Dua Balita Gizi Buruk di OKI.
30 May 2009 Leave a comment
KAYUAGUNG - Meski masuk sebagai Lumbung Pangan Sumsel, ternyata di Kabupaten OKI masih ditemukan balita yang mengalami gizi buruk. Setidaknya ada dua balita yang mengalami gizi buruk yakni Yunitasari binti Suyono (11 bulan), warga Kampung I, Desa Karya Jaya, Kecamatan Mesuji Makmur, Kabupaten OKI dan Fianisari binti Purwadi (1,5), warga Kampung VI, Desa Karya Jaya, Kecamatan Mesuji Makmur, Kabupaten OKI. Sejak empat hari lalu (25/5) hingga kemarin, dua bocah malang tersebut dirawat di lantai II sal anak RSUD Kayuagung. Pihak keluarga terlihat pasrah melihat keadaan anaknya tersebut serta untuk biaya berobat nanti. Kasana (37), ibu Yunitasari mengatakan, anaknya tersebut sejak berusia 5 bulan lalu memiliki keanehan. Mulai dari menurunnya berat badan dari 6,5 Kilogram menjadi 5 kg. Kendatipun demikian, terangnya soal pemberian makanan setiap hari tidak masalah dan anaknya tersebut makan makanan seperti balita normal biasa.
“Awalnya tidak menunjukkan tanda-tanda apa-apa. Tapi, saat masuk usia 5 bulan baru gejala turunnya berat badan terasa dan itu selalu kita pantau,” ujarnya. Dia mengaku, tidak memiliki biaya untuk mengobati anaknya tersebut dan berharap kepada pemerintah setempat dapat menanggung biaya pengobatan anaknya tersebut. “Yang bawa anak saya ke sini adalah petugas puskemas Pematang Panggang. Soal proses administrasi berobat kami tidak ngerti Pak,” ujarnya.
Lain halnya dengan gejala Yang dialami balita bernama Fianisari. Menurut Yatina (20), orang tua Fianisari, anaknya tersebut enggan makan. Dalam sehari hanya makan sekali dan itupun dipaksa untuk makan. “Soal makan, dia (anaknya) itu susah sekali. Paling dalam sehari hanya makan sekali,” jelasnya. Lebih jauh ditambahkannya, komposisi berat badan anaknya tersebut sekitar 5,6 kilogram. Namun, beberapa bulan kemudian, berat badan anaknya berkurang hingga menurun mencapai 5 kg. “Bahkan, anak saya ini berat badannya sempat menurun hingga 4,2 kilogram. Alhamdulillah, saat ini anak saya sudah bisa berjalan,” bebernya.
Kepala Puskesmas Pematang Panggang, Ahmadi saat dikonfirmasi, kemarin membenarkan ada dua balita Desa Karya Jaya yang mengalami gizi buruk. Pihaknya sudah merujuk kedua bocah tersebut ke RSUD Kayuagung. “Ya, kedua bocah itu sempat dibawa ke puskesmas Pematang Panggang. Setelah dilihat maka kita langsung bawa ke RSUD Kayuagung untuk mendapatkan perawatan secara intensif,” ujarnya. Dia mengakui faktor dominan terkena gizi buruk diantaranya disebabkan asupan makanan yang kurang bergizi serta faktor ekonomi. Selain itu juga didukung lingkungan yang tidak bersih. “Makanan tidak bergizi serta ekonomi yang tidak seimbang membuat balita terserang gizi buruk. Ya, sangat rentan sekali balita terkena gizi buruk, jika melihat beberapa faktor di atas itu,” jelasnya.
Senada yang diutarakan Direktur RSUD Kayuagung OKI, dr Nazori. Menurutnya, untuk memulihkan keadaan dua balita agar kembali normal, masih kata dia, pihaknya akan mengintensifkan perawatan dua balita tersebut dengan memberikan asupan makanan bergizi dan cukup. “Paling-paling 3 minggu keadaan mereka (dua balita) kembali normal. Asalkan diberikan asupan makanan bergizi dan mencukupi syarat empat sehat lima sempurna,” ujarnya. (38)
Sumatera Ekspres, Sabtu, 30 Mei 2009.












Komentar: