Sistem Pendidikan Nasional Tidak Efektif.
29 May 2009 Leave a comment
Worhshop Home Schooling
PALEMBANG - Melihat kondisi penerus bangsa ini bangsa yang semakin hari semakin menunjukkan gejala-gejala menuju kesuraman seperti maraknya tawuran antarremaja, kriminalitas yang merajalela dan penyalahgunaan narkoti serta pergaulan bebas saat ini, sudah sepatutnya kita harus mewaspadai dan mencari jalan untuk segera mengantisipasi. Salah satu bentuk antisipasi tersebut yakni dengan membuka home schooling berbasis akidah Islam. Menurut Ir Hj Emmy Khairani, home schooling group ini adalah proses pembelajaran yang mengintegrasi belajar di rumah dengan sekolah secara berkelompok untuk tingkat TK dan SD. Metode pembelajaran yang alami, dekat dengan lingkungan anak.
“Home schooling ini merupakan pendidikan anak alternatif melalui pemberdayaan orang tua dalam rangka melahirkan generasi Khoiru Ummah yaitu generasi yang cerdas dan takwa. Dengan menerapkan kurikulum, materi pelajaran seperti, Tahfizh dan Bahasa, Tsaqofah Islam, Saintek dan Geografi, serta ekskul-ekskul yang mencakup science, teknologi, seni olahraga dan berkarya,” terang Emmy dalam acara Workshop Home Schooling Gelombang 2, di Gedung Handayani Dinas Pendidikan Nasional (Disdiknas) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Kamis (28/5).
Ia juga menambahkan bahwa sistem pendidikan nasional tidaklah efektif, seperti contoh di sekolah-sekolah negeri, dimana anak-anak jadi terlalu bebas karena pantauan dari guru yang kurang maksimal serta faktor lainnya yang kurang baik. Begitu juga dengan sekolah-sekolah khusus yang menitikberatkan pada jam sekolah yang tinggi, anak-anak akan menjadi jenuh karena terus-terusan dijejali dengan pelajaran sehingga menimbulkan efek yang negatif kepada kepada ketika pulang ke rumah. “Karena kelelahan anak-anak menjadi sering berlaku kasar, mudah marah ketika pulang dari sekolah yang tinggi jam pelajarannya,” jelasnya. Namun, ia menjelaskan bahwa home schooling bukanlah lawan pendidikan formal dan non formal, bukan pula sebuah cara untuk melarang anak bersekolah di sekolah formal. Akan tetapi ia juga mengingatkan kepada orang tua, bahwa pendidikan anak tidak dapat diserahkan sepenuhnya kepada pendidikan formal semata.
Acara yang diselenggarakan oleh Home Schooling Khoiru Ummah di bawah naungan Yayasan El-Diina Bogor ini, menurut ketua panitia, Nurrela Amd, adalah yang seri kedua. Selain bertujuan untuk mengingatkan dan menyadarkan para orang tua bahwa pendidikan anak tidak dapat diserahkan sepenuhnya kepada pendidikan formal semata, tetapi juga untuk memberikan pemahaman tentang pendidikan alternatif berbasis Islam yaitu home schooling. “Nantinya home schooling ini dapat dimanfaatkan bagi anak-anak tertentu yang tidak dapat belajar di sekolah formal dan dapat menjadi sparing partner sekolah formal dan non-formal dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan anak,” imbuhnya. Adapun pesertanya antara lain, 200 orang dari kalangan orang tua, guru-guru, dosen, pendidik PAUD, Darma Wanita provinsi dan kota serta praktisi pendidikan lain yang peduli terhadap generasi penerus. (mg40)
Sumatera Ekspres, Jumat, 29 Mei 2009.












Komentar: