Prihatin Syahrial Ditahan.
13 May 2009 Leave a comment
PALEMBANG - Wakil Gubernur (Wagub) Sumsel H Eddy Yusuf SH MM mengaku prihatin dengan penahan yang dialami mantan orang nomor satu Sumsel, Ir H Syahrial Oesman MM. Menurutnya, dalam kasus TAA, Syahrial mempunyai niat baik yang sama dengan niat Gubernur dan Wagub Sumsel sekarang. “Beliau ingin TAA cepat selesai menjadi pelabuhan internasional dan Sumsel maju. Beliau adalah pelopor pembangunan kawasan TAA. Hanya saja mungkin ada langkah yang salah,” ujarnya ketika dimintai pendapatnya terkait penahanan Syahrial Oesman, kemarin. Salah satu alasannya, Sumsel mempunyai cadangan 45 persen batu bara nasional yang harus segera dimanfaatkan. Eddy menilai, apa yang dilakukan Syahrial dalam rangka menggenjot keluarnya potensi batu bara di Sumsel agar bisa memberi kontribusi yang besar bagi pembangunan Sumsel ke depan. “Harus diakui, beliau adalah pelopor meskipun rencana ini sudah sejak 13 gubernur sebelumnya,” bebernya.
Terkait penahanan Syahrial, Wagub meminta mantan gubernur itu bersabar dan tabah. Proses hukum yang berjalan sekarang bukan seperti panah nyasar, tapi untuk membuktikan ada tidaknya kesalahan yang dilakukan. Sebagai teman dan sesama warga Sumsel, Eddy Yusuf mengaku prihatin. “Kita semua yakin niat beliau (Syahrial, red) baik. Untuk itu, dalam kondisi ini perlu support kepada beliau. Orang Sumsel masih tetap menyayangi dia,” imbuhnya. Ke depan, proses pengembangan kawasan TAA akan lebih baik lagi. Pemprov telah mengantongi izin dari Menteri Perhubungan untuk membangun jalur rel kereta api (KA) double track sepanjang 270 km untuk jalur keluar batu bara melalui TAA. “Kita akan berupaya akan mengembangkan kawasan TAA ini selesai cepat tanpa harus ada kesalahan lagi,” cetusnya.
Sementara Walikota Palembang Ir H Eddy Santana Putra MT meminta pembangunan kawasan TAA dilanjutkan terus. Hal itu paling tidak menjadi komitmen dan penghargaan atas pengorbanan Syahrial. “Beliau telah merintis pengembangan kawasan ini, mulai dari jalan dan dermaga,” kataya. Terkait penahan yang dilakukan KPK, Eddy Santana mendoakan agar Syahrial bisa sabar dan tabah dalam menjalani seluruh proses hukum yang berlangsung saat ini.
SO Dikenal Peduli dan Dermawan.
Sementara itu, sama sekali tak terlihat aktivitas apapun di kediaman mantan gubernur Sumsel Ir H Syahrial Oesman MM di Jl Seduduk Putih, Kelurahan 8 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) II, kemarin (12/5), sehari setelah penahanannya oleh penyidik KPK senin malam lalu. Koran ini kemarin (12/5) menyambangi rumah yang menurut penuturan warga sekitar merupakan milik mertua Syahrial, dan sempat pula memergoki seorang lelaki berperawakan sedang masuk ke dalam rumah. “Nak nyari siapo dek, dak ado wong di rumah ini,” sergah si pria berambut cepak dengan nada garang sembari berlalu ke dalam rumah berlantai dua yang di bagian depannya dipagari dengan teralis warna hijau muda.
Lantas, apa tanggapan warga di sekitar kediaman SO (Syahrial Oesman, red) begitu mengetahui si empunya rumah terpaksa mendekam dibalik jeruji besi? Dari pengakuan sejumlah tetangga, rata-rata mereka mengaku tak percaya bila SO dikait-kaitkan terlibat perkara korupsi TAA. Seperti yang diutarakan Sarmi (47), seorang pedagan sayur yang rumahnya persis bersebelahan dengan rumah SO dan keluarganya. Dia secara gamblang tak percaya kalau SO ikut terseret kasus tersebut. Sarmi yang mengaku merupakan pendatang asal Pati, Jawa Tengah, dan sudah tinggal di Jl Seduduk Putih sejak 15 tahun lalu mengenal sosok SO sebagai tetangga yang baik. “Pak Syahrial memang sebelum jadi gubernur sudah tinggal di rumah itu. Beliau orangnya baik, gampang bergaul. Malahan setiap kali ada hajatan di sini, dia dan istrinya selalu menyempatkan diri untuk hadir,” ucap Sarmi.
Bukan hanya itu, kebaikan lain yang ditunjukkan SO dan keluarganya di lingkungan tersebut, menurut Sarmi, orangnya sangat peduli terhadap mereka yang susah, dan sering memberi santunan. “Beliau orangnya murah hati dan dermawan. Sudah sering warga yang tak mampu disini dibantu,” tandasnya. Ditambahkannya, saat SO dijebloskan ke penjara, rumahnya sempat ramai dan didatangi sejumlah orang. Senada disampaikan tetangga SO yang lain, Rogayah (42), juga berharap agar SO diberikan ketabahan selama menjalani proses hukum yang tengah membelitnya kini. “Semoga Pak Syahrial dan keluarganya diberikan ketabahan untuk bisa menghadapi semua ini. Kami turut mendoakan beliau agar bisa lepas dari jeratan hukum. Kami juga tak yakin beliau ikut terlibat di kasus ini,” tukas Rogayah. (22/46)
Sumatera Ekspres, Rabu, 13 Mei 2009.












Komentar: