Tak Terawat, Orgil Huni Gua Jepang.

ARIO KEMUNING - Sangat disayangkan, peninggalan sejarah di masa perang kemerdekaan kini kondisinya tak terawat. Seperti gua peninggalan Jepang yang berada di Jl AKBP H Umar, Lr Gua Jepang, Kelurahan Ario Kemuning, Kecamatan Kemuning. Kondisinya dipenuhi dengan sampah dan rerumputan liar yang menempel pada dinding gua. Selain itu, keterangan warga sekitar juga mengatakan bahwa gua Jepang tersebut sudah puluhan tahun lebih dihuni seorang lelaki paruh baya. Mirisnya lagi, pria yang mendiami gua merupakan orang gila (orgil) yang tidak memiliki tempat tinggal yang tetap.

“Sudah lama sekali, dia tinggal di dalam gua itu. Kadang ada di dalam, kadang juga tidak terlihat. Kalau siang, keluar cari makan di pasar. Sebaliknya, pagi tidur di dalam gua tanpa ada perlengkapan tidur sama sekali. Tapi dia tidak pernah mengganggu warga sekitar sini,” terang Dol Hasan, warga sekitar RT 21/03. Menurutnya, selama tinggal di sekitar area, kondisi gua Jepang memang sama sekali tak pernah terawat. Namun, setiap tiga tahun sekali, gua Jepang selalu dikunjungi oleh beberapa turis mancanegara. Khususnya turis dari Negeri Sakura, Jepang, yang datang untuk berdoa. “Tiga tahun sekali, orang Jepang datang mengunjungi gua untuk berdoa di dalam. Bahkan orang Jepang tersebut, sama sekali tidak merasa takut dengan adanya orgil di dalam gua. Padahal, orgil itu tepat berada di samping kaki orang Jepang yang sedang berdoa,” jelasnya.

Selain itu, keberadaan gua Jepang juga menarik perhatian beberapa mahasiswa-mahasiswi dan pelajar. Mereka banyak yang datang hanya untuk menanyakan sejarah gua Jepang. Tak pelak, sebagian dari mereka percaya bahwa gua tersebut, bila ditelusuri dapat tembus hingga keluar Rumah Sakit RK Charitas. “Itu cuma cerita saja dan tidak benar sama sekali. Gua ini bentuknya letter L dan tidak memanjang sampai bisa ditelusuri. Melainkan gua ini hanya sebatas mentok berbentuk letter L. Tadinya, gua merupakan tempat persembunyian dan beristirahat tentara Jepang. Namun sebaliknya, sekarang tempat orgil beristirahat,” tandasnya.

Terkait dengan keberadaan orgil di dalam gua Jepang, Kepala Dinas Sosial Kota Palembang, Hasbulah Tuwi, menegaskan, pihaknya segera menerjunkan petugas ke lokasi untuk dibawa dan dipindahkan ke RS Ernaldi Bahar. Tak hanya itu, Dinsos juga terus melakukan patroli dan razia terhadap gepeng, anjal, dan orgil. “Bila mereka terbukti mengganggu masyarakat, kita segera bawa mereka ke dalam mobil untuk diserahkan ke RS Ernaldi Bahar. Dan laporan dari masyarakat sangat kita hargai. Sebab, segala informasi yang kita terima dapat membantu kinerja kita,” imbuhnya. (mg27)

Sumatera Ekspres, Jumat, 29 Mei 2009.

One Response to Tak Terawat, Orgil Huni Gua Jepang.

  1. Armin Firdaus says:

    sayang sekali Pemkot peninggalan2 sejarah tidak di urus dan di perbaharui malah di diamkan saja…
    padahal bisa di jadikan objek wisata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s