
foto: Media lemabang wordpress.
Tim Vulkano Bandung Tiba
EMPAT LAWANG – Aktivitas gunung berapi Dempo semakin meningkat. Hewan yang biasa hidup di lereng gunung seperti beruang, siamang, bahkan harimau mulai turun. Mereka kerap melintas di perkebunan warga. “Pascahujan abu beberapa waktu lalu, kita takut beraktivitas di luar rumah. Sekarang hewan gunung sering turun, melintas di kebun kami di lereng Gunung Dempo,” ujar Muhammadarin, warga Lintang Kanan, Empat Lawang, kemarin (3/6). Menurut dia, warga yang hendak ke kebun pergi secara berkelompok. Mereka takut pergi sendiri-sendiri. “Kalau dulu kami berani ke kebun sendirian, sekarang tidak berani lagi. Minimal berdualah,” ujarnya.
Turunnya hewan gunung tersebut, kata Muhammadarin, diyakini karena adanya peningkatan suhu di lereng Gunung Berapi Dempo. Bahkan, warga juga mulai merasakannya. Malam hari, biasanya suhu udara sangat dingin. Namun, belakangan warga kegerahan. “Dulu dinginnya sampai ke tulang. Sekarang berkurang, bahkan cenderung panas,” imbuhnya. Hanya saja, lanjut dia, sejauh ini belum ada peningkatan kadang belerang di Sungai Bayau yang menjadi aliran utama air dari kawah Gunung Berapi Dempo. “Kata orang-orang dulu, jika Gunung Dempo akan meletus, belerang di Sungai Bayau akan meningkat berkali lipat. Airnya akan mengental karena kepekatan belerang. Selain itu, goncangan gempa akan sering terjadi. Nah, tanda-tanda ini belum ada, namun beberapa tanda lain seperti peningkatan suhu dan hewan gunung sudah terjadi. Meski begitu, warga sudah bersiap-siap dan waspada,” katanya panjang lebar.
Terpisah Camat Lintang Kanan, Fadry AK MSi, mengakui fenomena tersebut. Menurut dia, Tim Tagana (Tanggap Siaga Bencana) dari Pemprov Sumsel beberapa waktu lalu sudah meninjau langsung ke lokasi. Sejauh ini, Tim Satlak PBA (Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana Alam) Kecamatan Lintang Kanan Empat Lawang masih disiagakan selama 24 jam, tim memantau dan memonitor perkembangan gunung. “Sesuai arahan dari Bupati H Budi Antoni Aljufri, tim pemantau kita terjunkan selama 24 jam.” Kata Fadry, secara fisik dan pengamatan dari jauh, kondisi Gunung Berapi Dempo mengalami perubahan. Bagian puncak khususnya bibir kawah terlihat memutih dan berumpal menyerupai awan. “Tidak jelas apakah itu, abu vulkanik atau ada gejala lainnya. Saya juga belum tahu kalau sudah banyak binatang gunung yang memasuki perkebunan warga,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial (Dinsos) Empat Lawang, Syahrial mengatakan 25 personel Tagana siap terjun kapan pun. Di samping, menyiagakan bantuan darurat beras, tenda, dapur umum, serta berbagai keperluan lainnya. Pantauan koran ini, warga di Kecamatan Lintang Kanan tidak terganggu isu tersebut. Mereka tetap beraktivitas seperti biasa. Bahkan, penambang pasir di Sungai Bayau yang berhubungan langsung dengan kawah gunung masih berlangsung. Untuk diketahui, letak Gunung Dempo berada di perbatasan Kota Pagaralam dengan Kabupaten Empat Lawang. Nah, aliran kawa gunung berapi ini mengalir langsung ke Sungai Bayau Empat Lawang.
Terpisah, Ketua Pos Pemantauan Gunung Berapi Dempo Selamet mengatakan, di Pagaralam belum termonitor adanya hewan yang turun gunung. “Pada seimograf tak menunjukkan aktivitas yang membahayakan pada Gunung Dempo. Besok (hari ini) kita akan mengecek ke Lintang, Empat Lawang,” janjinya.
Tim dari Bandung Tiba
Sementara itu, Gubernur Ir H Alex Noerdin, kemarin batal berkunjung ke Kota Pagaralam untuk memantau langsung perkembangan aktivitas Gunung Api Dempo pascameletus dua minggu lalu. “Kita dapat kabar kalau kunjungan gubernur batal pukul 22.00 semalam (dua hari lalu). Padahal, semua sudah disiapkan. Rencananya, gubernur akan disambut di rumah Dinas Wali Kota Pagaralam Kompleks Perkantoran Gunung Gare oleh Wako Drs H Djazuli Kuris MM,” tukasnya. Dibagian lain, Ketua Pos Pengamatan Gunung Api Dempo Selamet menegaskan bahwa tiga orang tim dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Bandung tiba di Kota Pagaralam. Ketiganya yakni Ramanto, Hartadi, dan Hendrik.
Saat ini, mereka tengah melakukan persiapan perakitan alat-alat untuk memperbaiki kerusakan alat seismograf yang ada di puncak Gunung Api Dempo. “Mereka baru tiba semalam (dua hari lalu),” ujar Selamet. Kata Selamet, untuk melihat kondisi di puncak gunung tim masih menunggu waktu yang tepat. Sebab, cuaca sekarang masih berkabut. “Pastinya, hasil rekaman alat seismograf, kondisi gunung tenang dan mulai normal,” pungkasnya. (35/34)
Sumatera Ekspres, Kamis, 4 Juni 2009.