Al-Qur’an Raksasa Dipamerkan.

http://lemabang.files.wordpress.com/2009/05/foto1.jpg?w=630

Terbesar di Dunia, Biaya Pembuatan Rp1,2 M

PALEMBANG - Masyarakat Sumsel patut berbangga. Satu lagi karya terbaik wong kito berupa Al-Qur’an raksasa diperkenalkan kepada seluruh khalayak. Secara resmi, 30 juz Al-Qur’an Al-Akbar itu dipamerkan di lantai III Masjid Agung Palembang, kemarin (14/5). 30 Juz dituangkan dalam 315 lembar pahatan kaligrafi di atas kayu tembesu. Tiap kepingnya mempunyai tinggi 177 cm dan lebar 140 cm. Warna kayu dicat cokelat tua sangat padu padan dengan tulisan Arab berwarna kuning emas. Proses pembuatan di salah satu pesantren di kawasan Tangga Buntung, berlangsung selama tujuh tahun.

“Selama satu bulan ke depan Al-Qur’an ini akan ditampilkan di sini (lantai III Masjid Agung, red) untuk dikoreksi,” beber sang inisiator, Syofwatillah Mozaib Zaini SSos kepada wartawan, kemarin sore. Koreksi dimaksud, jika masyarakat menemukan tulisan yang salah agar bisa diperbaiki. Dikatakan Syofwatillah, meskipun telah dikoreksi oleh sejumlah ulama, kemungkinan kesalahan tetap ada. “Masalah ukiran dan kaligrafi tidak dapat diubah. Hanya inilah kemampuan kami,” ucapnya merendah. Koreksi sendiri dibagi dua tahap. Tampilan juz 1-15 diberi waktu mulai 14 Mei hingga 24 Mei.

Barulah untuk tampilan kedua juz 16-20 diberikan waktu mulai 25 Mei hingga 5 Juni. Tahapan ini diberlakukan karena sempitnya ruangan yang tersedia. Dijelaskan Syofwatillah, total dana yang dikeluarkan untuk pembuatan Al-Qur’an raksasa ini mencapai Rp1,2 M. Jika dihitung, untuk satu juz panitia harus mengeluarkan Rp40 juta.

Dana ini terkumpul dari sejumlah para donatur. Tak tanggung-tanggung nama-nama pejabat penting di negara ini ikut menyumbang. Mulai dari Presiden RI Susilo Bambang Yudoyon (SBY), mantan Gubernur Sumsel Ir Syahrial Oesman, Gubernur Sumsel Ir Alex Noerdin SH, Taufiq Kiemas, Nazarudin Kiemas, Drs H Husni, Ishak Mekki, H Rosihan Arsyad. Ada juga sumbangan dari para anggota dewan, pengusaha muslim, serta hamba Allah lainnya. Para donatur ini rata-rata membantu untuk pembuatan satu juz dari Al-Qur’an Al-Akbar. Meski ada juga yang menyumbang untuk pembuatan tiga hingga lima juz. Berdasarkan catatan pembuatan Al-Qur’an, sejarah Al-Qur’an cukup panjang. Pembuatan bermula ketika sang inspirator menampilkan satu keping Al-Qur’an pada masyarakat di Masjid Agung, 15 Maret 2002.

Ketika, Taufiq Kiemas yang ikut menghadiri acara menyatakan keinginannya untuk membantu. Merasa mendapat amanah dan untuk menyiarkan agama Islam, Syofwatillah pun terus bergerak hingga terbuat 20 keping atau 20 juz. Di sini, ia pun mulai kehabisan dana. Didampingi Dr H Mgs Usman Said, dirinya menghadap Gubernur Sumsel dulu dipimpin H Rosihan Arsyad. Nah, 20 Mei 2002, tergeraklah Asmawati SE MM untuk menalangi dana hingga Rp20 juta. Disusul pencairan dana dari Taufiq Kiemas, sebesar Rp175 juta diserahkan di kantor Gubernur pada 11 Juni 2002. Nah, dari sini dibuatlah SK Kepanitian oleh Gubernur No 045/KPTS/2002 tanggal 19 Agustus. Dari SK ini ditetapkan panitia pembuatan Al-Qur’an ini yang diketuai Ir Bakti Setiawan. Panitia inilah yang mencari dana untuk pembuatan Al-Qur’an. (mg17)

Sumatera Ekspres, Jumat, 15 Mei 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s