal menumbangkan segala bentuk kekerasan di dunia dan menegakkan perdamaian. “Segala macam kecurigaan dan pertentangan ini harus diakhiri,” ujar Obama seperti dilansir CNN di Kairo kemarin (4/6). Menurut dia, hubungan AS – Islam harus dirajut kembali setelah hancur sejak serangan teroris 11 September 2001 serta agresi Amerika ke Irak dan Afghanistan. Diakuinya, sepak terjang kaum ekstremis minoritas telah mencoreng dunia Islam. Itulah yang menyebabkan Barat selalu mengaitkan aksi terorisme dengan Islam.

“Hal tersebut harus dihapus. Sebagai presiden AS, sudah menjadi tugas saya melawan stereotipe negatif tentang Islam di mana pun,” kata Obama yang berkali-kali mendapatkan tepuk tangan dan teriakan “He’s our man! He’s our man!” dari mahasiswa Mesir. Dia minta hal serupa juga dilakukan dunia Islam terhadap AS. Sebab, lanjut Obama, seperti dalam kitab suci Al-Qur’an, Islam sangat mendukung perdamaian.

Dia sendiri mengaku sudah tidak asing terhadap Islam. Meski dia beragama Kristen, keluarga ayahnya di Kenya adalah muslim. Selama kanak-kanak, dia juga tinggal di Indonesia, negara muslim terbesar di dunia. Karena itu, dia sudah terbiasa mendengar azan sejak pagi hingga malam hari.

Soal Palestina, Obama minta Hamas menghentikan kekerasan dan kembali ke meja perundingan. Bagaimanapun, menurut dia, Israel tetap punya hak untuk eksis. Israel pun harus tahu diri bahwa rakyat Palestina punya hak menempati wilayah itu. Obama juga mengatakan, AS tidak ingin mempertahankan pasukannya di Afghanistan. “Kami sangat gembira setiap tentara kami pulang. Tapi, sesudah kami yakin bahwa tidak ada lagi kekerasan di Afghanistan dan Pakistan,” imbuhnya. (ap/afp/oki)

Sumatera Ekspres, Jumat, 5 Juni 2009.

Tinggalkan sebuah Komentar

Tumbuhkan Hubungan Positif AS – Dunia Islam.

Pidato Presiden Amerika Serikat, Barrack Husein Obama di Universitas Kairo Mesir merupakan langkah maju dalam menumbuhkan kembali hubungan positif antara AS dengan Dunia Islam. Semuma tercermin dalam empat hal substantif yang ia kemukakan. Demikin diungkap Prof Dr M Sirozy MA, pembantu rektor I, IAIN Raden Fatah Palembang kepada Sumatera Ekspres, kemarin. “Dari empat subtantif yang saya tangkap, paling utama adalah kelanjutan masa depan hubungan AS dengan negara-negara Islam,” kata Sirozy. Kemudian upaya penyelesaian konflik Israel – Palestina, soal invasi AS ke Irak dan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah. Terakhir, masalah demokrasi. “Presiden Obama sempat beberapa kali menyebut nama Indonesia. Pertama, saat dia mengatakan semasa kecil pernah tinggal bersama kedua orang tuanya di Indonesia. Ini yang membanggakan,” tuturnya.

Apalagi, kata Sirozy, ia sempat menyanjung sikap toleransi antar umat beragama di Indonesia yang disebutnya sangat baik meskipun dirinya seorang kristiani. Namun bisa hidup rukun dan damai dengan pemeluk agama lain termasuk kaum muslimnya. “Pujian Obama itu, berdampak baik terhadap pencitraan Indonesia di mata dunia internasional,” tuturnya. Ia menambahkan, sejak mengamati peta perpolitikan AS dari zaman mantan presiden Ronald Reagan, Goerge Bush Senior dan Junior, serta Bill Clinton, Obama merupakan presiden AS pertama yang secara gamblang dan seimbang menyampaikan hubungan AS dengan negara-negara Islam. “Saya ambil contoh saat dia bicara soal upaya penyelesaian konflik Israel – Palestina, sama sekali tak ada kata-kata yang keluar dari mulut Obama yang merendahkan pihak yang satu terhadap pihak yang lain. Dia bicara proporsional, lepas dan tanpa beban.” Urusan demokrasi, kata Sirozi, Obama mencoba kembali menegaskan kepentingan AS untuk menegakkan demokrasi di dunia tanpa hendak mendekte seperti yang dilakukan Presiden AS sebelumnya. “Obama coba untuk menempatkan demokrasi itu sebagai suatu hal yang universal dalam menuju dunia yang damai.

Pandangan lain diungkap Prof Fachrurrozie Sjarkowi PhD, dosen Universitas Sriwijaya. Kata dia, dalam pidatonya, Obama menegaskan kalau AS tidak memusuhi Islam. Fakta mencatat Islam merupakan bagian dari sejarah AS. “Saya melihat secara umum pidato Presiden Obama ini sangat mengesankan dibandingkan dengan pidato presiden AS lainnya,” kata Fachrurrozi. Ia menyakini, ke depan Obama mampu membangun optimisme dunia. Setidaknya, dari isi dan gaya pidatonya orang dapat menangkap ketulusan dan kesungguhan langkah kebijakan Presiden Amerika Serikat ini. “Obama juga menuntut peran aktif dan kesungguhan semua pihak untuk bertindak atas prinsip kebenaran hakiki dan hak asasi manusia,” pungkasnya. Saat berpidato, Obama mengawalinya dengan ucapan assalamu’alaikum. Setelah itu, ia mengajak dunia agar bersama-sama menciptakan perdamaian (peace) dan keamanan (security). Beberapa cara yang dapat ditempuh bersama, di antaranya hubungan Barat yang diwakili AS dengan negara-negara Timur seperti dari negara muslim dapat dibina dengan semangat kebersamaan. (22)

Sumatera Ekspres, Jumat, 5 Juni 2009.

Tinggalkan sebuah Komentar

  • Arsip

  • Meta

  • Komentar Spam.

  • RSS LEMABANG 2009.

  • RSS IWAN LEMABANG 2008.

  • RSS IWAN LEMABANG 2008-2009.

  • RSS IWAN LEMABANG 2009.

  • SocialVibe


  • http://lemabang.files.wordpress.com/2009/07/4mb0d8i.png
    http://lemabang.files.wordpress.com/2009/07/logo40.png