Arsip untuk Juni 4, 2009

Ribuan Ibu Zikir Akbar.

PALEMBANG Ribuan ibu pengajian Raudatun Nisa’ terlihat khusyuk saat mengikut zikir akbar yang dipimpin HM Nurdin Mansyur di Plaza Benteng Kuto Besak (BKB) mulai pukul 10.00 WIB, kemarin (3/6). Sebelumnya, mereka larut mendengarkan taushiyah dari ulama Palembang, KH Hasanuddin Hara. “Peran perempuan di tengah kondisi sekarang sangat vital. Selain sebagai ibu rumah tangga juga sebagai pemimpin bagi kaumnya,” kata Hasanuddin dalam taushiyah sekitar 10 menit itu.

Wali Kota Palembang, Ir H Eddy Santana Putra MT hadir di tengah ibu-ibu pengajian yang mengenakan pakaian serba merah dan sebagian lagi warna putih. “Mari berlomba-lomba menggabungkan diri dalam wadah majelis taklim,” ajak Eddy dalam sambutannya. Ia berharap, ke depan pengajian dan majelis taklim di Palembang dapat lebih diberdayakan. Dan, tahun ini, pemkot telah mencanangkan program pendirian perpustakaan di masjid-masjid. “Kita bakal bantu setiap masjid Rp20 juta hingga Rp25 juta untuk pendirian pustakaan ini. Diupayakan di setiap kelurahan minimal ada dua perpustakaan,” katanya.

Terkait keterwakilan perempuan lembaga legislatif, Eddy yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel punya jawaban sendiri. Menurutnya, tak terpenuhinya kuota keterwakilan 30 persen perempuan di parlemen akibat belum gigihnya perjuangan caleg perempuan dibandingkan dengan caleg laki-laki.

“Harusnya dengan persamaan gender, berjuangnya tak boleh setengah-setengah. Karena, hak yang didapatkan sudah sama. Jadi, dituntut berjuang dan kerja keras,” ucap Eddy. Dia lantas mencontohkan, hasil pemilu legeslatif, 9 April lalu. Khususnya DPRD Kota Palembang hanya diisi kurang dari 14 persen kaum perempuan, sama halnya dengan DPRD Sumsel. “Tuntutan agar diberlakukan emansipasi yang kian derasnya mengalir pascareformasi, menuntut kaum perempuan untuk lebih aktif. Intinya, berpartisipasi dalam setiap kegiatan sosial kemasyarakatan,” tukasnya.

Ketua Umum Pengajian Raudatun Nisa’ Kota Palembang, Hj Masyithoh Romi Herton menyatakan, ada sekitar 6.000-an ibu pengajian yang hadir pada acara tersebut. “Zikir digelar dalam rangka pelantikan pengurus Raudatun Nisa’ dan juga jelang Pilpres,” tandasnya. (22)

Sumatera Ekspres, Kamis, 4 Juni 2009.

Tinggalkan sebuah Komentar

Suhu Meningkat, Hewan Mulai Turun.

http://iwanlemabang.files.wordpress.com/2009/03/pictu12.jpg
foto: Media lemabang wordpress.

Tim Vulkano Bandung Tiba

EMPAT LAWANG Aktivitas gunung berapi Dempo semakin meningkat. Hewan yang biasa hidup di lereng gunung seperti beruang, siamang, bahkan harimau mulai turun. Mereka kerap melintas di perkebunan warga. “Pascahujan abu beberapa waktu lalu, kita takut beraktivitas di luar rumah. Sekarang hewan gunung sering turun, melintas di kebun kami di lereng Gunung Dempo,” ujar Muhammadarin, warga Lintang Kanan, Empat Lawang, kemarin (3/6). Menurut dia, warga yang hendak ke kebun pergi secara berkelompok. Mereka takut pergi sendiri-sendiri. “Kalau dulu kami berani ke kebun sendirian, sekarang tidak berani lagi. Minimal berdualah,” ujarnya.

Turunnya hewan gunung tersebut, kata Muhammadarin, diyakini karena adanya peningkatan suhu di lereng Gunung Berapi Dempo. Bahkan, warga juga mulai merasakannya. Malam hari, biasanya suhu udara sangat dingin. Namun, belakangan warga kegerahan. “Dulu dinginnya sampai ke tulang. Sekarang berkurang, bahkan cenderung panas,” imbuhnya. Hanya saja, lanjut dia, sejauh ini belum ada peningkatan kadang belerang di Sungai Bayau yang menjadi aliran utama air dari kawah Gunung Berapi Dempo. “Kata orang-orang dulu, jika Gunung Dempo akan meletus, belerang di Sungai Bayau akan meningkat berkali lipat. Airnya akan mengental karena kepekatan belerang. Selain itu, goncangan gempa akan sering terjadi. Nah, tanda-tanda ini belum ada, namun beberapa tanda lain seperti peningkatan suhu dan hewan gunung sudah terjadi. Meski begitu, warga sudah bersiap-siap dan waspada,” katanya panjang lebar.

Terpisah Camat Lintang Kanan, Fadry AK MSi, mengakui fenomena tersebut. Menurut dia, Tim Tagana (Tanggap Siaga Bencana) dari Pemprov Sumsel beberapa waktu lalu sudah meninjau langsung ke lokasi. Sejauh ini, Tim Satlak PBA (Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana Alam) Kecamatan Lintang Kanan Empat Lawang masih disiagakan selama 24 jam, tim memantau dan memonitor perkembangan gunung. “Sesuai arahan dari Bupati H Budi Antoni Aljufri, tim pemantau kita terjunkan selama 24 jam.” Kata Fadry, secara fisik dan pengamatan dari jauh, kondisi Gunung Berapi Dempo mengalami perubahan. Bagian puncak khususnya bibir kawah terlihat memutih dan berumpal menyerupai awan. “Tidak jelas apakah itu, abu vulkanik atau ada gejala lainnya. Saya juga belum tahu kalau sudah banyak binatang gunung yang memasuki perkebunan warga,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial (Dinsos) Empat Lawang, Syahrial mengatakan 25 personel Tagana siap terjun kapan pun. Di samping, menyiagakan bantuan darurat beras, tenda, dapur umum, serta berbagai keperluan lainnya. Pantauan koran ini, warga di Kecamatan Lintang Kanan tidak terganggu isu tersebut. Mereka tetap beraktivitas seperti biasa. Bahkan, penambang pasir di Sungai Bayau yang berhubungan langsung dengan kawah gunung masih berlangsung. Untuk diketahui, letak Gunung Dempo berada di perbatasan Kota Pagaralam dengan Kabupaten Empat Lawang. Nah, aliran kawa gunung berapi ini mengalir langsung ke Sungai Bayau Empat Lawang.

Terpisah, Ketua Pos Pemantauan Gunung Berapi Dempo Selamet mengatakan, di Pagaralam belum termonitor adanya hewan yang turun gunung. “Pada seimograf tak menunjukkan aktivitas yang membahayakan pada Gunung Dempo. Besok (hari ini) kita akan mengecek ke Lintang, Empat Lawang,” janjinya.

Tim dari Bandung Tiba

Sementara itu, Gubernur Ir H Alex Noerdin, kemarin batal berkunjung ke Kota Pagaralam untuk memantau langsung perkembangan aktivitas Gunung Api Dempo pascameletus dua minggu lalu. “Kita dapat kabar kalau kunjungan gubernur batal pukul 22.00 semalam (dua hari lalu). Padahal, semua sudah disiapkan. Rencananya, gubernur akan disambut di rumah Dinas Wali Kota Pagaralam Kompleks Perkantoran Gunung Gare oleh Wako Drs H Djazuli Kuris MM,” tukasnya. Dibagian lain, Ketua Pos Pengamatan Gunung Api Dempo Selamet menegaskan bahwa tiga orang tim dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Bandung tiba di Kota Pagaralam. Ketiganya yakni Ramanto, Hartadi, dan Hendrik.

Saat ini, mereka tengah melakukan persiapan perakitan alat-alat untuk memperbaiki kerusakan alat seismograf yang ada di puncak Gunung Api Dempo. “Mereka baru tiba semalam (dua hari lalu),” ujar Selamet. Kata Selamet, untuk melihat kondisi di puncak gunung tim masih menunggu waktu yang tepat. Sebab, cuaca sekarang masih berkabut. “Pastinya, hasil rekaman alat seismograf, kondisi gunung tenang dan mulai normal,” pungkasnya. (35/34)

Sumatera Ekspres, Kamis, 4 Juni 2009.

Komentar (3)

Teleconference soal Obama.

PALEMBANG Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama memulai tugas besar melepaskan ketidakpercayaan AS terhadap dunia Islam. Sekitar pukul 17.10 WIB, hari ini (4/6), dia akan berpidato mengenai langkah-langkah yang dilakukannya terhadap Islam di dunia. Pidato tersebut disiarkan secara live di sejumlah stasiun televisi.

“Pidato Obama akan sangat menarik dan tentu mengharap ada reaksi positif dari kalangan umat Islam, tak terkecuali di Sumsel,” ungkap Komjen Amerika Wilayah Sumatera, Sean B Stein dalam teleconference dengan Pimpinan Perusahaan Sumatera Ekspres, H Subki Sarnawi, Pimred H Mahmud, dan General Manager Palembang Ekspres, Julheri, kemarin sore, dari kantornya di Medan. Sean sengaja teleconference dengan harapan umat Islam dapat mendengarkan apa yang akan dipidatokan Obama. Teleconference ini tadinya juga akan melibatkan Prof Sirozi dari IAIN Raden Fatah Palembang. “Ini sangat baik. Sebab, Obama memang bertekad untuk memerhatikan hubungan dengan Islam semenjak hari pertama pemerintahannya,” kata Sean.

Menurut Sean, sekarang ini ada kemajuan sangat berarti yang dilakukan Obama terhadap persoalan Palestina – Israel, juga masalah Iran. Obama, katanya, meminta Israel 100 persen menghentikan pembangunan pemukiman di atas tanah Palestina. Israil pun menyanggupi, dan Obama sendiri sudah bertemu dengan tokoh-tokoh Israel. Sean memberikan alasan mengapa pidato Obama hari ini dilakukan di Mesir, bukan di Indonesia yang diketahui penduduk muslimnya terbesar di dunia, atau di negara muslim lainnya. Sebab, sudah ada negara di Timur Tengah yang berkomitmen untuk menyelesaikan masalah dengan Israel. “Banyak dukungan dari unsur yang ada di Mesir, seperti Universitas Al Azhar Kairo, dengan alasan lain karena semua tahu kalau kiblatnya Islam adalah Arab,” pungkas Sean. (mg44)

Sumatera Ekspres, Kamis, 4 Juni 2009.

Tinggalkan sebuah Komentar

  • Arsip

  • Meta

  • Komentar Spam.

  • RSS LEMABANG 2009.

  • RSS IWAN LEMABANG 2008.

  • RSS IWAN LEMABANG 2008-2009.

  • RSS IWAN LEMABANG 2009.

  • SocialVibe


  • http://lemabang.files.wordpress.com/2009/07/4mb0d8i.png
    http://lemabang.files.wordpress.com/2009/07/logo40.png