Arsip untuk Juni 3, 2009
Gubernur Tinjau Dempo.
PAGARALAM - Untuk mengetahui langsung aktivitas Gunung Api Dempo, Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH rencananya hari ini (3/6) sekitar pukul 08.00 WIB akan berkunjung ke pos pengamatan gunung di Dusun Dempo Makmur, Kecamatan Pagaralam Utara.
Wako Pagaralam Drs H Djazuli Kusir MM didampingi Kabag Humas dan Protokol Satarman SE, dalam kunker gubernur akan didampingi Asisten Pemerintahan, Kadis Perhubungan dan Kominfo, Kadis Sosial, Kadis PU, Kepala Biro Otonomi dan Kerja Sama, Kepala Biro dan Humas, Kasat Pol PP dan pejabat lainnya.
Kunker ini terkait peningkatan status Dempo dari level I atau aktif normal menjadi level II waspada. “Kita sendiri sudah melakukan langkah antisipasi, seperti menyiapkan lokasi evakuasi, menyiagakan kendaraan operasional, pendataan daerah yang dekat dengan lereng gunung api, dan menutup jalur pendakian serta langkah antisipasi lainnya. (44)
Sumatera Ekspres, Rabu, 3 Juni 2009.
Penganiaya Wartawan Dibekuk.
Kasus penganiayaan terhadap wartawan Seputar Indonesia (SINDO), Ade Satria Pratama (29), yang terjadi pertengahan Desember 2008 lalu, akhirnya berhasil diungkap jajaran Satuan Reskrim Polres Lubuklinggau. Tersangka Daryadi (30), yang merupakan centeng alias preman dalam proyek yang dikerjakan CV Kijang Sakti, berhasil diringkus setelah sempat buron sekitar enam bulan. Tersangka Daryadi dibekuk di rumahnya, di Desa Sadar Karya, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Musi Rawas (Mura), sekitar pukul 04.00 WIB, kemarin. “Sebelumnya, tersangka sempat kabur mengendarai mobil Daihatsu Taft Rocky bernopol BG 1665 AN, dan bersembunyi di rumah kakeknya, di Talang Akar, Kabupaten Muara Enim,” terang Kapolres Lubuklinggau AKBP Mukhlis SIk, melalui Kasat Reskrim AKP Jhonson Nadapdap.
Di hadapan penyidik kepolisian, tersangka Daryadi yang awalnya mengaku sebagai petugas keamanan dalam proyek yang dikerjakan CV Kijang Sakti, mengakui perbuatannya menganiaya wartawan. Selama pelariannya, tersangka kabur ke Muara Enim dan bekerja sebagai tukang ojek. Satu minggu sekali, pada dini hari dia baru pulang ke rumahnya mengendarai sepeda motor. Sementara mobilnya diletakkan di depan rumah orang tuanya.
Kepada Sumatera Ekspres, Ade Satria Pratama atau yang biasa disapa Ade Jigrak, mengucapkan terima kasih banyak kepada pihak kepolisian yang telah menangkap pelaku penganiayaan terhadapnya. “Setidaknya ini bisa menjadi pelajaran, bahwa pengekangan pers akan dapat berdampak fatal bagi pelakunya. Mungkin cukup pengalaman saya ini, semoga tidak terulang pada rekan-rekan pers lainnya,” ujar Ade.
Sekedar mengingatkan, 19 Desember 2008 lalu sekitar pukul 13.00 WIB, korban Ade dikejar dan dihantam pakai sekop oleh tersangka Daryadi, di jalan samping Depot Pertamina Lubuklinggau. Siang itu usai shalat Jumat di sekitar lokasi kejadian, korban dan temannya, Chandra, wartawan Radar Pat Petulai, melihat proyek pengaspalan jalan di samping Depot Pertamina Lubuklinggau, namun tidak ada pelang proyeknya. Merasa ada yang tidak beres tentang proyek pengerjaan jalan itu, teman korban, Chandra menanyakan mengenai pelang proyek tersebut. Sementara korban Ade, mengambil foto pelaksanaan proyek tersebut. Waktu ditanya tentang papan pelang proyek itu, tersangka menjawab akan dipasang sore nanti dan jika ingin tahu panjang jalannya silakan ukur sendiri. Tak lama kemudian, tersangka menghubungi seseorang dengan menggunakan ponsel. Setelah itu, tersangka langsung mengambil sekop dan menghajar punggung korban. (07)
Sumatera Ekspres, Rabu, 3 Juni 2009.





















