MALAKA III – Nilai keagamaan bakal ditanamkan lebih dalam mulai tingkat sekolah dasar (SD). Pada tahun ajaran baru 2009/2010, setiap sekolah diminta segera menambah jam pelajaran agama.
“Akan ditambahkan tiga jam lagi dari semula tiga jam. Jadi totalnya enam jam, tetapi waktunya, tetapi waktunya setelah jam pelajaran. Kita berlakukan hanya bagi sekolah yang siap saja dulu,” ujar Drs H Hanafiah MM, kabit TK/SD Dispora Kota Palembang, saat membuka seminar Interdata di SDN 192 Palembang akhir pekan lalu.
Menurut dia, penambahan jam ini sangat penting untuk membobotan nilai-nilai agama. Ini dipicu perilaku siswa-siswi yang terpengaruh dengan pergaulan yang tidak seharusnya. “Dengan penambahan jam pelajaran ini, diharapkan dampak buruk pergaulan bebas bisa dikurangi,” terangnya.
Selain itu, lanjut dia, sekolah menjadi ideal. Untuk mewujudkannya, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Di antaranya, sekolah harus berwawasan adya wiyata dan juga harus berwawasan lingkungan. “Bila sudah ada, program sekolah akan berjalan sesuai yang diharapkan,” ungkapnya. Selain itu, pihaknya akan mengenalkan program anti-korupsi untuk siswa SD mulai kelas 1, 2, dan 3. “Untuk metode pelajarannya diserahkan kepihak sekolah masing-masing. Yang terpenting dapat diterapkan di setiap sekolah,” tukasnya.
Program ini, sebagai bentuk perpanjangtanganan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam memberantas korupsi yang dimulai dari tingkat SD. “Bila anti-korupsi sudah dibiasakan sejak dini, korupsi bisa ditekan,” ujarnya.
Sementara itu, Drs Jaris Oelde, kepala SD 192 Palembang menegaskan akan mulai menerapkan penambahan tiga jam pelajaran agama saat tahun ajaran baru nanti. “Begitu tahun ajaran baru dimulai, akan kami terapkan,” bebernya. (mg23)
Sumatera Ekspres, 30 Juni 2009.













