Guru Jangan Mau Jadi Komoditas Politik.
2 June 2009 Leave a comment
Puncak HUT Guru TK yang ke-59
PALEMBANG - Dedikasi yang tinggi dari seorang guru untuk mencetak generasi bangsa yang berprestasi selama ini dipandang hanya sebatas dijadikan komoditas politik elite tertentu, utamanya setiap perhelatan pesta demokrasi lima tahunan. Guru terkadang hanya sebatas dijadikan sebagai pelengkap semata tanpa ada yang peduli akan nasib dan perjuangannya dalam mempertahankan hidup.
Penegasan itu disampaikan Ketua Persatuan Guru Indonesia (PGRI) Sumsel, Drs H Aidil Fitrisyah di hadapan ratusan guru taman kanak-kanak (TK) yang menghadiri acara puncak hari ulang tahun guru TK ke-59 di Aula SMK Negeri 6 kemarin (1/6). “Sebagai seorang guru seharusnya kita harus berkomitmen bersama jangan mau hanya sebatas dijadikan pelengkap apalagi demi untuk kepentingan sesaat oleh elite atau golongan masyarakat tertentu,” ajak Aidil.
Disebutkan juga, salah satu contoh keberadaan dari seorang guru belum mendapatkan tempat yang utama seperti di pemerintahan, di mana dari total 34 orang yang menjabat sebagai Mendiknas sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga kini. Faktanya, hanya RM Suwardi Suryaningrat atau yang lebih dikenal dengan Ki Hajar Dewantara yang sekaligus menjadi bapak pendidikan di Indonesia, Mendiknas yang berlatar belakang sebagai seorang guru. Terkait soal persyaratan mutlak sertifikasi bagi seorang untuk dapat menjadi seorang pegawai negeri sipil (PNS) yang telah ditetapkan pemerintah, Aidil mengaku PGRI sebetulnya telah berupaya sekuat tenaga memperjuangkan supaya guru di atas usia 45 tahun dapat pengecualian.
“PGRI sendiri sudah berupaya maksimal memperjuangkan guru dengan usia di atas 45 tahun tak perlu lagi program sertifikat. Tapi nyatanya, batas usia itu malah ditingkatkan menjadi hingga 50 tahun ke atas. Artinya, justru aturan yang dibuat itu malah membatasi ruang gerak dan menganiaya guru dengan usia di bawahnya, tapi melampaui 45 tahun,” tegas Aidil. Dirinya yang terpilih sebagai satu dari empat senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI mewakili Sumsel, tandas Aidil akan memperjuangkan sekuat tenaga guna mewujudkan impian guru yang sampai saat ini masih berstatus honor supaya bisa diangkat menjadi seorang PNS.
Sementara, menurut Ketua Ikatan Guru TK Indonesia (IGTKI) Sumsel, Reni Syalvida SPd MM mengatakan, sampai saat ini terdapat sekitar 5 ribuan guru TK di Sumsel yang terdiri atas PNS dan tenaga honor. Sedangkan, untuk jumlah TK sampai saat ini ada lebih kurang 30 unit di kabupaten kota dan sekitar 250-an di wilayah Kota Palembang. Dia berharap dengan peringatan HUT-nya yang ke-59 Kali ini IGTKI eksistensinya bisa lebih mengena dan dirasakan oleh masyarakat. Hadir dalam kesempatan itu di antaranya Asisten III Pemprov Sumsel, dr H Aidit Aziz, Kadisdik Sumsel, Drs H Ade Karyana serta Wakil Ketua DPRD Sumsel, Hj Fatimah Rais. (22)
Sumatera Ekspres, Selasa, 2 Juni 2009.












Komentar: